LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
RENCANA JOHN DAN ROBERT


__ADS_3

"Hallo, Om Robert." sapa John dalam telponnya.


"I ya, nak John. Ada apa ini, tumben?" Robert menjawab sambil duduk manis di teras depan rumahnya.


"Om Robert, hari ini ada acara tidak?" tanya John.


"Hari ini rencananya, Om mau cek lahan sawit yang sedang Panen, memangnya ada apa nak John?" Roberts yang bertanya balik.


"Sayang sekali Om, tadinya John ingin Om menemani Bu Jum untuk berbelanja, ya sekalian biar Om lebih deket gitu." jelas John.


"Bisa..bisa, bisa nak John, Kapan? Robert berdiri dengan tampang seriusnya.


"Katanya Om mau cek lahan sawit tadi bilangnya." John mengingatkan kembali.


"Gampang, bisa di atur itu." Robert meyakinkan John.


"Om Robert kesini saja, karena satu jam lagi Bu Jum akan berangkat." John memberitahukan.


"I ya, i ya. Saya langsung meluncur ke rumah nak John sekarang." Robert langsung mengakhiri panggilan telponnya.


Dengan cepat, Robert melakukan ritual mandinya. Setelah selesai ia langsung memilih baju batik yang di padu dengan celana bahan berwarna hitam.


"Pake ini lah," Robert menggunakan minyak rambut agar terlihat klimis.


"Srottt." Robert yang menyemprotkan minyak wangi pada badanya.


"Selesai," Robert berputar di depan cermin memastikan penampilanya.


Ia keluar dari kamar dengan tangan yang sudah memegang kunci mobilnya.


"Pi, wangi bener. Mau kemana?" Dyah yang curiga melihat Robert tampil beda.


"Papi mau cek lahan yang sedang panen sayang." Robert menutupi kegugupanya.


Dyah menghampiri Robert, ia memutari dan sesekali mengenduskan hidungnya.


"Mau cek lahan kok kaya orang mau ngapel." Dyah menelisik Robert.


"Dyah sayang, Papi sudah gak ada waktu. Papi bisa terlambat ini." Robert yang tak mau terendus niat kepergianya.

__ADS_1


"Papi berangkat dulu sayang, orang orang Pasti sudah menunggu Papi disana." Robert berlalu meninggalkan Dyah.


Robert keluar dari rumah menuju garasi mobil untuk mengeluarkan mobilnya. Dia menancap pedal gas dengan pelan, meninggalkan rumahnya menuju kediaman John.


Sementara Dyah masih saja terlihat curiga dengan gerak gerik Ayahnya, yang mencurigakan dan tak seperti biasanya.


Aku harus menyelidikinya dan segera mencari tahu kebenarannya.


Dyah berlalu masuk ke dalam kamarnya.


Sepanjang Jalan Robert tersenyum senyum sendiri, ia bersiul sambil mengendarai mobilnya.


Di kediaman John, terlihat John Lusi dan Jumira sedang melaksanakan sarapan pagi sebelum memulai aktivitasnya.


"Nak John, setelah ini, jadikan antar Ibu ke pasar?" Jumira bertanya di sela sela sarapan paginya.


"I ya, Bu. Tenag saja, John akan mengantar Ibu ke pasar." John yang tersenyum penuh rencana.


Tenang Bu, Om Robert sebentar lagi datang kesini untuk mengantar Ibu.


Tid.. Tid..


"Siapa itu mas?" Lusi memandang John.


John menghentikan acara sarapan paginya, dia mengambil tisu untuk membersihkan mulutnya.


"Tunggu sebentar, aku akan melihatnya." John bangun dari duduknya, ia melangkah keluar untuk melihat tamu yang sudah ia ketahui sebelumnya.


John melihat Robert yang baru saja keluar dari mobil dan segera menghampirinya.


"Hi, Om Robert. Selamat pagi." John mencium punggung tangan Robert.


"Pagi juga nak John." Robert tersenyum menerima sambutan John.


"Mari masuk, Om." ajak John pada Robert yang di balas anggukan.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang tamu.


"Silahkan duduk, Om. Mau minum kopi?" John menawari Robert.

__ADS_1


"Tidak, terima kasih John. Kebetulan Om tadi sudah ngopi di rumah." jawabnya.


"Eh, ada Om Robert," Lusi yang baru saja datang dan mencium punggung tangan Robert.


"Mas, Ibu barusan bilang jadi berangkat sekarang?" tanya Lusi.


"Jadi donk, I ya kan Om Robert?" John meng i yakan sambil memandang ke arah Robert.


"Om Robert, mau ke pasar juga?" tanya Lusi.


Belum sempat Robert menjawab, john dengan cepat mendahuluinya.


"I ya, Lusi. Om ada sesuatu yang di beli Om Robert di pasar. I ya kan, Om? John memandang kembali Robert, dan Robert pun mengangguk.


Tak berselang lama, Jumira datang ke ruang tamu sambil menggendong cucunya.


"Oh, ada mas Robert. Saya kira siapa tamunya." Jumira yang melihat Robert duduk di ruang tamu.


"Lusi, Ibu berangkat dulu ke pasar ya." Jumira memberikan juna pada Lusi.


"Ayo nak John, kita berangkat sekarang." ajak Jumira pada John.


John mengangguk dan memberi isyarat pada Robert.


Mereka bertiga meninggalkan ruang tamu, menuju luar rumahnya.


"Nak John, mobilnya mana?" Jumira yang tak melihat mobil John terparkir di halaman.


"Mobil John ada di garasi Bu, Ibu berangkat dengan Om Robert saja ya," John yang memberitahu mendadak.


"Kebetulan, Om Robert juga ada sedikit keperluan di pasar katanya. I ya kan, Om." John mengedipkan matanya pada Robert.


"I ya, i ya Jum. Kita sekalian saja berangkatnya." Robert terlihat gugup.


Jumira memandang John dan beralih memandang Robert.


Kok kaya ada yang aneh ya dari mereka berdua.


"Ayo, Bu. Ibu berangkat saja dengan Om Robert. Hari ini John akan pergi dengan Lusi mencari cincin. Maaf John lupa memberitahu Ibu." ucap John sambil membukakan pintu Mobil Robert untuk Jumira.

__ADS_1


__ADS_2