
Seli dan Tian pergi honeymoon ke jepang untuk menikmati indahnya bunga sakura di sana, tanpa sepengatahuan Nada mereka pergi untuk menikmati bulan madu.
Sudah 5 hari keduanya menikmati liburan di sana, bahkan mereka sama-sama bahagia hingga Tian lupa dengan anak sampai tidak video call, biasa nya kalau Tian pergi liburan pasti menyempatkan diri untuk komunikasi dengan anak.
"Mama, kemana Papa??" Tanya Ardian anak bungsu mereka.
"Papa sedang liburan barang sahabatnya Nak nanti kalau adik kangen, kita video call Papa ia Nak, setelah tutup toko nanti kita telpon Papa dek!!" Ucap Nada hanya mengetahui kalau suami nya liburan bareng sahabatnya.
Nada semakin mencurigai suami nya tersebut karena liburan keluar negeri, biasanya selalu video call dengan anak namun sudah 5 hari Tian di luar negeri, sama sekali belum ada komunikasi dengan anak hanya sebatas chat saja nanya kabar.
Setelah toko tutup pada sore hari Nada mencoba menghubungi suaminya tersebut pada waktu itu karena Ardian sudah rindu Papanya.
Seli dan Tian berkunjung ketempat-tempat indah di jepang, bahkan sudah 5 hari di jepang merasa belum puas dengan liburan honeymoon tersebut.
Pada saat ke restoran bersama istri keduanya tersebut, sosok istri menghubungi Tian karena Ardian rindu berat, tidak bisa tidur jika tidak ada Papa nya di samping nya.
Saat melihat ke layar hp siapa yang menghubungi Tian, terpampang jelas panggilan dari istrinya tersebut, pria itu agak ragu untuk mengangkat telpon tersebut karena yang ada malah bertengkar dengan Seli.
"Siapa?? Hp bunyi begitu tidak di angkat!" Kata Seli agak kesal, Seli tahu pasti panggilan dari istri pertama nya.
"Istri aku menghubungi aku, tadi istri aku chat juga bahwa Ardian anak bungsuku kangen pada Papanya ini," jawab Tian tersenyum merasakan juga kangen dengan sosok bocah bungsunya tersebut.
"Jadi gimana?? Papi angkat telpon dari istri kamu itu!" Ucap Seli agak marah.
"Angkat dong Mami." Jawab Tian lalu mau mengangkat telpon tersebut namun Seli sudah lebih duluan merampas hp tersebut dari tangan Tian.
"Hp ini aku pegang." Kata Seli memegang hp yang telah di rampas nya tersebut.
__ADS_1
"Mamiiiiiiiiiiiiiiiiiii." Sahut Tian menatap istrinya tersebut.
"Selagi kita honeymoon jangan pernah kamu mencoba telponan sama istri kamu!" Kata Seli naik pitam.
Mereka sedang honeymoon, sikap Seli yang tidak bisa menghargai Tian membuat suami orang tersebut marah, bahwa Seli tidak bisa memberikan kebebasan sesuai janji mereka sebelum menikah jangan mengatur waktu Tian bersama anak dan istri.
"Mamiiii, apaan sih! Jangan melarang aku begitu dong, istri Papi itu bukan cuman Mami saja!!" bentak Tian marah karena Seli tidak bisa memberi kebebasan.
"Jadi kamu marah sama aku!" Jawab Seli lalu berdiri meninggalkan Tian di restoran tersebut.
"Kamu mengapa jadi gini sih, kamu sendiri yang bilang tidak akan menuntut waktuku dengan anak-anak." Kata Tian menahan Seli memegang tangan nya untuk tidak pergi.
"Aku memang ada bilang seperti itu, tetapi tolong kamu hargai aku sebagai istri!! Kamu tahu aku juga Istri kamu!" Kata Seli tidak jadi pergi karena merajuk.
"Tetapi Mami aku sudah berikan waktu 5 hari ini loh dan aku tidak ada menghubungi anak Istriku, aku begitu kangen," ujar Tian mengatakan kangen.
