
Tian dengan bangganya memberikan uang Tersebut pada istrinya dan mengatakan pada Nada,bahwa uang tersebut diberikan oleh sahabatnya langsung,sahabat yang akrab
Di masa kuliah dulu,tanpa perlu membayar lagi dan menganggap bahwa uang tersebut
Diberikan bukan sebagai hutang.
"Sayang...Lihat deh apa yang aku bawa."
Kata tian jalan kaki dari gang rumahnya sampai rumah karena di antar seli.
"Apa??"Tanya nada pada tian.
"Ini gue bawa uang."Jawab tian dengan wajah gembira menunjukan gumpalan uang tersebut.
Saat tian membawa uang persalinan tersebut,
Nada yang dari banyak pikiran menjadi tersenyum lebar dan pikiran mulai terlihat plong saat melihat uang segepok tersebut.
"Uang siapa itu pah???"Tanya seli dulu pada suaminya dan kaget suaminya mendapatkan uang sebanyak itu.
"Mmmmm ini uang..."tian memikirkan jawaban apa yang tepat.
"Uang dari mana??"Tanya nada balik lagi pada suaminya tersebut.
"Mmmmmm begini ceritanya sayang,tadi aku
Menelpon teman aku yang kuliah namanya aldo tuh."Ucap tian namun nada langsung
Memotong omongan tian.
"Aldo yang mana!!"Seru nada semakin berpikiran over thinking.
"Langsung deh berpikiran negatif uang dari mana,tidak mungkin juga gue maling di jalan."
jawab tian merasa di tuduh yang gak-gak oleh istrinya karena ekspresi istrinya sudah berubah menjadi penasaran.
"Dengar dulu deh cerita aku mami,uang itu tadi aku pinjam dari dia 50 juta namun kata
Aldo tidak usah di balikkan ambil saja karena menolong teman itu bagus,itu kata aldo ma."
Jawab tian menyakinkan istrinya tersebut padahal uang tersebut di berikan oleh seli selingkuhannya.
"Masih kurang percaya!!"Seru seli pada suaminya tersebut.
"Astaga sayang...Mau kapan kamu percaya sama aku."kata tian lalu mengigit tangan dan hidung istrinya dengan bercanda.
"Aku dari awal menikah juga kurang percaya sama kamu."jawab nada yang tidak percayaan lagi dengan suaminya tersebut.
__ADS_1
"Terserah lah mama yang penting papa uda menceritakan semuanya,mau percaya atau tidak itu urusan mama."tian merasa kesal dengan jawaban istrinya.
"Hmmm iya deh percaya kalau kamu sudah ngomong begitu."jawab nada lalu menerima uang tersebut.
Dengan girangnya nada menerima uang tersebut,semenjak mertuanya meninggal tidak pernah lagi nada memegang uang sebanyak itu.
"Banyak sekali uangnya sayang."Kata seli lalu memeluk uang tersebut dengan perasaan bangga walaupun uang tersebut suatu saat akan habis untuk persalinan namun nada senang untuk hari ini memegang uang tersebut.
"Bahagianya sayang aku menerima uang sebanyak ini,besok kamu telpon teman kamu itu sayang,tolong ucapkan banyak terimakasih sama teman kamu itu."ucap nada
Yang masih tahu balas budi pada sahabat suaminya.
Nada tidak tahu uang itu dari mana yang penting nada percaya dengan suaminya pada hari ini karena sudah membawa uang banyak,
Takut uang itu hilang nada pun beranjak dan menyimpan uang tersebut ke lemarinya lalu
Di kunci nada.
Nada balik lagi duduk di sofa ruang tamu ketika anaknya tidur nada ingin bermesraan dengan suaminya tersebut,saat duduk bareng
Tian terus menatap mata dan wajah istrinya memandangnya dengan penuh cinta,namun
Untuk urusan nakal di luar belum terkendali.
