
Saat Nada membawa anak- anak keluar untuk refreshing ke mall, pria itu segera menghubungi istri keduanya karena melihat ada panggilan masuk dari istri keduanya tersebut pada waktu itu.
Seli mendengar ada panggilan masuk, namun hp tersebut terletak di meja kecil, berusaha mengambil hp tersebut namun tangannya agak susah digerakkan.
Dokter Reno menyebutkan bahwa Seli jangan terlalu banyak makan pedas, bisa menyebabkan bahaya untung bayi yang ada dalam kandungan tidak apa- apa.
Reno melihat Seli tidak bisa mengambil hp nya tersebut, berusaha membantu mengambil hp Seli tersebut, nama yang menghubungi tersebut di kontak Seli tertulis nama (My Husband).
Reno langsung senang, bahwa yang menghubungi tersebut adalah suami dari Seli tersebut, kasihan melihat pasien nya tanpa di dampingi suaminya tersebut, namun Reno juga menyalahkan dalam hati kenapa Seli mau menjadi kedua ketika sudah tahu bahwa suaminya sudah mempunyai istri sah.
"Suami Mbak menghubungi." Kata Reno membantu memberi hp tersebut.
"Benarkah Dokter? Suami saya menghubungi saya." Seli langsung semangat serta menegak kan badannya.
Seli bahagia sekali, suami orang tersebut menghubungi Seli walau pun statusnya sebagai istri simpanan, namun Seli tidak pernah menyesali menjadi bagian dari hidup Tian namun Seli menyesali menikah dengan pria itu karena si pria tidak punya waktu lgi dengannya.
"Sayang, aku sekarang lagi di rumah sakit karena perutku sakit." Ujar Seli sambil mengadu kepada suaminya.
Berharap suaminya datang untuk menemuinya dirumah sakit tersebut, entah mengapa Seli ingin menceritakan curahan hati kepada suaminya tersebut.
" Ahhhh kamu sakit sayang? Maaf aku baru bisa menghubungi sayang karena ada kendala di rumah soalnya." Ujar Tian memberi penjelasan.
" Aku hampir saja kehilangan bayiku dalam kandungan sayang, aku semalam banyak makan cabe sama yang pedas." Jawab Seli kepada suaminya tersebut.
"Jadi gimana sayang? Bayi kita terselamatkan kan dalam kandungan?" Tanya Tian.
"Untungnya tidak apa- apa sayang." Jawab Seli.
__ADS_1
Namun bukannya kata-kata yang membuat semangat terlontar dari Tian, melainkan kata- kata yang membuat mental down serta bisa gila mendengarnya.
Tian menyalahkan Seli secara sepihak, tanpa mendengar dulu segala inti dari permasalahan tersebut menyudutkan Seli secara sepihak, membuat mental Seli down banget posisi juga lagi tak berdaya di rumah sakit karena sedang di infus tersebut.
" Mami sih tidak bisa jaga kesehatan sedikit pun! Mami jaga tuh bayi dalam kandungan kita tersebut, Mami harus jaga pola makan pokoknya! Biar bayi dalam kandungan sehat menjelang lahiran." Ucap Tian sambil menyalahkan secara sepihak.
"Papi menyalahkan aku?" Tanya Seli berlinang air mata.
Dokter Reno yang sedang mengecek kondisi pasiennya, lalu berhenti memeriksa saat pembicaraan Seli dan suami sudah terlalu dalam Dokter Reno hendak keluar.
Namun Dokter Reno langsung ditahan tangannya oleh Seli, berharap bahwa Dokter Reno tidak pergi dari ruangan berharap bisa mendengar curhatan Seli ketika bercerita nanti kepada Dokter tersebut.
"Aku menyalahkan Mami kali ini, coba Mami bisa lebih menjaga pola makan Mami tidak akan begini akibatnya." Ucap Tian menyalahkan Seli secara sepihak.
"Begini nih! Jika Papi tidak berpikir, siapa sih yang menginginkan semua ini terjadi? Sebagai Mama dari anak ini tidak pernah Mami menginginkan ini terjadi dalam hidup Mami." Jawab Seli merasa down saja dengan ucapan suami tersebut.
