Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Pulang Liburan


__ADS_3

Tian bersama keluarga kecil kembali pulang dari liburan tersebut, mereka pulang dan sampai lah di rumah bahkan anak-anak belum puas dengan liburan tersebut.


"Hmm belum puas liburan Mama." Kata Nara kepada Mamanya.


"Hmm sabar besok kalau Papa ada rezeki pasti kita di ajak liburan bareng lagi oleh Papa liburan Nak." Kata Nada pada anak ketiganya tersebut.


"Hmm serius Papa ngajak kita ia kapan-kapan lagi." Kata Nara kepada Papa nya tersebut.


"Hmm iya nak, Papa akan bawa kalian nanti liburan kalau ada uang jadi santai saja,papa kalian ini cari uang dulu banyak-banyak." Kata


Tian menoleh ke anaknya sambil membelai rambut Nara.


"Oke Paaaa."


Anak-anak kembali istrahat, kini Nada sudah capek juga serta hendak beranjak ke kamar untuk istrahat bareng anak-anak, sedangkan Tian masih bersantai di ruang keluarga.


"Sayang, mau kemana temani aku dong." Kata Tian kepada istrinya tersebut minta di temani duduk berduaan di ruang keluarga.


"Mama capek banget Papa, Butuh istrahat Mama ini." Jawab Nada kepalanya terasa pusing juga.


"Oh pusing banget sayang kalau begitu istrahat lah dalam kamar, papa mau bersantai dulu."Kata Tian kepada istrinya tersebut.


"Hmm baiklah sayang bye, aku tinggal duluan." Ucap Nada lalu pergi ke kamar untuk istrahat.


Tian mengingat bahwa hp nya yang di simpan dalam mobil tersebut mati berapa hari, tidak di hidupkan oleh Tian, lalu pergilah Tian mengambil hp tersebut untuk menghubungi Seli.


Seli sudah 3 hari demam karena kebanyakan berenang, perempuan itu sudah 3 hari merasakan badan tidak enak banget rasanya bahkan terbaring lemas di tempat tidur.


Bahkan Seli juga merindukan sosok Tian, selama Tian di luar kota sama sekali tidak ada berkomunikasi dengan Seli bahkan perempuan ini sudah berulang kali menghubungi Tian namun tidak diangkat.


Seli marah besar bahkan menyalahkan diri sendiri saat Tian lost komunikasi dengan dirinya sudah berapa hari, bahkan sama sekali tidak ada mengabari Seli.


"Kalau aku sakit pun!! Siapa yang peduli aku otomatis pasti diriku sendiri." Gumam Seli dalam hati sambil menggigil lalu memakai selimut.


Selama Nada istrahat, Tian lalu datang kerumah Seli membawakan oleh-oleh untuk perempuan tersebut, bahkan Tian sama sekali tidak tahu bahwa Seli demam sudah 3 hari tidak ke kantor untuk handle perusahaan yang Seli punya.

__ADS_1


Tian membunyikan bel,lalu pembantu membuka pintu rumah tersebut, melihat Tian datang langsung memberitahu pada Tian bahwa Seli sedang sakit sudah 3 hari sakit dan istrahat di rumah.


"Pak, Ibu sedang sakit sekarang ada di kamar istrahat." Kata pembantu tersebut.


"Sakit apa??" Tanya Tian mengapa Seli tidak mengabari dirinya bahwa sedang sakit.


"Ibu bilang sedang demam." Ucap Pembantu tersebut.


Pembantu juga sudah mengetahui bahwa Tian dan Seli sudah menikah, selama menikah pembantunya tersebut banyak mengurus persiapan pernikahan keduanya.


Tian langsung ke kamar tanpa minta izin untuk ke kamar karena Tian sudah biasa langsung main masuk saja kesana, lalu datanglah Tian menghampiri istri keduanya tersebut yang sedang istrahat.


"Sayang demam?" Tanya Tian kepada istrinya Seli lalu memeluk dari belakang ketika Seli tidur menyamping.


Seli terbangun seperti tidak asing dengan suara tersebut, lalu menoleh ke depan betapa bahagia Seli ternyata suaminya datang untuk menemui Seli.


