Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Tidak Mau mengantar Zion Ke Sekolah


__ADS_3

Pagi yang dingin memaksa nada untuk Bekerja,demi kelangsungan hidup anak-anaknya dan kebutuhan anak yang harus di penuhi.


Ketika kandungannya mendekati 9 bulan,


Tetapi nada masih bekerja karena tian masih Pengganguran belum ada sedikit pun terngiang dipikiran tian untuk mencari kerja.


Sekitar jam 5 pagi dirinya harus berbenah


Memasak makanan untuk anak-anaknya,


Menyiapkan baju sekolah untuk zion


yang sudah sembuh dan sudah bisa sekolah,menyiapkan bubur dan makanan bubur anak ketiganya tersebut.


"Zion bangun nak sudah pagi."Ucap nada yang melihat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi dan membangunkan anaknya tersebut supaya segera mandi.


Zion bangun segera mandi lalu sarapan, setelah di bangunkan oleh nada selaku ibunya.


"Mama,mantap."Tiba-tiba zion memuji masakan mamanya tersebut dan memuji bangga mempunyai mama yang tangguh.


"Hmm biasa saja makanannya nak,nanti kalau pulang sekolah jam berapa biar papa kamu yang jemput??."Tanya nada pada anak pertamanya tersebut.


"Tidak,aku tidak mau kalau papa yang jemput!!!."Kata Zion pada mamanya tersebut.


"Mari berangkat,biar mama antar tetapi pasang dulu sepatunya."Nada menyuruh anaknya tersebut untuk memasang sepatu.


Namun ketika nada mau mengantarkan anaknya tersebut sekolah!!!Nadira Bangun hingga nada kebingungan bagaimana mau mengantarkan zion kalau nadira masih tetap menangis.


Tangisan nadira mulai kencang dan menggelegar mencari sosok mamanya.


"Mamaaaaaaaaaaaaaaaaaa."Nadira memanggil mamanya dari kamar ,lalu Nada langsung menemui anak bungsunya tersebut dan memeluk anak bungsunya tersebut.


"Mama nanti zion terlambat,Bagaimana Ini sedangkan adik masih menangis."Zion mulai Panik takut terlambat masuk sekolah.


"Tenang zion pasti mama antar."Nada mendiamkan nadira namun nadira masih saja menangis.


Karena nadira masih saja menangis,

__ADS_1


Nada pun menyuruh suaminya tersebut untuk mengantarkan zion ke sekolah,karena nadira masih menangis tidak mau di tinggalkan oleh ibunya tersebut.


"Mama gendong adek"Ucap nadira sambil merengek pada mamanya tersebut untuk digendong terus.


"Nak,Mama mau antar abang zion dulu pergi Sekolah!!!Mama Tinggal dulu boleh."Ucap Nada pada anaknya tersebut.


Nangis nadira pun semakin menjadi dan


Nada langsung meminta tolong,pada suaminya yang sedang main game tersebut.


"Papa tolong antarkan zion sekolah,nadira Nangis saja dari tadi."Nada meminta tolong pada suaminya namun tian menghiraukannya dan tetap fokus pada hpnya.


"Pa apa kamu dengar."Panggil nada sekali lagi.


Tian tetap tidak beranjak dari sofa tersebut dan tetap fokus memainkan game yang ada


Di hpnya tersebut.


"Kamu itu tuli atau gimana."Nada makin marah pada tian karena suaminya tersebut mengabaikan dirinya dalam berbicara.


"Ini anak kita,anak kita berdua tapi aku yang Banyak mengurus mereka,hal sepele saja Kamu di suruh tidak bisa."Nada memarahi suaminya tersebut dan mulai terbawa emosi.


Tidak perlu berbicara keras padaku."Jawab tian masih sibuk memainkan hpnya dengan


Hpnya di putar kesamping.


"Kamu itu ayahnya,di suruh antar anak sekolah tidak bisa,di suruh jaga anak tidak bisa dan pengangguran."Nada mulai mempermasalahkan kehidupan tian yang hanya makan tidur Di Rumah saja.


