Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Menduga Bahwa Ardian Adalah Anak Reno


__ADS_3

Tian iseng-iseng stalking sosial media Reno namun di kunci bersifat privat, lalu Tian membuat akun Fake untuk mengikuti akun sosial media Reno.


Langsung Tian add akun sosial media Reno tersebut, lalu Reno yang yang tidak tahu bahwa pemilik akun tersebut adalah Tian langsung mengkonfirmasi pemilik akun tersebut.


Setelah di konfirmasi Tian lalu stalking akun sosial media tersebut, pada hari sabtu sekitar 2 hari yang lalu Tian melihat bahwa Reno memposting foto di sosial medianya tersebut.


Postingan tersebut Dokter Reno sedang mengendong Ardian di kebun teh sambil tersenyum, betapa syok lah Tian melihat postingan tersebut sejak kapan anaknya tersebut di pertemukan dengan Dokter Reno.


"Sejak kapan anak aku di pertemukan dengan si Reno itu." Gumam Tian dalam hati tersebut.


Semenjak melihat postingan tersebut, pria itu semakin posesif melihat Istrinya dekat-dekat dengan pria lain bahkan muncul rasa kecewa di hati Tian mengapa anaknya harus di pertemukan dengan pria itu.


Tian langsung memanggil Istrinya tersebut karena sudah terbakar api cemburu, melihat postingan tersebut bahkan menduga-duga kalau Ardian bukan anaknya semenjak melihat postingan tersebut.


"Nad.Nadaaaaaaaa." Panggil Tian kepada Istrinya.


Tian berteriak dari ruang tamu memanggil Istrinya yang berada dalam kamar tersebut, bahkan sudah sangat marah mengepal tangannya tersebut karena tingkah istrinya.


Nada pun langsung menghampiri suaminya yang berada di ruang tamu, agak panik juga mengapa suaminya memanggil namanya sampai berteriak pada waktu itu untung lah anak di lagi di lantai satu main mobil mainan dan boneka bersama para pegawai toko bangunannya.


"Nad kamu lihat ini!" Tian langsung menyerahkan hp nya supaya Nada bisa melihat postingan tersebut.


"Astaga kamu mengikuti Reno dengan akun Fake kamu?" Tanya Nada kepada Tian.


"Tidak perlu basa basi deh!" Jawab Tian menjadi berubah posesif.


"Kamu mengapa menjadi posesif begini?" Tanya Nada.


"Suami mana yang tidak posesif!" Ujar Tian kepada istrinya tersebut.

__ADS_1


"Biasa saja deh tidak usah posesif begini." Kata Nada kepada suaminya tersebut.


"Mengapa kamu membawa Ardian bertemu dengan Reno, kamu tahu bahwa Ardian anakku mengapa kamu membawanya? Bertemu dengan pria bajingan itu." Tanya Tian lalu melemparkan Vas Bunga ke dinding saking posesifnya.


Sampai pertengkaran tersebut tidak terelakkan lagi, bahkan sampai membuat hati Nada terluka sebagai ibu.


"Tian, aku bertemu dengan Reno karena aku ingin menceritakan segala kegundahanku kepadanya karena suamiku sering pulang malam." Kata Nada menjelaskan.


"Ya elah banyak omong kamu, mana mungkin juga menceritakan tentang suami yang pulang larut malam, pasti di sana kalian cipika cipiki kan." Ujar Tian cemburu buta.


"Kamu itu apaan sih! Aku ini masih punya harga diri tidak mungkin aku cipika cipiki dengan orang lain yang bukan suami aku." Jawab Nada kepada suaminya.


"Tidak menuntut kemungkinan kan bahwa kalian akan melakukan seperti itu! Kalian kan pernah menjadi mantan kekasih lagi." Ujar Tian menjadi tahu masa lalu Istri bersama pria itu.


"Apa sih? Jangan mengada-ngada deh kamu, tidak mungkin deh Istri kamu ini seperti itu asal kamu tahu saja." Jawab Nada merasa marah kepada suaminya tersebut.


"Bisa jadi! Apa mungkin Ardian juga anak dari mantan kekasih kamu?" Tanya Tian semakin merambat kemana-kemana.


