Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Seli Hamil 7 Bulan


__ADS_3

Sebentar lagi Seli akan melahirkan, namun Tian menjadi jarang keluar rumah demi memantau Istrinya keluar atau tidak dari rumah.


Tian takut kejadian 2 hari yang lalu terulang kembali, takut Nada pergi diam-diam menemui Reno mantan kekasihnya tersebut.


Tian tidak suka jika Nada menemui mantan kekasihnya tersebut, tidak suka sekali melihat istrinya berduaan dengan mantan kekasihnya tersebut.


"Hari ini aku di rumah sebagai kepala keluarga, aku melarang siapa pun untuk keluar dari rumah ini." Kata Tian sambil bersantai di ruang tamu.


Namun Nada diam saja, tidak menjawab pertanyaan dari suaminya tersebut namun Nada tahu bahwa suaminya tersebut menyindir Nada.


"Hari ini waktunya weekend dengan anak-anak." Ujar Tian tidak suka jika istrinya pergi.


Lebih baik Tian hari ini tidak menemui Seli kerumah, ketimbang harus melihat Istri berduaan dengan pria lain kehilangan Seli biasa saja bagi Tian, namun kehilangan Nada hancurnya Tian luar biasa nanti.


"Aku di rumah saja! Sedang malas keluar, kamu saja membawa anak-anak pergi weekend." Ujar Nada sambil membaca buku.

__ADS_1


"Kamu pasti mau menemui mantan kamu itukan? Seorang Dokter mempunyai rumah sakit tentu uangnya lebih banyak dari aku hendak berpaling bilang saja!" Ujar Tian sebenarnya sakit untuk mengatakan seperti itu.


"Kenapa? Bukan uang yang menjadi tolak ukur kebahagiaan." Sahut Nada.


..."Dulu aku tidak mempunyai uang kamu maki juga! Kini aku sudah sukses kamu mau pergi tinggalin aku!" Kata Tian kepada istrinya....


"Kamu dahulu tukang selingkuh! Sudah tidak punya uang selingkuh lagi." Kata Nada kepada suaminya tersebut.


"Walau pun aku selingkuh namun aku bisa mengubah diriku menjadi lebih baik."


Nada menguber semua keburukan suaminya tersebut, sampailah semua kejadian di masa lalu di bawa-bawa oleh Nada tersebut, hampir membuat Tian ingin marah serta emosi.


Namun emosi semua di tahan demi kebaikan rumah tangga di antara mereka tersebut, bahwa rumah tangga tersebut sudah di jalani selama 12 tahun.


Anak-anak juga semakin beranjak remaja, butuh kasih sayang dan anak-anak harus mendapatkan kasih sayang itu dari mereka berdua tersebut.

__ADS_1


"Nad, sudah hentikan jangan ngomong hal yang tidak baik di depan anak! Lihat anak-anak ada di dekat kita sekarang." Ujar Tian memeluk Ardian.


"Pokoknya kamu pergi saja! Aku tidak ikut malas untuk weekend bareng kamu."


Nada sudah muak melihat suaminya, sikap Nada semua berubah karena ulah suami yang tidak bisa menghargai istrinya tersebut, bahkan sejak mereka menikah.


"Nad jangan bawa urusan rumah tangga kita di depan anak! Kamu tahu bahwa anak-anak ini psikisnya mudah hancur." Jawab Tian terhadap Nada.


Seli yang sedang kesepian sangat menginginkan kehadiran Tian, sebagai istri yang sedang hamil tersebut sangat butuh perhatian dari Tian tersebut.


"Aku ini hamil tetapi macam tidak punya suami." Gumam Nada dalam hati tersebut.


Perut Seli sering sakit bahkan merasakan guncangan begitu hebat, namun saat itu Seli sedang makan yang pedas sudah di larang oleh Dokter jangan makan yang pedas.


Tian tidak pernah mengabari istri keduanya tersebut, sibuk dengan urusan rumah tangganya bersama Nada tersebut bahkan seakan tidak peduli.

__ADS_1


__ADS_2