"Suamikuuuuuuuuuu." Kata Seli sambil memeluk suaminya tersebut.


Seli menangis sudah hampir satu minggu lebih Tian tidak menemuinya, bahkan rindu di pendam nya saat nomor hp Tian tidak aktif tersebut.


"Sayang aku sudah di sini." Jawab Tian sambil menenangkan Seli yang sedang demam tersebut.


"Kamu mengapa tidak menghubungi aku??? Bahkan kamu lupa dengan aku, ketika aku membuka sosial media, aku melihat postingan Papi di sosial media akrab sekali dengan istri, aku cemburu tahu!" Kata Seli seperti anak kecil.


"Hmmm sayang sudah dong jangan menangis seperti anak kecil begini, kamu tahu kan sedang liburan pasti untuk menghubungi Mami itu sulit." Ucap Tian lalu mengusap air mata istri keduanya tersebut.


"Aku menangis sayang seperti ini, bahkan aku punya suami pun seperti tidak mempunyai suami." Seli mengeluarkan air mata lagi.


"Sudah dong sayang jangan menangis lagi air mata kamu bercucuran keluar tuh." Kata Tian mengusap pipi istri keduanya tersebut.


"Bagaimana aku tidak menangis, kamu seperti ini denganku." Jawab Seli sampai tidak merasakan kebahagiaan lagi dalam hidupnya tersebut.


"Sayanggggggggg." Kata Tian membujuk Seli supaya tidak menangis lagi.


"Aku mohon jangan tinggalkan aku Papi, aku mohon teruslah berada di sampingku." Ucap Seli semakin menangis.

__ADS_1


"Sayang jangan menangis lagi atau panik,kelak Mami pasti tidak akan Papa tinggalkan, terima kasih juga susah menyanyangi Papi sampai sejauh ini." Ucap Tian mengucapkan terima kasih.


"Hmm berjanjilah padaku."


"Aku sudah berjanji di hadapan Mami, tidak akan pergi dari hidup Mami." Kata Tian kepada istrinya tersebut.


"Kamu serius?" Tanya Seli lagi kepada Tian.


"Serius dong sayang, cinta aku juga tulus dengan Mami." Jawab Tian tidak jujur.


"Kalau Papi tulus denganku, mengapa Papi tidak mau menceraikan istri pertama papi?"Kata Seli mempertanyakan tentang ketulusan sang suami tersebut terhadap dirinya.


"Cintaku tulus pada kamu sayang, jadi jangan ragukan ketulusan hatiku, Mami tidak perlu mempertanyakan tentang ketulusan itu." Kata Tian dengan segala bujuk rayunya tersebut.


"Baiklah Papi, tolong bantu suapi mami dong dari tadi pagi mami tidak selera makan." Kata Seli tersebut.


"Kamu harus kuat makan dong sayang, masa makan tidak selera." Ujar Tian.


Tian lalu mengambil makanan yang tersaji di meja tersebut, lalu Tian menyuap Seli dengan manjanya perempuan itu menerima suapan tersebut bahkan terus memandangi suaminya tersebut.


"Sayang kamu pandangi suami kamu terus,manja banget sih sayang aku ini."Kata Tian melihat ke arah Seli juga.


"Kamu harus menjadi suami terbaikku sayang." Ucap Seli kepada Tian.


"Baiklah sayang, aku suami Mama ini akan selalu menjadi terbaik untuk mama." Jawab Tian sambil tersenyum untuk menghibur istri kedua nya tersebut yang sedang sakit.


"Hmm janji, pokoknya kamu harus serius sayang."


"Hmm aku serius dong sayang."


Tian menemani Seli seharian saat Seli terbaring sakit tersebut, pria itu tidak tega meninggalkan Seli seorang diri.


Bahkan sampai sore Tian menemani di rumah Seli, bahkan pria itu sudah menghubungi istrinya bahwa hari ini Tian ada urusan di luar rumah, bahkan istrinya Nada sudah mengizinkan Tian.


Jadi Tian tidak perlu risau lagi bahkan sudah mendapat izin dari istri untuk keluar rumah tersebut pada hari ini.

__ADS_1


__ADS_2