Nada marah seakan tidak punya harga diri, ketika suaminya membahas bahwa Ardian di duga bukan anak dari Tian, membuat Nada marah seperti tidak punya harga diri dan Tian segampang itu menduga bahwa Nada adalah perempuan murahan.


"Kamu pikir aku perempuan murahan?" Ujar Nada kepada suaminya tersebut.


"Bisa jadi! Aku kan tidak tahu bahwa selama mengandung Ardian aku jarang di rumah, bahkan saat kamu belum hamil Ardian mana tahu kamu berbuat serong dengan mantan kamu itu karena aku jarang di rumah!" Tian semakin tidak memikirkan perasaan Nada.


Hati Nada semakin teriris, ketika suaminya bisa berkata seperti itu menduga-duga bahwa Ardian bukan anak dari Tian, hati Nada juga teriris selama ini Nada hamil Ardian dan sebelum hamil Ardian lebih memikirkan nasib ketiga anaknya dengan bekerja.


Bahkan pertemuan mereka pun Reno dan Nada ketika melahirkan anaknya Ardian, itulah pengalaman mereka pertama kali bertemu dengan Reno sejak saat itulah kedekatan mereka pun di mulai.


Reno menjadi teman baik Nada dan sejak saat itulah mereka menjadi dekat, menjadi teman bercanda sekaligus bercengkrama dengan semua permasalahan yang ada.

__ADS_1


Bahkan Nada sering menceritakan tentang rumah tangganya kepada Reno, bahkan mereka menjadi teman untuk bertukar pikiran bahkan Nada sering sekali menceritakan bahwa suaminya sering pulang larut malam.


"Kamu jangan menduga-duga seperti itu kepadaku, dulu saat kamu selingkuh aku tidak pernah membahas tentang selingkuhan kamu sampai sekarang!" Ucap Nada sangat marah.


"Aku hanya menduga bukan menuduh." Jawab Tian kepada Nada.


"Menuduh dan menduga itu sama saja." Jawab Nada menggelengkan kepala.


"Sudahlah Nad! Jika Ardian adalah anakku bukan anak Reno mengapa kamu ngegas seperti ini?" Tanya Tian kepada istrinya tersebut.


"Gak habis pikir aku sekarang dengan jalan otak kamu! Bahkan darah daging kamu sendiri kamu bilang anak orang lain." Nada merasa kesal.


Nada tidak terima jika harga dirinya merasa di rendahkan oleh suaminya tersebut, selama ini Nada menjadi ibu rumah tangga yang baik dan peduli dengan anaknya namun Tian lah yang membuatnya berubah untuk saat ini.


"Aku pantas dong menduga! Melihat keakraban Reno dengan anaknya menjadi aku berpikiran tentang Ardian sampai sekarang." Jawab Reno tidak seperti merasa bersalah serta datar saja.


Tian menjadi dingin tidak peduli dengan apa yang di ucapkan lagi tersebut, kecemburuannya lah membuatnya menduga-duga tentang hal seperti itu bahkan merasa bahwa istrinya sudah pernah memiliki hubungan terlalu intim dengan Reno tersebut.


"Bahkan aku juga menduga bahwa hubungan kalian lebih dari teman! Bahkan lebih erat lagi dari ini." Kata Tian semakin menjadi.


"Dasar gak punya otak kamu!" Nada menampar suaminya tersebut.


"Nada mengapa kamu menamparku seperti ini, bahkan kamu menamparku dengan kuat." Kata Tian kepada Nada tersebut.


"Aku menamparmu seperti ini agar kamu sadar! Bahwa kamu salah atas ucapan kamu tersebut, tidak sepantasnya kamu merendahkan istri kamu seperti ini." Kata Nada.


"Aku ngomong berdasarkan Fakta." Jawab Tian.


"Fakta, fakta kamu bilang! Itu bukan fakta tetapi kebohongan belaka tidak seperti itu caranya Tian ingin merendahkan istri." Jawab Nada.

__ADS_1


"Hmmm aku ngomong secara fakta."


"Itu bukan fakta Tian! Tetapi itu omongan yang membuat hati istri kamu ini teriris." Jawab Nada.


__ADS_2