LUSIANA MENCARI CINTA

LUSIANA MENCARI CINTA
TEMU KANGEN


__ADS_3

Sesampainya di kantor, Jon yang sudah merasa terlambat berlari tergesa gesa menuju ruanganya.


"Maaf aku terlambat, besok aku tak akan terlambat lagi"ucapnya pada Adien ketika memasuki ruangan kerjanya.


"Darimana saja Kau Jon, tidak biasanya kau pergi ke kantor terlambat? "tanya Adien yang melihat Jon ngos ngosan.


"Ada sedikit masalah kecil di rumah"ucap Jon.


"Masalah apa Jon? tanya Adien penasaran.


"Ini pribadi, aku belum bisa mengatakanya padamu kawan"jawabnya sambil menepuk pundak Adien.


"Setelah makan siang kita akan kedatangan tamu penting Jon"ucapnya memberitahu Jon.


"Tamu penting, siapa dia Dien? tanya nya sambil mengerutkan dahi.


"Nanti kau sendiri akan tahu"jawab Adien sambil berlalu keluar dari ruangan Jon.


Jam makan siang pun telah berakhir tetapi Jon masih melamun tentang siapakah tamu penting yang akan di temuinya sesaat lagi.


Tok.. Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu seketika membuyarkan Jon yang sedang asyik dengan lamunanya.


"I ya, silahkan masuk"seru Jon dari dalam ruangan.


Jon yang masih asyik mengecek berkas bulanannya tak menyadari dengan siapa yang datang di hadapannya.


"Asalamu alaikum Mochamad Jon Abdillah"ucap tamu tersebut kepada Jon.


Jon masih terdiam membeku dia teringat dengan suara seseorang yang baru saja mengucap salam padanya.

__ADS_1


Perlahan Jon menatap dari mulai bawah ke atas dengan seksama, Jon masih belum paham siapakah tamunya, karena tamunya menutup wajahnya dengan kaca mata hitam dan masker.


Mata Jon berkaca kaca setelah beberapa detik memperhatikan tamunya yang masih misterinya itu.


"Tidak salah lagi, aku tidak mungkin salah lagi"ucapnya meyakinkan dirinya sendiri.


Jon berhambur memeluk sahabat lamanya yang sangat berjasa, mengangkat Jon dari lumpur kemiskinan.


"Wa'alaikum salam Sultan"ucapnya sambil menangis di pelukan sultan Abdulloh.


"Kayfa haluk Jon? "tanya Sultan sambil tersenyum memandang Jon.


"Ana khoir ya sultan abdulloh"jawabnya sambil melepas pelukanya pada Sultan.


Sorry sebenarnya mereka berdialog dengan bahasa Arab, tapi untuk memudahkan reader, Author pake bahasa indonesia aja, OK.


"Bagaimana bisnismu Jon"tanya Sultan yang telah duduk manis di sofa ruangan tersebut.


"Apakah kau sudah menikah Jon? "tanya Sultan.


"Be.. belum Sultan"jawabnya sambil menundukan kepala malu.


"Menikahlah Jon, cari lah wanita yang baik dan bisa menyayangimu"tegasnya


"I ya Sultan"jawab Jon sambil menganggukan kepalanya.


Tak terasa obrolan kedua orang tersohor itu telah memakan waktu yang lama dan membuat mereka lupa akan waktu.


"Sultan sudikah anda menginap di rumah saya"tawarnya Jon pada Sultan.


Setelah terdiam sesaat, Sultan abdulloh akhirnya memutuskan dan bersedia menginap di tempat Jon.

__ADS_1


"John aku harus menemui seseorang dulu, mungkin nanti jam 9 malam kau bisa menjemputku di Hotel Arcana"ucap Sultan sambil menepuk pundak Jon dan berlalu keluar dari ruangan Jon.


"Baiklah Sultan, aku akan mengantarmu sampai depan"ucapnya sambil tersenyum.


Setelah mengantarkan Sultan, Jon langsung mengeluarkan ponsel di sialan jasnya dan menghubungi seseorang.


"Hallo pak Syu'eb"ucap Jon.


"I ya Bos"jawabnya Syu'eb.


"Dengarkan aku pak, tolong bawa Lusi dan Ibunya ke boutique muslimah centre sekarang"titah Jon pada Syu'eb.


"memangnya Ada apa Bos? "tanya Syu'eb yang masih blm paham.


"Sudah bapak antarkan saja mereka, dan suruh mereka membeli busana hijab muslimah yang bisa menutupi auratnya"titahnya yang tak bisa di bantah.


"Ba.. ba.. baik bos"jawabnya Syu'eb.


"Rumah kita akan kedatangan Sultan, jadi kita harus menyambutnya dengan meriah"ucapnya sambil menutup panggilanya.


Setelah mendengar kata Sultan, Syu'eb berlari ke dalam rumah dan menyampaikan apa yang di amanatkan Bos jon kepada Lusi dan Jumira.


Di lain tempat Jon masih berkutat dengan benda pipihnya yang serba canggih.


"Hallo tolong kirimkan 10 pelayan 10 koki terbaik ke rumahku, sekarang!!!"titah Jon.


"I ya siapppp Bos, segera mlucur ke TKP Bos"jawab seseorang di sebrang sana.


"Aku harus membuat malaikat penolongku merasa nyaman dan termanjakan di rumahku"


ucapnya sambil memasukan kembali handphone ke dalam Jas.

__ADS_1


__ADS_2