
Tian langsung menghampiri istrinya yang sedang berduaan dengan Reno tersebut, bahkan Tian marah sekali walaupun Tian selingkuh namun pria itu tidak mau istrinya mengikuti langkah Tian.
Tian lalu menghampiri Nada, langsung meninju Dokter Reno merasa sangat benci sekali dengan mendekati istrinya tersebut bahkan ini alasan Dokter Reno menggratiskan biaya persalinan istrinya.
"Rasain!! Jadi ini alasan Dokter menggratiskan biaya rumah sakit di rumah sakit Dokter!" Langsung meninju Dokter Reno.
"Sabar! Saya bisa jelaskan tentang kedekatan saya dengan istri kamu! Kami itu hanya sebatas teman biasa." Ujar Reno.
"Sabar katamu! Mana bisa sabar saya sebagai suami melihat istri saya berduaan dengan kamu." Jawab Tian menghajar lagi Dokter Reno.
"Astaga , sudah saya katakan cuman sekedar teman dengan istri kamu." Jawab Reno sambil ketar ketir menahan sakit.
"Mana ada suami yang membolehkan istrinya berduaan dengan pria lain." Ucap Tian menghajar habis-habisan Reno sampai berdarah.
Nada tidak habis pikir melihat tingkah lalu suami, dahulu Nada bisa menerima suaminya selingkuh namun tidak dengan pria itu, menuntut istrinya supaya tidak dekat dengan siapa pun pria kecuali cuman suaminya saja.
"Tian... Hentikan tingkah konyol kamu itu sekarang! Tidak lucu tahu kamu seperti ini kamu dahulu juga pernah selingkuh."
"Aku selingkuh 2 tahun yang lalu." Jawab Tian pura-pura.
"Selingkuh 2 tahun yang lalu kamu bilang, kamu tidak ngacak bahwa kamu mungkin sekarang ini ada dekat dengan wanita, atau kamu balik dengan selingkuhan kamu sekarang!" Ujar Nada seakan tidak peduli.
Nada tidak takut ketahuan berduaan dengan Reno, mereka berduaan bukan karena selingkuh melainkan cuman sekedar teman curhat biasa.
Nada sudah terserah, keputusan siap di terima atas rumah tangga mereka sekarang mau di pertahankan atau tidak, sudah capek bagi Nada untuk mempertahankan rumah tangga melihat ulah suami.
"Kalau kamu mau minta cerai! Aku siap menerima perceraian ini." Kata Nada sudah pasrah saja.
"Tidak! Aku tidak akan menceraikan Mama sampai kapan pun?" Ujar Tian.
__ADS_1
"Terserah kamu keputusan gimana? Aku cuman bisa mengikut saja namun tidak mencintai kamu sepenuh hati lagi." Dengan berat hati Nada mengatakan seperti itu.
"Mamaaaaaaaaaa."
"Apa? Jangan panggil aku dengan sebutan mama lagi." Ucap Nada merasa marah.
"Berubah kamu iya di buat pria bajingan ini sampai senekat ini." Ujar Tian menarik tangan istrinya.
Perdebatan sengit pun terjadi di antara mereka, sampai membahas tentang masa lalu yang terjadi, istrinya kembali mengorek tentang perselingkuhan Tian di masa lalu tersebut.
"Bukankah kita imbang, kamu selingkuh dan aku juga bisa dekat dengan siapa saja?" Kata Nada menjelaskan kepada suami.
"Oh, asal kamu hanya aku yang bisa melakukan itu tetapi tidak dengan ibu dari anak-anakku." Jawab Tian egois.
"Dasar kamu egois."
Reno berusaha melerai suami istri yang bertengkar tersebut, bahwa persoalan bisa di jelaskan nanti ketika sudah sampai di rumah namun perdebatan sengit tetap terjadi.
"Diam kamu bajingan! Tidak usah melerai pertengkaran di antara kami." Tian menampar pipi kanan Reno.
"Ren, kamu tidak apa-apa?" Tanya Nada kepada Reno.
"Nad kamu itu sebenarnya harus peduli dengan suami kamu, bukan peduli sama orang lain seperti ini." Kata Tian.
"Oh."
"Singkat banget kamu ngomongnya Nad?? Kamu itu masih berstatus Istriku." Ucap Tian menyuruh Nada untuk pulang.
"Terus aku mau ngomong apa?"
__ADS_1
Tian menarik tangan Nada baru menghubungi temannya, untuk membawa Mobil Nada supaya Tian bisa pulang bareng dengan Nada.
"Bima, hy bro di mana?? Boleh tidak aku minta tolong? Aku lagi ada di taman bersama Istriku tolong bawakan mobil aku kerumah dong, datang kesini pakai gojek saja biar kita tukaran mobil nanti, soalnya mobil kamu tadi aku pinjam juga." Kata Tian.
"Kamu menyuruh siapa membawa mobil kita itu? Astaga biar aku pulang sendiri!" Ujar Nada.
"Tidak, kamu tidak boleh pulang sendiri." Kata Tian menarik tangan istri membawanya masuk dalam mobil.
Nada lalu meminta maaf kepada Reno, akibat kelakuan suaminya Reno menjadi babak belur seperti ini, perempuan ini merasa malu dengan sikap suaminya tersebut.
"Reno, aku minta maaf soalnya istriku sudah melukai hati kamu seperti ini!" Ucap Nada berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Tian.
"Tidak perlu minta maaf! Dia itu pria bajingan yang sudah merusak hubungan rumah tangga kita!" Sambung Tian kepada Nada.
Merasa kesal bahwa istrinya meminta maaf kepada Reno, terus Tian tiba-tiba berpikir untuk mempertanyakan status hubungan Reno dengan Nada.
"Kalian ini status hubungannya Apa?" Tanya Tian kepada Nada.
Nada berusaha untuk jujur kepada Tian, bahwa Reno adalah masa lalu Nada pria yang pernah di tinggal nikah oleh Nada pada waktu itu.
"Dia adalah mantan pacarku! Pria yang pernah aku tinggal nikah kemarin." Kata Nada menjelaskan kepada Tian.
"Oh jadi ini mantan kamu ! Yang telah kamu tinggalkan demi menikah dengan aku." Ujar Tian kepada Nada.
"Iya."
Tian melepaskan tangan Nada, menghampiri Reno dengan tatapan tajam serta benci, mengapa pria di masa lalu Nada hadir begitu saja tanpa sepengetahuan Tian.
"Oh bagus dong, cinta kalian bisa bersemi kembali." Tian menepuk tangannya.
__ADS_1
"Apa?"Nada pura-pura.
"Hebat dong! Berarti status kalian sudah pacaran sekarang sangat bagus." Jawab Tian menggelengkan kepalanya.