"Kamu menyepelekan aku,Asal kamu ingat banyak yang sudah di berikan Orangtuaku,ketika aku menganggur dulu,Walaupun Aku menganggur


Ayahku masih sanggup ngasih kebutuhan kita setiap bulan 100 juta,50 juta atau 10 juta,,,Asal kamu tahu saja itu."Tian


Mulai membahas sesuatu yang di berikan oleh orangtuanya dulu pada mereka.


"Kamu mengapa itu saja yang kamu Bahas,yang aku mau usaha dari kamu bukan harta yang di miliki oleh kedua Orang tua kamu dulu."Nada mengangkat tangannya ke pinggang.


"Asal kamu tahu dulu tanpa bekerja pun

__ADS_1


Aku sudah mendapatkan keduanya dari orangtuaku,harta dan segalanya."Tian masih Belum bisa move on dari kehidupan lamanya yang kaya tersebut.


Tian belum terbiasa dengan kehidupan yang sekarang,karena dulu tian adalah anak konglomerat terkaya,namun kehidupan Berputar dengan porosnya dan menjadikan Tian berubah 100 persen.


"Aku tidak mau mengantarnya karena


lagi main game,sana kamu saja yang antar."Ucap Tian masih sibuk dengan game nya dan tidak peduli dengan apa kata istrinya tersebut.


"Aku sudah capek berumah tangga dengan Kamu seperti ini."Nada menghela napas dengan kelakuan tian dan tidak peduli dengan kehidupan mereka.


"Kalau kamu sudah capek berumah tangga,Kamu ceraikan saja aku!!!."Tian mengancam nada,jika sudah bosan berumah tangga ceraikan saja tian.


"Kamu pikir kalau kita cerai bagaimana dengan anak-anak ini,bagaimana psikis mereka dan bagaimana down nya mereka,aku kalau bukan karena anak tidak akan aku pertahankan Rumah tangga ini."Nada bicara sudah terbawa emosi.


Selama 10 tahun menikah belum pernah pun tian menafkahinya,selama ini sebelum orangtua tian meninggal dunia,tian hanya meminta uang bulanan dari papanya karena Anak tunggal.


Tian mengira kehidupan akan selamanya bersenang-senang dengan harta yang melimpah,namun harta tersebut semua hanya titipan dari Tuhan.


Kehidupan di tahun ke 5 mereka menikah,


Kehidupan berubah drastis orangtua tian bangkrut dan tidak mempunyai apa-apa lagi yang bisa di andalkan.


"Kamu tahu,mengapa kamu dari dulu tidak belajar banyak dari orangtua kamu,coba kamu belajar mandiri dari Orangtua kamu,pasti kamu bisa sukses,selama orangtua kaya kamu masih hidup,tidak bisa manfaatkan ilmu yang di miliki oleh orangtua kamu."Ucap Nada emosi pada tian lalu membanting hp tian karena tidak mendengar omongan istrinya tersebut.


Tian langsung tercengang melihat Istrinya tersebut terbawa emosi,


marahnya terhadap istrinya mulai meledak hendak mau menghantam nada.


Lalu Tian mengambil hp yang di lempar oleh Nada,Hp tersebut hanya pecah di bagian layar saja sedikit.


"Untung hanya pecah di layar anti goresnya,Kalau rusak total aku tampar kamu tadi."Ucap Tian marah pada istrinya tersebut.


"Coba kamu tampar,tampar aku."Nada memberikan pipinya untuk di tampar oleh tian.


"Sudah lah,kamu jangan buat aku emosi,


Kalau aku sudah khilaf dan tempramen Bisa habis kamu saya hajar."Tian meredam kemarahan karena takut khilaf untuk mengajar istrinya tersebut.

__ADS_1


"Aku tidak peduli mau kamu tampar aku, kamu hajar,aku ngomong sesuai fakta,jangan jadikan aku cuman sumber Dana kamu,Sedangkan kamu tidak bekerja,selama menikah apa yang sudah kamu berikan padaku dan anak-anak,kasih sayang tidak ada,kepedulian tidak ada,cinta tidak ada,


Nafkah tidak ada,terus mau apa yang kamu kasih???."Nada menuntut pemberian apa yang sudah tian berikan selama menikah padanya selaku sebagai istri yang dinikahinya.


__ADS_2