
Saat nada dan tian sedang duduk bersama
Di sofa,tian sedang bermain game dan nada sedang membaca buku,tampak pula zion sedang melukis di buku gambar.
Nara dan nadira sedang tidur nyenyak dalam kamar,tian yang main game tersebut tiba-tiba Hp berbunyi.
Ternyata panggilan telepon tersebut berasal dari seli,tian lupa mengatur pengaturan mode Diam,suaran handphone tersebut berdering kencang,nada langsung menatap kearah suami dan mempertanyakan siapa yang menelpon suaminya tersebut.
"Siapa yang menelpon tuh???."Tanya nada pada suaminya tersebut.
Tian mematikan panggilan telpon tersebut,
Takut ketahuan istrinya,anaknya menatapnya dengan tajam,zion bertanya dalam hati
Yang menelpon papanya siapa.
"Papa yang menelpon siapa???."Anak dan mama sama-sama pingin tahu.
"Hmm itu cuman teman aku saja."Jawabnya
Pada istrinya tersebut dan menganti nomor seli dengan nama pria supaya tidak ketahuan jika istrinya memeriksanya.
"Coba lihat,Siapa yang menelpon kamu??."
Ucap nada lalu mengambil hp suaminya tersebut,untung saja tian lebih dulu menghapusnya supaya tidak ketahuan oleh nada.
Nada memeriksa hp tian,namun tidak
di temukan apa-apa karena tian sudah menganti nama seli dari sayang menjadi
Dani.
Nama perempuan di kontak tian,selalu
Di ganti dengan nama pria,,,itulah kebiasaan
Yang selalu tian lakukan.
"Kamu itu yang selalu over thinking sama aku,
Bisa gak sih kamu tuh jangan langsung cemburuan begitu."Ucap tian sambil memberi saran pada istrinya tersebut supaya jangan terlalu cemburuan.
"Gimana,seorang istri pasti mempunyai rasa cemburu yang sangat besar,asal kamu tahu saja itu."Ucap nada pada tian.
"Biasa sajalah,tidak usah ngegas bicaranya."
Sambung tian lanjut memainkan gamenya.
"Apa sudah menjadi bapak dari anak-anak,
Kamu itu harus memainkan game terus."
Nada mulai berdebat dengan tian karena keseharian hanya di habiskan untuk game.
__ADS_1
"Mau kamu itu apa sih???.Main game salah
Semua serba salah."Tian semakin lantang berkata karena istrinya terlalu mengatur tentang hidupnya.
"Kalau kamu tidak mau ada aturan!!!.Keluar
Sana pergi kamu dari rumah ini,jika kamu tidak butuh sosok istri dan anak lagi."Nada
Marah ingin mengusir suaminya tersebut.
"Sudah mulai berani kamu mengusir suami kamu dari rumah ini."Tian mengangkat kedua tangannya di pinggang seakan berlagak untuk melawan istrinya.
"Buat apa mempertahankan suami yang tidak ada fungsi di rumah."Nada terus terang mengatakan karena kekesalannya mengatakan suaminya tersebut tidak ada fungsinya.
"Aku ada fungsi di rumah ini,aku adalah bapak dari anak-anak,jadi kamu tidak punya hak
Untuk mengatakan seperti itu padaku."
Ucap tian sambil melemparkan gelas ke lantai karena marah.
Nada marah ketika tian melempar ke lantai
gelas tersebut,mengatakan suaminya tidak berotak.
"Kamu sudah tidak berotak lagi,gelas sampai kamu pecahkan."Nada semakin marah.
Zion yang melihat pertengkaran terjadi antara mama dan papanya tersebut berusaha melerai pertengkaran tersebut supaya tidak adu mulut lagi.
"Papa,mama,tolong jangan bertengkar
Memohon pada kedua orangtuanya tersebut.
"Papa kamu seperti ini,apa yang bisa papa harapkan dari papa kamu,selama mama menikah selama 10 tahun mamamu tidak pernah mendapat kebahagiaan selama menikah."Menyinggung tian mengatakan bahwa dirinya tidak bahagia menikah dengan tian.
"Jadi kamu menyesal menikah sama aku???."
