LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
NAMA AGUNG DARI SANG RAJA


__ADS_3

Dengan kesulitan Adien terus mencoba berjalan menuju rumahnya. Hatinya benar belum siap kehilangan sahabat kentalnya.


"Dien, kamu kenapa?" tanya Dul Hamid dari dalam mobil yang kebetulan lewat sepulang dari berdagang di pasar.


Dul Hamid keluar dari mobilnya dan menghampiri anaknya, sejenak Dul Hamid memperhatikan Adien yang terlihat kotor dengan luka di lututnya yang mengeluarkan darah.


"Kamu kenapa nak?" tanya Dul Hamid yang merasa cemas dan khawatir pada anaknya.


Adien hanya diam sambil menangis dengan kepala menunduk.


"Kamu habis berantem, jawab pertanyaan bapak nak?" Seraya memegang bahu Adien dan menggoyang goyangkanya.


"Jon, Jon Pak... " ucapnya menggantung.


"I ya, Jon kenapa Dien, " tanya lagi Dul Hamid pada Adien.


"Jon, Jon di bawa Sultan pergi ke Arab Pak. "


ucap Adien sambil menangis.


Dul Hamid memeluk Adien dan mengusap ngusap kepalanya.

__ADS_1


"Sabar Dien, Bapak tahu.Tapi ini semua demi kebaikan Jon juga. " ucapnya mencoba menenangkan hati anaknya yang sedang bersedih.


"Ya sudah, ayo kita pulang! " Ajak Dul Hamid pada anaknya.


Seminggu telah berlalu, Adien kini sudah tidak terlihat murung dan tidak ingin bersedih lagi. Dia yaqin suatu hari sahabatnya akan datang kembali dengan membawa kesuksesan yang telah di janjikanya.


Sementara, di tempat lain di beda negara dan tentu waktunya pun berbeda juga. Jon masih sibuk berkutat dengan penanya.


Belajar belajar dah terus belajar, tak ada pikiran tentang bermain atau mencari hiburan di dalam pikirannya.



Kurang lebih seperti ini tempat dimana Jon sekarang tinggal. keseharianya hanya di habiskan untuk belajar, dan untuk mengganti kebiasaanya dalam mencari hiburan, Jon menggantinya dengan berolah raga di gym yang telah di sediakan sang Raja Arab di tempat dia tinggal.


Bayangkan saja di dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, usaha bisnisnya yang bergelut di dalam perminyakan melonjak drastis ketika di bantu penanganannya oleh Jon.


Suatu malam tepatnya malam Ahad, Raja Abdulloh memerintahkan pangeran Sultan Abdullah, memanggil Jon untuk menghadap langsung kepadanya.


Tak berselang lama, datanglah sang Sultan bersama Jon untuk menghadap pada sang Baginda Raja Abdulloh.


Sejenak mereka berdua berdiri tepat di depan Sang Baginda Raja Arab.

__ADS_1


"Duduk lah kalian!" titah sang Raja pada Sultan dan Jon.


"Terima kasih ya Raja. " ucap kedua orang tersebut.


"Jon, apakah engkau tahu, kenapa engkau aku panggil kemari. " tanya Sang Raja pada Jon.


Sejenak Jon terdiam sambil menunduk dan kemudian mengangkat kepala sambil menggelengkanya.


"Saya tidak tahu ya Raja, apakah saya membuat sebuah kesalahan?" tanya Jon yang sudah merasa was was.


"Bhua… ha.. ha. " Sang Raja tertawa dengan sangat puas sekali mendengar pertanyaan konyol dari Jon.


Jon memandang Sultan yang berada tepat di sampingnya dan mengeluarkan isyarat tanya padanya, akan tetapi sang Sultan hanya membalas dengan mengangkat bahunya sebagai tanda dirinya tidak mengetahui dengan maksud ayahnya sendiri.


"Jon, kau aku panggil kesini karena merasa puas dengan kinerjamu. "


"Terima kasih Raja. " jawab Jon dengan singkat.


"Mulai saat ini, aku nobatkan engkau sebagai saudara Sultan Abdullah. " ucapnya yang selalu di iringi tawa.


"Sebuah kehormatan besar bagi saya. " jawab Jon.

__ADS_1


"Mulai saat ini, namamu menjadi mochamad John Abdillah" ucapnya lagi sambil tertawa lepas.


"Syukron kasiro ya Raja" Jawab Jon sambil tersenyum dan memeluk Sultan.


__ADS_2