"Sayang terimakasih."Ucap tian lalu memegang pipi kiri dan kanan dengan kedua tangan nya,tian kagum dengan istrinya tersebut karena sudah banyak berjuang dengan rumah tangganya.
"Terimakasih mengapa!!"seru nada mendekatkan dirinya di pundak tian,agar mendapat pelukan manja dari pria itu.
"Sama-sama sayang,kamu juga semoga bisa menjadi sosok bapak yang baik untuk anak-anak."jawab nada merasa kurang puas bahwa sosok suaminya merupakan suami yang baik untuk anak-anak.
"Memang selama ini,aku belum menjadi sosok yang baik munk untuk anak-anak."
Jawab tian merasa kurang puas dengan kata-kata istrinya.
"Jangan salah sangka dulu...Selama ini kamu memang papa yang baik buat anak-anak.."
"Lalu mengapa kamu tidak memujiku."Jawab Tian pada istrinya.
Tian masih bingung jika habis lahiran nanti untuk menjadikan seli sebagai istri kedua karena takut ketahuan istrinya,maka istri akan meminta cerai padanya,tian juga takut kehilangan nada perempuan yang sangat tian cintai itu.
"aku takut kehilangan kamu sayang."Gumam Tian dalam hati lalu memandang nada istrinya tersebut.
"Tumben kamu mengatakan seperti ini."Kata
Nada pada suaminya tersebut.
Dalam pikiran tian masih campur aduk,satu sisi tian sangat mencintai nada dan satu sisi juga menyanyangi seli karena sudah terbawa
__ADS_1
Perasaan yang mendalam pada seli.
"Gue mau tinggalin seli,gue masih sayang sama perempuan itu."gumam tian dalam hati kepikiran seli.
Nada menggenggam tangan nya suaminya,
Meminta suaminya untuk berubah ke arah
yang lebih baik,ingin melihat tian sebagai
Sosok bapak yang baik bagi anak-anak.
"Sayang boleh aku minta satu saja permintaan sama kamu."ucap nada ingin membilang pada suaminya untuk berubah.
"Apa sayang??"Tanya tian pada nada.
Namun saat nada berkata seperti itu sudah
Duluan air mata membasahi pipinya dan mengingat banyak hal yang menyakitkan selama berumah tangga sudah di lewati Bersama suaminya tersebut.
"Aku ingin kamu berubah,menjadi sosok bapak yang baik."ucap nada sambil menangis meminta suaminya berubah.
"Mama anak-anak,dengarkan lah semua omongan aku,ayah dari anakmu ini akan berubah,aku ingin anak ku kelak tidak membenciku sebagai sosok seorang bapak."
Ucap tian yang juga merasa takut bahwa anak nya membencinya sebagai sosok seorang bapak.
"Makanya itu berubah dari sekarang,kalau anak kamu pingin menghargai kamu sebagai Sosok seorang bapak."jawab nada optimis jika omongan akan mengena di hati suaminya tersebut.
"Kapan kamu akan berubah sayang??"Tanya nada pada suaminya tersebut.
"Aku akan berubah hari ini dan selamanya demi anak dan kamu."tian memeluk tubuh istrinya tersebut.
Tian lalu mengelus perut nada dan merasakan tendangan aktif dari anaknya yang ada dalam kandungan tersebut,pada saat
Di usg tian dan nada akan mendapatkan seorang anak laki-laki.
"Kita akan mendapatkan anak laki-laki."Ucap
Tian pada istrinya tersebut.
"Iya dong,kita akan mendapatkan anak laki-laki."ucap nada senang karena merasakan senang saat suaminya tersebut mengelus perutnya.
Tian pun mencium perut nada saat anaknya
Menendang dalam perut tersebut,tian semakin merasakan tendangan aktif dari anaknya tersebut.
"Aktif sekali kamu nak tendangannya."ucap
__ADS_1
Tian karena anaknya menendang dari tadi dalam perut.
"Iya sayang anak kita sangat aktif dalam kandungan,berarti kelak anak kita ini anak sehat."jawab nada pada suaminya tersebut.