"Mami dong tidak bisa jaga kesehatan! Coba Mami lebih bisa menjaga kesehatan tidak bakal akan terjadi seperti." Mulut Tian makin lantam.
Terus Tian menanyakan nama rumah sakit tempat Seli sedang di rawat tersebut, pria itu menanyakan detail banget tentang Seli.
Saat Seli memberikan nama rumah sakit tersebut, langsung Tian mengingat bahwa rumah sakit tersebut adalah milik mantan kekasih istrinya Nada.
"Aduh, bisa kacau nih semua! Bisa ketahuan semua perselingkuhan aku, jika aku kerumah sakit menyusul Seli." Gumam Reno dalam hati tersebut.
"Sayang pokoknya besok kamu harus pindah rumah sakit dari situ! Aku akan membayar semua biaya rumah sakit sayang." Ucap Tian tidak mungkin menjenguk Seli kerumah sakit tersebut.
"Sayang kenapa aku harus pindah rumah sakit? Sedangkan disini pelayanannya baik dan Dokternya juga profesional serta baik banget mau menghibur pasiennya supaya tidak down." Seli menjelaskan semua.
__ADS_1
"Siapa nama Dokter yang menangani Mami sekarang?" Tanya Tian berharap tidak Reno.
"Nama nya adalah Dokter Reno." Jawab Seli.
Sontak Tian langsung kaget mendengar nama seorang Dokter, pria itu sangat tidak menyukai Dokter Reno karena merupakan mantan kekasih dari Nada istrinya tersebut.
"Baik sayang, besok Mama harus pindah rumah sakit! Pokoknya Papi bilang pindah biar bisa jenguk Mami, kalau dari sini kejauhan banget." Kata Tian pura-pura.
"Tidak perlu Papi! Besok Mami akan keluar juga dari rumah sakit ini jadi tidak perlu kuatir sama Mami tetapi tolong jemput aku dari rumah sakit." Seli meminta tolong suaminya untuk menjemputnya.
"Besok ada urusan aku sayang. Bahwa ada urusan bisnis nanti Mami hubungi saja berapa biayanya?" Kata Tian alasan salah satunya karena tidak ingin melihat Dokter Reno.
"Sayang saat aku sakit seperti ini! Kamu tidak ada menemani aku." Seli menangis.
"Bukan uang kamu yang aku butuhkan, namun lebih ke bentuk perhatian kamu sekarang, kamu dulu berani mendekati aku hingga membuat aku jatuh hati." Seli menjelaskan semuanya.
"Maaf sayang, nanti saat kepulangan kamu di rumah, nanti aku susul saja di rumah sayang bukan di rumah sakit." Tian langsung mematikan panggilan tersebut.
Seli pun menangis terisak-isak, berusaha menenangkan pasiennya setelah mendengar semua percakapan antara pasien dan suaminya tersebut, ada perasaan iba muncul dari dasar hati Dokter Reno.
"Tega suami pasien saya seperti ini." Gumam Reno dalam hati sambil menangis.
"Maaf saya mendengar percakapan Mbak dengan suami, saya mendengar bahwa Mbak terlalu di salahkan karena tidak bisa menjaga pola makan?" Ucap Dokter Reno.
"Iya Dok." Jawaban singkat saja dari Seli.
Sedih banget tentu dalam hati, ketika suami tidak bisa di harapkan selalu ada ketika kondisi sedang down tersebut, bahkan Seli menangis tidak kuat menahan kesedihannya.
__ADS_1
Semua curhatannya di ceritakan sama Dokter Reno, bahkan Dokter Reno menjadi pendengar yang baik buat Pasiennya tersebut supaya tenang dan tidak down.
Seli merasa capek saja, selama ini pengorbanan sebagai istri kedua tidak di hargai oleh Tian, merasa hidup berat banget untuk di jalani apa lagi dalam kondisi sakit seperti ini menginginkan suami tetap hadir.