LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
SEBUAH TEGURAN


__ADS_3

Di kamar, Lusi membantu ibunya menyiapkan segala keperluan yang nantinya akan di butuhkan disana.


"Lusi," panggil Jumira.


"I ya, Bu." jawabnya.


"Duduk sini!" Jumira menunjuk tepat di hadapanya.


Lusi menunduk patuh dan duduk di depan Ibunya.


"Ada apa Bu?" Lusi bertanya dengan muka yang tak berdosanya.


"Pokoknya Ibu tidak mau tahu!" ucapnya.


Lusi terdiam menyadari kesalahan yang telah di perbuatnya.


"Lusi minta maaf Bu, semuanya terjadi begitu spontan." Lusi menjelaskan.


"Halahhh, emang kamu pikir Ibu tidak lihat apa!, ketika ibu memergoki kalian berdua bercumbu." Jumira sedikit emosi.


"Ibu mau kalian secepatnya menikah!, ada ibu saja kalian sudah berani plas plus." Jumira melipat tanganya di dada.


"I ya, Bu." Lusi menunduk merasa bersalah.


"Itu, apa yang kamu pegang?" Jumira melihat sebuah price list di tangan Lusi.


"Ini Bu," Lusi memperlihatkanya pada Jumira.


Jumira mengambil dan membukanya. Dan sejenak menatap anaknya.


"Baguslah," Ibu tidak mau kalian kebablasan." Jumira bangun meninggalkan Lusi yang masih terdiam.


Sementara, Arjuna terbangun dari tidurnya. Ia turun dari tempat tidurnya mencari ibunya.

__ADS_1


"Mamama." Ia membuka pintu yang kebetulan tidak tertutup rapat.


"Mamama." Juna berlari kecil dan sejenak terdiam mengedarkan pandanganya.


Di lantai dua, Juna melihat John yang sedang duduk melamun di ruang tamu.


Ia turun perlahan menuruni anak tangga sambil berpegang pada pengamanya. Setelah sampai ia terus berjalan menghampiri John yang masih duduk melamun.


"Papapa." Juna mengagetkan John dan naik ke pangkuanya.


"Eh, anak papa udah bangun." John mencium pipinya yang gembul.


"Papapa.. Mamama." Juna menepuk nepuk pipi John.


John tersenyum melihat Juna.


"Cari mama ya, ayo kita car mama sama sama." John menggendong Juna mencari Lusi.


"Lusi, kamu dimana?" John yang baru sampai dapur, tidak mendapati Lusi berada di sana.


Sesampai di depan kamar Jumira. John melihat Jumira baru saja keluar dari kamarnya. Dia tertunduk malu akibat kesalahan yang di buatnya.


"Dia di dalam." Jawab Jumira dengan dingin.


"I ya, Bu." John menurunkan Juna dari gendonganya.


"Mamanya ada di dalam sayang, Juna masuk aja ya." John berjongkok agar stara dengan Juna dan mengelus kepalanya.


Arjuna berlari kecil menuju ibunya yang sedang berada di kamar Jumira.


"Nak John. Ibu perlu bicara sebentar." pinta Jumira padanya.


"I ya, Bu."John menganguk dan mengikuti Jumira dari belakang.

__ADS_1


Mereka berdua menuju taman belakang rumahnya.


Di taman Jumira langsung pada pokok permasalahanya.


"Nak John, sebelumnya ibu ingin minta maaf padamu." Jumira berucap yang di balas anggukan John.


"Nak John, jika kamu serius dengan Lusi. Ibu mohon percepat pernikahan kalian!" pinta Jumira padanya.


"Ibu hanya tidak ingin, kalian kebablasan saja." Jumjra berbalik membelakangi John.


"Baik, Bu. Lebih cepat lebih baik. Setelah aku mengenalkan Lusi pada ibuku. John Janji akan langsung menikahi Lusi." John berucap penuh keyakinan.


"Syukurlah, Ibu senang mendengarya." Jumira tersenyum dan pergi meninggalkan John.


Akhirnya John bisa tersenyum puas.


"Jadi tidak sabar aku." John tertawa terbahak.


John mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia terlihat menghubungi seseorang.


Tak berselang lama, tersambunglah panggilan tersebut.


"Ada di mana Lo?" tanya John.


"Masih di kasur." Adien menjawab dengan suara parau, karena ia baru bangun dari tidurnya.


"Gila Lo!, buruan mandi. Kita berangkat 30 menit lagi!" titahnya.


"Gak waras Loh?, yang bener aja." Adien kaget, terbangun sambil melotot.


Alih alih mendapatkan jawaban, Adien malah kembali di acuhkanya.


"John, semalam kan lo bilang siang, abis dzuhur." Adien mengeluh.

__ADS_1


"30 menit lo, berjalan dari sekarang." John menutup panggilanya. Dan memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.


__ADS_2