
Selepas berbincang bincang kecil, akhirnya Syu'eb memutuskan untuk kembali pulang.
Syu'eb berpamitan kepada Dirmo dan John, karena kebetulan Suminah sedang pergi ke pasar dan belum terlihat kembali.
"John menghampiri Syu'eb dan terlihat memberikan sebuah amplop panjang berwarna coklat, karena di rasa telah paham akan isinya akhirnya Syu'eb melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam mobilnya.
Dan Syu'eb pun berlalu pergi meninggalkan kediaman Dirmo, dengan kecepatan perlahan Syu'eb memalingkan pandanganya ke kiri dan ke kanan, dengan niat mencari warung untuk sekedar membeli rokok untuk menemani perjalanan pulangnya.
Syu'eb pun menepikan mobilnya tepat di pinggir warung, setelah melepas safety beltnya. Syu'eb mengeluarkan amplop yang berada di dalam saku dalam jaketnya.
Setelah membukanya, Syu'eb tersentak kaget.
Banyak bener duitnya?, apa tuan John keliru dalam memberi ongkos mobilnya. Kan seharusnya 700ribu kenapa ini malah 10juta.
Seraya kembali memasukan uang yang telah di hitungnya ke dalam amplop coklat, dan mengambil ponsel untuk menghubungi nomer John yang telah di mintanya sebelum berpamitan.
"Hallo Tuan John, ini saya Syu'eb" sapanya pada John.
"I ya, Pak. Ada apa ya?" tanya John dengan santai.
"Ini, Tuan John. Apakah anda lupa atau mungkin keliru dalam membayar ongkos kepada saya?" tanya Syu'eb pada John.
Sesaat John terdiam mengingat semuanya.
"Ah, tidak Pak. Memang kenapa?" tanya balik John padanya.
"Ini kebanyakan Tuan, setelah saya hitung ternyata semuanya 10 juta." ungkap Syu'eb pada John.
"Oh, itu Pak. Tidak apa apa Pak, ambil saja. Anggap itu rezeki lebih dari Alloh untuk Bapak." jawab John.
"Tapi, pak…. " ucapanya terpotong.
"Saya tidak menerima penolakan, Paham!" ucap John.
"Baiklah Tuan, terima kasih banyak." ucap Syu'eb.
__ADS_1
"I ya, Pak. Sama sama." jawab John. Seraya mematikan ponselnya dan memasukan kembali ke dalam jasnya.
Sementara itu, John sudah mengganti bajunya dengan baju santai, celana pendek casual dengan atasan sederhana tetapi cool.
"Jon, kamu mau kemana?" tanya Suminah yang baru saja masuk ke dalam kamar John.
"Aku ingin menemui sahabatku Nek." jawabnya sambil merapikan bajunya.
"Maksud kamu Adien?" tanya lagi Suminah.
"I ya, Nek. John kangen sekali padanya." jawabnya.
"Baiklah, hati-hati di jalan Jon."
"I ya, Nek." jawab John. Seraya mencium punggung tangan Suminah dan berlalu pergi menuju rumah Adien.
John menuju gudang rumahnya yang terletak tidak jauh dari belakang rumahnya. Di dalam gudang John masih mengelus ngelus motor Astrea peninggalan ayahnya.
"Duh, kenapa gak mau hidup mesin motornya." batin John.
Mungkin karena sudah terlalu lama, Oli dan kotorannya menyumbat sirkulasi jalur mesin. Hingga motor ini gak mau hidup mesinnya.
Sambil berjalan, John menyalakan sebatang rokoknya, sesekali dia mulutnya yang tipis dan menawan mengepulkan asap putih.
Lain dulu lain sekarang, kini tempat di mana John di lahirkan keadaanya sudah ramai sekali. Banyak toko toko di pinggir jalan berjejer ikut mengisi padatnya keramaian.
John berhenti, ketika pandangannya tertuju pada sebuah dealer motor, dan tak pikir panjang dia pun masuk untuk sekedar melihat lihat.
"Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu," sapaan seorang SPG yang kebetulan bertugas di dealer tersebut.
Sejenak John terdiam, matanya melihat lihat koleksi beberapa motor yang terpajang di situ.
"Oh i ya, boleh saya tahu motor ninja yang berwarna hijau metalik tersebut?" tanya John pada SPG tersebut.
"Oh, tentu saja boleh Pak. Mari." ajak SPG itu dengan ramah pada John.
__ADS_1
Sang SPG menjelaskan beberapa fitur san kelebihan pada motor ninja yang di tanyakan John.
"Bisakah saya membelinya saat ini juga?" tanya John.
"Tentu Pak, tentu bisa." senyum melebar terlihat dari raut muka SPG tersebut.
"Silahkan duduk dulu pak." Seraya mengajak John yang sedari tadi berdiri memperhatikan motor Ninjanya itu.
"Boleh saya lihat KTP nya Pak." tanya SPG tersebut pada John.
John malah terdiam, karena memang dia belum mempunyai KTP dimana ia tinggal sekarang.
"Boleh, saya bertemu langsung dengan Atasan mba sebentar saja." pinta John pada SPG tersebut.
SPG itu terdiam sesaat karena merasa heran, dengan permintaan customernya tersebut.
"Baik, Pak. Tunggu sebentar." Seraya pergi menemui atasanya.
Tak berselang lama, datang manager yang kebetulan memegang cabang di dealer tersebut.
"Selamat siang Pak, dengan saya Galih manager di dealer motor Kawasaki ini." sambil mengulurkan tangannya mengajak John berjabat tangan.
"Maaf Pak Galih, jadi begini....," ucap John menjelaskan pada sang manager tentang keinginannya.
"Baik, Pak. Bisa di atur, gampang itu mah." ucap Galih sambil menyodorkan nomer rekening pada John.
"Ouwh, cuma 42 juta. Baik saya raya akan transfer uangnya sebesar 50 juta ya Pak." ucap John. Seraya berkutat dengan ponselnya.
"Selesai Pak, saya telah mentransfer uangnya ke rekening tersebut." ucap John sambil memperlihatkan ponselnya sebagai bukti transfernya.
"Tapi Pak, kenapa 50 juta?, harganya motornya kan 42 juta." tanya Galih yang merasa heran dan takut akan terjadi kekeliruan.
"Ouwh, itu. Bapak berikan saja pada karyawan Pak Galih." ucap John sambil tersenyum melihat SPG yang sedari tadi memperhatikan ketampanan John.
Karena girangnya, SPG itu langsung memeluk John dan mencium punggung tangannya.
__ADS_1
"Terima kasih Pak." ucap SPG tersebut pada John.
"I ya, sama sama." jawab John sambil berlalu mengambil motor ninja yang hary saja di belinya.