Karena di sindir oleh nada tian pun mengatakan seperti itu.
"Menyesal,mau apa loh???.Tidak ada kebahagiaan dalam hidup gue setelah menikah sama lo."Suara nada makin tinggi dan menunjuk-nunjuk ke arah tian.
"Oh begitu,dulu mengapa kamu menerima aku,karena anak orang kaya,orangtuaku banyak harta setelah orangtuaku meninggal serta bangkrut,kamu selalu berceloteh Padaku."Tian membahas tentang sebelum nikah 10 tahun lalu.
"Aku menerima kamu...Karena kamu mencari hatiku dan berusaha meluluhkan aku,melihat
Perjuanganmu membuat aku luluh,buktinya
Sekarang apa yang bisa kamu beri padaku???.
Tanya nada pada karena sudah tidak bisa menahan emosi lagi.
"Bilang saja karena kamu matre,kamu tergiur
Dengan harta orangtuaku."Tian mengatakan
__ADS_1
Bahwa nada menerimanya karena harta orangtuanya.
"Jangan kamu bahas,masalah harta orangtua kamu,kamu tidak punya hak untuk membahas harta orangtua kamu,yang aku butuhkan sekarang kerja kerasmu,seperti kamu sebelum menikah dulu ingin bekerja keras demi aku,mana janji kamu."Nada menuntut Janji tian yang ingin membahagiakan dirinya dulu.
"Hmm kamu tahu aku anak orang kaya,orangtuaku tidak pernah menuntut aku bekerja...jadi mau bekerja pun aku tidak bisa
Karena aku tidak tahu apa-apa."Tian menunjukan kebodohannya pada nada.
"Orang bodoh memang tidak mau belajar."
Nada mengatakan suaminya tersebut bodoh dan tidak bisa berpikir.
Tian marah di katakan bodoh pada istrinya tersebut,tangan nya hendak menghajar nada namun tangan tian di tahan oleh zion supaya tidak menyakiti hati mamanya tersebut.
"Papa jangan sakiti mama,jangan tampar Mama."Zion membelah mamanya tersebut.
"Terus kamu belah mama kamu."Jawab Tian.
"Kalau papa mau menghajar mama,aku akan
Memberi tahu semua sama mama."Bisik
Zion di telinga papanya.
Tian pun menurunkan tangannya dan tidak jadi menghajar istrinya tersebut,karena zion
Telah memberikan ancaman akan mengatakan pada mamanya papanya pernah membawa wanita ke rumah.
Tian yang sudah emosi mengambil motornya,
Lalu pergi untuk pergi dugem bareng kawannya,karena tadi juga sudah janji pada kawannya tersebut.
Karena bertengkar sama istrinya tian cepat-cepat pergi dari rumah tersebut,namun
Hpnya ketinggalan di meja tamu.
Tiba-tiba hp berdering,hp tersebut ketinggalan ternyata yang menelpon adalah seli,namun nama di ganti menjadi andi.
Panggilan tersebut sudah 5 kali panggilan tak terjawab,namun karena berisik takutnya ada yang urusan penting nada mengangkat telpon tersebut.
"Halo sayang."Suara perempuan pun muncul.
"Namanya andi di contact hp,mengapa yang angkat perempuan."Gumam nada dalam hati darahnya sepert panas mendengar kata sayang tersebut.
"Kamu siapa???."Tanya nada pada orang yang menelpon suaminya tersebut.
"Itu tidak terlalu penting buat kamu,mana Tian."Seli tidak sopan pada nada.
"Kamu yang siapa,jangan cari ribut sudah menelpon tapi tidak tahu tata krama."Ucap
Nada pada orang yang menelpon tersebut.
"Sudah kasih saja sama tian,gue tidak perlu Memberi tahu gue siapa."Ucap Seli dari panggilan telpon tersebut.
__ADS_1
"Tian lagi keluar."jawab nada.
Panggilan tersebut langsung di akhiri oleh seli ketika mengetahui tian tidak ada di rumah bersama istrinya,over thinking seli semakin Menjadi mengira suami orang tersebut punya simpanan lagi selain dirinya dan merasa cemburu jika tian keluar rumah tersebut.