Seli semakin ngegas saat Tian bilang kangen ternyata menikah dengan Seli pun, pria itu belum juga bisa melupakan istri pertama dalam hidupnya.
"Kangen kedua nya Nada dan anak-anak!" Jawaban jujur dari hati Tian.
"Kita lagi honeymoon loh Papi bahkan saat honeymoon seperti ini tega menyakiti hatiku seperti ini." Kata Seli pedih sekali mendengar perkataan Tian.
"Aku tahu posisi Mami, tetapi tolong mengerti juga posisi Papi yang juga punya keluarga di sana!!"
"Di saat liburan seperti ini dan di saat baru menikah seperti ini kita bertengkar, pernikahan kita belum sampai satu bulan Papi sudah buat hati ku pedih Paaaaa!" Kata Seli lalu menangis tidak kuat menahan air mata nya.
"Mamiiiii...Bukan maksud aku untuk menyakiti hati sayang." Ujar Tian mendekati Seli lalu memeluk nya.
__ADS_1
"Sedih ia berada di posisi aku! Menjadi istri kedua, simpanan lagi, menikah diam-diam bahkan sahabat dari pria tidak di undang sama sekali yang hanya hadir dalam pernikahan aku hanya teman-teman aku tanpa di hadiri keluargaku, itu semua atas permintaan Papa!!!" Kata Seli merasa bahwa menjadi simpanan tidak ada harga dirinya.
Terus meratapi posisi dalam hidup menjadi simpanan atau di nikahi secara diam-diam tidak di perkenalkan dengan teman-teman serta status hanya bisa mesra di rumah dan di tempat liburan saja tanpa ada seorang pun yang tahu tentang pernikahan mereka kecuali teman Seli.
Bahkan keluarga Seli sendiri pun tidak di perkenankan untuk tidak hadir dalam acara pernikahan tersebut, bahkan undangan pun tidak sampai ke tangan keluarga Seli.
"Sayang, kamu mengapa begini sih?? Tolong sabar lah sayang, kita ini sama-sama cinta jadi tolong bertahan denganku sayang aku"Kata Tian membelai rambut Seli dengan lembut.
"Gimana aku tidak menangis seperti ini sampai aku menikah pun dengan Papi, selalu masih memprioritaskan anak dan Nada." Jawab Seli mengusap air mata dan pipinya sudah sembab.
Suami nya tersebut tidak mengangkat telpon tersebut, anak nya menangis merengek-rengek rindu Papanya hingga Nada kebingungan bagaimana cara membuat anak nya terdiam.
Mencoba menghubungi kembali suami nya tersebut, saat perdebatan sudah selesai di antara Seli dan Tian, pria itu melihat lagi layar hp nya panggilan video whatsapp dari istrinya tersebut.
"Sayang aku angkat telpon dulu." Kata Tian lalu pergi untuk mengangkat panggilan video whatsapp tersebut.
"Halo sayang, bagaimana kabarnya???" Kata Tian pada sang istri tersebut.
"Papa gimana sih!! Dari kemarin di hubungi tidak masuk nonaktif segala nomor hp nya baru ini bisa di hubungi, anak Papa sudah pakai nangis lagi!" Kata Nada marah-marah pada suaminya tersebut.
"Mama...Maaf Papa salah sebenarnya disini signal nya gak ada kemarin, baru ini lancar disini." Kata Tian dengan penuh kebohongan
"Nih lihat Ardian merengek mulu!! Minta pingin video call sama Papanya, makanya mama video call karena dia rindu." Jawab Nada.
"Mama yang rindu atau anaknya yang rindu." Kata Tian sambil senyum lebar.
"Hmmmm anak kamu lah tidak mungkin istri kamu ini Pa!" Jawab Nada sebenarnya rindu.
__ADS_1
"Sudah jujur dari lubuk hati yang paling dalam kalau Mama tidak rindu dengan Papa." Kata Tian memastikan istrinya tersebut.