Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Masakan Istri


__ADS_3

Kepulangan suami dari luar negeri Nada sudah memasak kesukaan suami tersebut seperti ikan nila bakar,ayam goreng dan sayuran khusus yang tersaji di meja tersebut.


Mereka telah membuka oleh-oleh pemberian Tian tersebut, sebagai istri yang baik takut suami nya sampai kesini dengan perut kosong tidak sempat ngisi perut dengan makan sebelum penerbangan tersebut akhirnya Nada masak.


Masakan yang telah di rindukan Tian buatan sang Istri pertama, sedangkan Seli selama honeymoon memasak untuk Tian pun tidak pernah karena tidak pandai memasak.


Bahkan Seli sama sekali tidak pernah memasak, makanan anak pun semua di sediakan oleh pembantu bahkan untuk urusan rumah pun Seli tidak bisa turun tangan.


Seli hanya bisa menghandle serta pintar berbisnis, semua di jalankan karena ada anak buah yang ikut berperan dalam membantu Seli.


"Sayang aku sudah masak makanan buat kamu, mana tahu Papa lapar perut nya kosong kan atau tidak sempat makan sebelum penerbangan." Ucap Nada menyuruh untuk makan dulu pada suami dan anak nya.


"Anak-anak mari makan." Panggil Nada menyuruh anak-anak nya ke meja makan.


"Hmm pasti makanan Mama enak, pasti lah itu masakan istri soalnya selama di luar negeri tidak ada yang masakin Papa dan dia pun tidak pandai masak." Hampir saja Tian keceplosan menyebut nama Seli.


Langkah Nada berhenti sejenak menuju meja makan karena mendengar kata dia. Nada tidak tahu maksud dari kata-kata tersebut.


"Diaaaaa...Dia siapa Pa??? Tanya Nada agak curiga ketika mendengar kata si dia.


"Hmmmmm itu si dia teman Papa yang cowok namanya sandi itu, tidak bisa di andalkan si sandi itu!!" Jawab Tian terbata-bata.


"Mengapa harus pakai kata si dia?? Mengapa tidak Papa sebutkan entah si sandi entah siapa kek?" Kata Nada makin bingung.


Tian makin terbata-bata untuk ngomong kali ini sebegitu gegabah nya, hampir saja hendak menyebut nama perempuan itu, namun Tian akhirnya bisa mengerem mulut nya untuk tidak menyebut nama Seli.


"Siapa??? Jujur pada Mama!! Nama si dia itu siapa yang tidak bisa masakin Papa?" bentak Nada kepada suami nya tersebut.


"Mam,,,sudahlah tidak perlu di perpanjang, Papa sudah menyebut nama Sandi, masih tidak percaya lagi?" Kata Tian berusaha menjelaskan.


"Hmm iya sudah." Jawab Nada mencoba tidak memperpanjang.

__ADS_1


Mereka pun menikmati makan bersama tersebut, anak-anak ikut senang bahwa Papanya sudah pulang, sedangkan Nada pikiran masih beradu mengingat panggilan si dia yang entah untuk siapa di tujukan suami.


Akhirnya Nada diam-diam saja seakan baik-baik saja, namun dalam pikiran nya sudah beradu memikirkan kata panggilan dia tersebut.


"Sayang makanan kamu enak banget." Kata Tian memakan paha ayam tersebut.


"Hmmmmmmm." jawaban singkat dari Nada.


Tian melihat ke arah istri lebih banyak diam ketika panggilan nama Seli hampir saja keceplosan di ucapkan oleh Tian ketika berbicara pada Nada.


Nada diam saja terlalu tidak banyak respek bahkan sepatah kata pun tidak keluar dari mulutnya sedikit pun, Suaminya menjadi canggung melihat Nada diam saja fokus ke makanan yang di makan.


"Hmmm diam saja!!" Kode Tian terhadap istri untuk menyindir mengapa diam saja.


Namun Nada tetap diam saja tanpa respek dengan suaminya tersebut, bahkan saat makan pun Nada cepat selesai langsung ke kamar untuk menemani Ardian anak nya yang tidak bisa di tinggal sendirian karena masih kecil kalau di kamar.


"Sayangggggg."


"Mama cepat sekali makan?? Biasanya menemani kami di meja makan! Kalau kami belum selesai makan Mama tidak pernah berani pergi seperti ini." Sambung Zion seperti nya Mama nya sedang bete.


"Mamaaaa bete?" Tanya Tian kepada Nada.


"Tidak, aku hanya ingin istrahat saja!" Jawab Nada.


"Mama temani kami disini dong, please Mama." Nara memohon pada Mama nya.


"Sudah minta temani Papa saja!! Adik kamu dalam kamar bentar lagi nangis tuh." Kata Nada dengan alasan seperti itu padahal tidak Nada hanya bete melihat Tian.


"Sayang kamu mengapa??? Mengapa menjadi bete begini! Tolong di jelaskan dong sama Papa, kita selesaikan baik-baik ke salah pahaman di antara kita."


"Sudahlah makan lah bersama anak, tolong temani anak-anak makan disini." Kata Nada meminta tolong pada suaminya untuk menemani anak-anaknya makan.

__ADS_1


"Astagaaaa, pasti kamu salah paham lagi kalau sudah seperti ini." Kata Tian menjadi tidak melanjutkan makan nya.


"Sudahlah, itu anak-anak masih makan tolong temani saja dulu, aku mau istrahat." Kata Nada lalu pergi ke kamar.


Masih terlihat raut bete dan cemburu di wajah Nada, masih terngiang di dalam otak nya tentang panggilan si dia, bahkan dalam kamar pun otak nya tidak bisa mencerna kata dia tersebut.


"Siapa sih yang di sebut oleh suamiku dengan panggilan Dia tersebut??"Kata Nada bertanya dalam hati.


"Ih otakku jadi berantakan! Siapa sih? Tidak mungkin juga sandi sahabatnya." Gumam Nada makin terlihat curiga.


Anak-anak belum selesai makan, namun Tian sudah merasa tidak enakan dengan istri bahkan untuk makan pun Tian menjadi tidak selera dan semangat.


Tian menjadi risau sendiri serta mau menemui istrinya di kamar, namun anak-anak belum selesai makan meminta pada Papa nya tersebut untuk di temani di meja makan.


"Papa mau kemana?? Temani kami dulu dong belum juga selesai makan! Sudah mau main tinggal saja Papa ini." Sahut Zion meminta Papa nya untuk menemani anak-anaknya.


Nada bete dan memeluk anaknya Ardian yang sedang tertidur pulas tersebut, lalu mengecup Pipi anak nya tersebut dengan berulang kali.


Nada terus memandangi wajah anak nya tersebut, nampak lucu sekali saat Ardian tertidur pulas dan nyenyak saat tidur menyamping.


"Hmm kalau Mama lihat kamu unyu sekali Nak kalau sedang tidur," gumam Nada dalam hati.


Selesai anak nya makan, suaminya tersebut langsung menghampiri Nada dalam kamar namun Nada buang muka saja.


"Hmmm sayang kamu kenapa??? Dari tadi Papa lihat kayak bete begitu sama Papa?" Kata Tian memeluk Nada.


Namun Nada langsung menepis tangan suami nya, menolak untuk di peluk dan bicara karena sudah bete duluan dengan suaminya tersebut.


"Sayangggg." Tian masih membujuk Nada yang ngambek tersebut.


"Aku butuh istrahat nanti saja kita ngomong kalau ada yang di bicarakan nanti saja dibicarakan! Sekarang pun tidak bakal masuk ke otakku!!." Jawab Nada bete sekali.

__ADS_1


__ADS_2