
Sudah merasa tidak peduli lagi dengan Istri keduanya, namun Tian tidak menceraikan istri keduanya Seli sebagai uang mengalir dalam hidupnya yang telah banyak membantu Tian dalam aspek apa pun.
Bahkan Tian sering di kirimi uang oleh Seli, pria itu hanya memperdaya Seli untuk hal semata saja mengenai biaya hidup yang semakin tinggi tersebut.
2 bulan belakangan ini Tian sudah terlalu dekat dengan Bela, bahkan mereka sudah menjalin hubungan pacaran dengan Bela bahkan perempuan tersebut menjadi pelakor dalam hubungan Seli dan Tian tersebut.
"Bela. Kamu mau makan di mana?" Tanya Tian kepada Bela.
Mereka makan malam bersama dengan Bela, namun lupa dengan janjinya kepada Istri keduanya sudah janjian akan menemani Seli usg ke rumah sakit namun janji tersebut di lupakan.
Saat sudah makan malam dengan Bela, barulah Tian teringat janji akan membawa Istri pertamanya tersebut Usg namun janji tersebut tidak di tepati.
Seli menunggu sudah terlalu lama, namun Tian tidak kunjung datang bahkan rasa kecewa sudah menyelimuti hati Tian untuk sekarang ini bahkan ada perubahan mendalam terhadap suaminya tersebut.
Seli nangis-nangis pada saat Tian tidak muncul untuk membawanya usg, tiba-tiba Bibi Sari selaku asisten rumah tangga anaknya berteriak menuju kamar Seli memberitahu bahwa putri Seli sedang sakit demam tinggi.
"Nyonya.nyonyaaaaa." Panggil Bibi Inah kepada Seli sambil mengetuk pintu Seli kencang.
Seli langsung keluar dari kamar karena asisten rumah tangganya tersebut sudah berteriak memanggilnya, bahkan Seli sangat kuatir akan semua yang terjadi nampak rasa panik dalam hati Seli tersebut.
"Ada apa Bibi??" Tanya Seli kepada asisten rumah tangganya tersebut.
"Nyonya.nyonya Olive anak nyonya sakit dan demam tinggi badanya kejang-kejang semua Nyonya." Bibi Inah panik.
"Astaga, anakkuuuuuuuu." Seli langsung berlari ke kamar anaknya.
Dalam kondisi hamil Seli dengan cepat dan sigap berlari ke kamar anaknya tersebut, rasa paniknya semakin menjadi mengendong putrinya tersebut dan membawanya kerumah sakit.
Seli langsung mengendong anaknya kerumah sakit, menyuruh sopir untuk menyetir mobilnya Olive berada di pelukan Seli tersebut hingga Seli menangis kencang melihat anaknya kejang-kejang seperti itu.
__ADS_1
"Anakkuuuu."Kata Seli sambil terus mengendong dan memeluk putrinya tersebut.
Saat kandungan sudah 8 bulan, baru lah cobaan datang silih berganti dalam kehidupan Seli baru lah Seli merasakan bahwa mempunyai suami jelalatan sulit untuk mengaturnya.
Seli menyalahkan diri sendiri, mengapa harus semua terjadi dalam hidupnya tersebut bahkan selama ini menikah dengan suami pertamanya Seli tidak pernah mendapatkan kesulitan seperti ini.
Olive pun menangis di pelukan Mamanya, terlihat anak balita itu sedang menahan sakit sebab demam tinggi sampai semua badannya kejang-kejang dan wajahnya terlihat pucat.
Selama menikah dengan Tian, bahkan saat sudah hamil Seli jarang sekali memperhatikan putrinya tersebut karena begitu banyaknya kegiatan mulai dari kehidupan rumah tangga hingga kantor yang harus di tangani.
Yang aturan ingin memeriksa kandungan dan ingin mengetahui jenis kelamin anak nya bersama Tian, menjadi tidak jadi akibat anak Seli yang bernama Olive tiba-tiba jatuh sakit.
"Nak. Mengapa saat Mama hendak memeriksa kandungan Mama untuk mengetahui jenis kelamin adik kamu! Malah kamu yang jatuh sakit." Peluk Seli sambil mencium pipi anaknya tersebut.
