
Persyaratan di antara mereka hampir selesai dan Tian tinggal menyelesaikan tugas nya bertemu 3 hari lagi dengan Seli, hati Tian bahagia bahwa tugas sebentar lagi akan selesai mereka tidak akan pernah bertemu lagi atau menyambung masa lalu yang telah putus tersebut.
"Seli, persyaratan di antara kita 3 hari lagi selesaikan?" Tanya Tian kepada Seli.
Hmmmmmmmmmmmmmm
Jawaban singkat Seli namun di hati nya keberatan sebenarnya.
"Tian, sebenarnya aku tidak siap untuk pisah dari kamu!!" Ucap janda anak satu tersebut.
"Kamu harus siap dong Seli, aku tidak bisa seperti ini dan aku tidak mau kita seperti dulu lagi, bagi kita berdua sekarang adalah sadar bahwa kita tidak akan bersama selama ."Jawab Tian sebenernya tidak ada rasa lagi.
Namun karena Seli terus menggoda pria itu hingga rasa itu muncul sedikit, namun walau pun begitu cinta dan sayang masih lebih besar dengan istri nya.
"Aku jangan sampai tergoda dengan dia!! Aku punya anak dan istri." Gumam Tian bergelut dengan isi kepala nya tersebut.
Seli harus bisa merebut hati Tian kembali kali ini, Seli menawarkan pada Tian untuk menemani nya ke salon, namun Tian mikir-mikir untuk menemani Seli tersebut.
"Maaf, gue kayaknya tidak bisa deh menemani kamu!!" Ucap Tian kepada Seli tersebut.
"Kamu begitu terus!! Masa tidak bisa menemani aku!" Gerutu Seli kepada Tian.
"Maaf ini juga sudah malam, soalnya ada anak dan istri yang menunggu di rumah mereka pasti butuh waktu bersamaku sebagai ayah," kata Tian pada Seli.
"Hmmmmm, kamu begitu sayang banget sama istri kamu??"Cemberut Seli kepada Tian.
"Maaf Seli." Jawab Tian memohon maaf.
__ADS_1
Tian memohon maaf pada Seli, sudah berulang kali Seli mengajak Tian namun pria itu tidak ada waktu, ingin menikmati waktu bersama anak-anak dan istri.
"Begitu terus, begitu terus, kamu tidak bisa menemani saya!!" bentak Seli marah-marah pada Tian.
"Seli, maafkan aku dengan semua ini, mungkin kamu pernah kecewa di masa lalu." Jawab Tian memang merasa bersalah atas kejadian di masa lalu silam.
"Gue tidak marah Tian, cuman gue kecewa saja karena kamu pergi begitu saja tanpa pamit!!" Ucap Tian memang merasa bersalah.
Namun sekarang Tian menyadari supaya Seli tidak tersakiti lagi, pria itu harus pergi dengan tekad bulat untuk menjauh dari Seli, namun agak sulit juga untuk menjauh dari perempuan itu karena mereka sudah pernah mempunyai masa lalu.
"Tian, aku mohon mari kita kembali, aku tidak apa-apa menjadi tidak menjadi prioritas kamu, asal aku bisa bersama kamu!!" Jawab Seli sudah nekat banget.
Takut tidak akan pernah melihat Tian lagi,setelah pertemuan sesuai dengan syarat mereka akan jalan bersama selama 2 minggu, bagaikan pasangan suami istri.
Namun karena godaan perempuan itu, yang menjanjikan tidak akan menjadi prioritas nomor satu, kepikiran bagi Tian bahwa kesempatan tidak datang berapa kali,permohonan itu agak mengiurkan hati Tian.
Cinta kembali tumbuh di antara kedua nya setelah pertemuan dan sering jalan, bahkan ada rasa nyaman di antara kedua belah pihak ini, namun Tian masih susah banget dan masih berpikir takut usahanya hancur kembali berselingkuh.
"Jika aku kembali pada Seli, takut reputasi usaha aku hancur dan jika ketahuan Nada bisa minta cerai dia, namun jika aku kehilangan wanita ini memang agak berat juga, astaga mengapa aku terjebak sedalam ini mencintai dua orang sekaligus." Gumam Tian dalam hati.
Andai saja dulu Tian tidak memulai dengan Seli, mungkin tidak terasa berat namun kini terasa berat dalam hidup harus mencintai dua orang dalam waktu bersamaan.
"Gimana, apakah kamu kasihan sama aku!! Kalau kamu kasihan tolong kita kembali lagi menjalin semua hubungan ini!" Kata Seli menatap Tian meminta pada Tian untuk kembali lagi.
"Seli...Gue mau tanya sama kamu?? Jika kita kembali, kamu bolehkah berjanji padaku?" Kata Tian meminta semua persyaratan di penuhi.
"Janji apa?" Tanya Seli bali.
__ADS_1
"Kalau kita kembali, tolong jangan ganggu anak dan istri ku, belajar dari pengalaman yang dulu!! Jika kamu tidak mau di tinggal lagi padaku! Aku mohon jangan buat kecewa aku lagi." Kata Tian dulu punya rasa kecewa mendalam terhadap Seli.
"Gue sadar dulu gue salah, gue janji tidak akan menggangu anak dan istri kamu!" Jawab Seli berjanji akan menepati semua janjinya tersebut.
"Jika aku tidak menghubungi kamu berapa hari, tolong jangan datang kerumah ku! aku mungkin jika lost contact ada urusan mendadak dan jangan sampai melukai istri ku lagi," ujar Tian pada Seli.
"Baiklah aku tidak akan menggangu anak istri kamu Tian!" Jawab Seli.
Bagi Seli luluh kan hati suami orang saja dulu urusan begitu belakangan, yang penting bisa baikan lagi dan menerima keputusan Tian,namun dalam hati merasa benci serta jijik dengan istri Tian.
"Ihhhhh, jijik banget gue lihat tuh istrinya si Nada, yang penting sekarang menepati janji Tian saja dulu, urusan dengan istri nya belakangan." Ucap Seli sudah di kuasai akal licik dan busuk nya tersebut.
"Kalau kamu mau menuruti semua!! Mari, aku mau," ujar Tian tidak menolak.
"Seriussss." Jawab Seli bahagia sekali akhirnya usaha nya untuk mengambil hati Tian membuahkan hasil.
Ini lah yang di tunggu oleh Seli, menjalin hubungan baru dengan suami orang kembali dalam hati nya senang sekali, semua rencana Seli berjalan lancar untuk menggaet.
"Tidak sia-sia gue ngemis cinta!" Ucap Seli dalam hati.
Seli langsung memeluk Tian, kini Seli bisa kembali memeluk Tian, setelah 2 tahun tidak pernah bertemu sama sekali, kini mereka di pertemukan kembali karena toko bangunan tersebut.
Belum puas rasanya bagi Seli, jika suami istri ini belum cerai, menginginkan cerai dari Nada dan anak-anaknya, perempuan itu masih memikirkan cara nya bagaimana biar Tian dan Seli bisa cerai.
Tidak suka dengan kebahagian Nada, bahkan 2 tahun bagi nya cukup terpuruk serta jatuh terlalu dalam, 2 tahun rasanya tidak pernah ketemu dengan Tian, kini baginya membalaskan dendam.
Dendam di mana dulu Tian lebih memilih membela Nada, pada saat Seli menendang perut Nada sehabis lahiran, di situ tampak lah amarah Tian meledak pada Seli.
__ADS_1
Bahkan kejadian itu lah membuat Seli di permalukan di depan anak Tian, pria itu tega mengusir nya saat menendang Nada istri Tian tersebut hingga harus di larikan kerumah sakit.