Seli pun sampai kerumah sakit, namun karena sudah mempercayai Reno sebagai Dokter terbaik maka Seli membawa anaknya ke rumah sakit milik Reno tersebut.
Seli sudah mempunyai nomor kontak Reno, langsung menghubungi Reno untuk memberitahu bahwa dirinya sedang membawa putrinya kerumah sakit tersebut, saat itu Reno sedang bersama Nada karena Istri pertama Tian itu mengadu kepada Reno.
Seperti tampak seperti perempuan murahan yang merasa sangat di rendahkan, bahkan Nada merasa tidak suka dengan sikap Tian seperti itu sudah merendahkan harkat Nada sebagai perempuan.
"Reno, gue gak terima begini! Suami aku menuduh bahwa Ardian adalah anak kamu padahal aku tidak pernah berbuat serong kepada kamu." Ucap Nada sambil mengadu kepada pria itu.
"Nad. Mengapa sih suami kamu seperti itu tidak berubah?" Ucap Reno capek mantan kekasihnya tersebut di tuduh yang tidak-tidak.
"Aku capek banget berhadapan dengan dia sampai sekarang! Dulu mungkin aku masih bisa sabar melihat sifatnya." Nada menghela nafas.
"Nad.Kamu yang sabar." Ucap Reno sambil memberi kata-kata semangat.
Tiba-tiba Reno mendapatkan panggilan dari Seli, istri kedua Reno tersebut meminta tolong kepada Reno agar bisa menangani putrinya yang sedang sakit tersebut.
__ADS_1
"Dokter, maaf menganggu waktu Dokter." Kata Seli sambil menangis.
Dokter Reno tahu bahwa Seli adalah istri kedua Tian, langsung menjauh dari Nada agar perempuan tersebut tidak mendengar isi percakapan mereka melalui telepon genggam tersebut.
"Anak kamu yang mana Mbak?" Tanya Reno tidak tahu bahwa Seli mempunyai anak selain yang dalam kandungan.
"Anak saya yang pertama Dokter, putri saya sedang sakit." Jawab Seli nampak sendu.
"Baiklah saya akan menangani dan akan segera menuju kerumah sakit." Dokter Reno merasa kasihan dan menolong Seli.
Ada panggilan darurat segera menuju rumah sakit, pria itu menyampaikan kepada Nada bahwa mereka tidak bisa berlama-lama untuk saling curhat di taman tersebut.
"Nad kita besok saja curhatnya." Ucap Reno buru-buru mengambil tas.
"Mengapa?" Tanya Nada.
"Ada pasien yang harus di tangani, ada panggilan darurat dari rumah sakit." Jawab Reno kepada Nada.
"Baiklah kalau ada panggilan dari rumah sakit bahwa kamu harus menangani pasien, aku bisa apa coba?" Jawab Nada pasrah saja.
Dokter Reno mengantar pulang Nada terlebih dahulu, barulah Dokter Reno menuju rumah sakit untuk menangani pasien yang merupakan Istri kedua Tian tersebut, merasa kasihan kepada Nada.
Nada sudah di duakan seperti ini, namun kasihan juga kepada pasien nya Seli yang harus sendiri membawa anak kerumah sakit miliknya tersebut.
"Tian tidak ada bersama Seli dan tidak ada juga bersama Nada! Kemana pria itu pergi dan bertemu dengan siapa?" Gumam Reno dalam hati menduga bahwa Tian mempunyai selingkuhan lain.
Bela sudah merasa bahwa Tian adalah pria yang pas untuk menjadi suaminya tersebut, tidak menutup kemungkinan bahwa Bela akan menjadikan Tian sebagai suaminya.
Bela sudah terbujuk dengan segala rayuan gombal Tian, tanpa melihat sifat asli Tian yang sebenarnya bahkan sudah terlihat bucin sekali dengan Tian meminta kepada pria yang baru di kenalnya tersebut untuk segera menikahinya.
__ADS_1
Tian mau-mau saja langsung menikahi Bela karena orang kaya juga, serta cantik dan bahenol juga hingga membuat Tian jatuh hati.