
Nada pulang dari tempat kerja,nada pun lalu mandi serta memakai baju daster di rumah
pada hari ini.
Karena melihat istrinya sudah pulang kerja,
Tian takut ketahuan oleh istrinya,tian menyuruh seli jangan menjemput di rumah.
"Sayang nanti tidak perlu jemput di rumah,
Biar aku saja yang datang kerumah kamu,
Biar jangan ketahuan sama istri aku!!"Seru
tian melalui pesan yang di kirimnya tersebut.
"Astaga sayang...Kemarin kamu sendiri yang meminta aku untuk jemput sekarang beda pula omongan kamu,bagaimana kamu ini tidak jelas aku tengok."seli merepet dalam pesan di WhatsApp tersebut.
"Maaf sayang...Sebenarnya pingin kamu saja yang jemput,tetapi gimana istri aku di rumah
Biar aku saja yang datang kerumah sayang,
Maaf sayang."Tian meminta maaf pada seli.
Tian pun bersiap-siap hendak ke rumah seli,
Tian pun menyetrika pakaian yang hendak
di pakai untuk jumpa seli karena sudah lama tian tidak berjumpa dengan seli.
Nada yang sedang mengendong nadira bertanya pada suaminya tersebut hendak kemana karena semenjak nadira sakit baru ini Melihat tian keluar rumah lagi.
"Mau kemana???Rapi banget cara pakaian
Mau jumpa siapa???"Tanya nada pada suaminya tersebut.
"Hmmm istriku,mau jumpa kawan sayang,
Sudah lama tidak reunian sama kawan,
Kawan aku itu sayang minta jumpa terus,
ini baru bisa menjumpai kawan."Jawab tian terhadap istrinya tersebut.
__ADS_1
"Reunian,reunian di mana,masa reunian!"
Nada bertanya dalam hati karena baru 2 bulan yang lalu suaminya reunian sama sahabatnya.
"Sayang kayaknya kamu ini tidak percayaan banget sih sama aku."ucap tian merasa kesal bahwa nada tidak mempercayainya lagi.
"Bukan begitu sayang,aku percaya tetapi yang menjadi pertanyaan aku,perasaan baru 2 bulan yang lalu kamu reunian sama sahabat kamu,apa tidak bisa di tunda dulu reunian."
Nada menyuruh suaminya tersebut supaya menunda reunian nya tersebut,nada ingin kumpul bareng dengan suami dan anak-anaknya.
"Sayang tidak bisa dong,ini reunian nya kawan itu sudah minta jumpa dari kemarin,bagaimana bisa aku menolak jumpa dengan sahabat aku,kamu ini ada-ada saja sayang."tian tiba-tiba memegang tangan nada supaya jangan kuatir pada suaminya tersebut,
Bahwa suaminya bisa menjaga diri dan bakal menjaga kesetiaan di luar sana.
"Sayang...Seriusan kamu reunian,kamu tidak
Bohong sama aku kan,tolong jangan bohongi Aku,seandainya suatu saat kamu bohongi,
Kamu akan tahu akibatnya kedepannya Bagaimana."Nada mengancam suaminya tersebut jika tian macam-macam nada bakal siap berpisah dari suaminya tersebut.
"Astaga sayang,kamu ini mengapa menjadi orang yang sensitif banget untuk sekarang ini."tian memeluk istrinya tersebut.
"Bukan sensitif,tetapi aku takut kamu selingkuh di luar sana."Nada takut suaminya selingkuh di luar sana.
"Sayang tolong berikan padaku kepercayaan sedikit pun,bagaimana bisa kamu tidak mempercayai aku seperti ini."tian marah sama istrinya tersebut.
"Jadi maksud kamu gimana sayang,kamu sendirikan yang tidak mempercayai aku dari tadi."ucap tian pada nada.
"Hmm jangan marah begitu dong,baiklah aku izinkan dengan syarat jangan macam-macam
Di luar sana,awas saja kamu macam-macam,
Ingat udah mau punya anak empat jangan centil sama perempuan lain."Nada memberikan nasehat pada suaminya tersebut.
"Baik sayang,aku akan menjaga amanah dari dirimu."tian mencium istrinya lalu pergi untuk menjumpai seli selingkuhannya tersebut.
"Sayang aku sudah berangkat."Tian mengirimkan pesan singkat pada seli.
"Hore akhirnya kita bisa jumpa."Seli kesenangan karena tian bisa menjumpainya hampir satu bulan seli dan tian tidak ada jumpa.
Tian pun mengendarai motor datang kerumah seli,lalu tian mengetuk pintu rumah seli,
Perempuan itu pun membuka pintu rumahnya untuk tian.
__ADS_1
"Sayang akhirnya kamu datang juga."Seli berlari menghampiri tian yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya tersebut.
"Kangen sayang?"Tanya tian pada seli lalu memeluk erat selingkuhannya tersebut.
"Sayang kamu kemana saja sih,bahwa kamu Sudah tidak ada waktu lagi buat aku."Seli
Menangis di hadapan tian,merasa bahwa tian sudah tidak sayang lagi padanya.
"Sayang kamu marah padaku,karena aku sudah hampir satu bulan tidak menjumpai Kamu."Tian mengelus dan mencium rambut seli karena harum.
"Aku marah dong,anak aku saja mencari kamu,bagaimana aku tidak rindu pada kamu."
Seli cemberut seakan ingin marah pada suami orang tersebut.
Seli ingin marah namun apa daya,dirinya tidak bisa marah karena seli tahu bahwa dirinya bukan prioritas utama tian,prioritas utama tian adalah anak dan istrinya.
"Aku tahu bahwa prioritas utama kamu itu adalah anak dan istri kamu,kapan aku merasakan posisi sama seperti istri kamu."
Ucap seli yang ingin merasakan posisi menjadi istri pertama bagi tian.
"Sayang,kamu tahu posisi kamu untuk sekarang ini,tidak bakal pernah menjadi yang pertama karena kamu tahu aku sudah Mempunyai istri."Ucap Tian pada seli supaya jangan berharap menjadi yang pertama dalam hidup tian.
"Sayang aku mengerti dengan posisi aku yang sekarang,bahwa aku tidak akan pernah menjadi sama seperti istri pertama kamu,
Tetapi bolehkah aku meminta pada kamu tentang kasih sayang."Seli menuntut kasih sayang pada tian supaya sayangnya suami orang tersebut terhadap perempuan yang sekarang bersamanya di bagi rata.
"Maksud kamu sayang bagaimana???"Tanya Tian pada seli.
"Bagi rata."
"Bagi rata bagaimana sayang???"Tanya tian pada seli tidak tahu maksud dari kata-kata tian tadi.
"Kasih sayang kamu bagi rata,bagi rata dengan istri kamu dan bagi rata dengan diriku."seli memohon pada tian.
Tian mengangguk saja karena tidak tahu mau ngomong apa lagi karena untuk saat ini hidupnya merasa di lema karena mencinta dua perempuan sekaligus dalam hidupnya.
Perempuan tersebut sama-sama berarti buatnya,satu berarti karena ibu dari anak-anaknya sekaligus tian mencintai dirinya dan di satu sisi dirinya mencintai seli namun lebih besar untuk di jadikan pelampiasan dalam hidupnya.
Cinta tian lebih besar untuk nada dan pelampiasan lebih besar untuk seli dalam hidup tian.
"Sayang kamu menganggap aku ini sebagai Apa???"Tanya tian pada seli karena ingin tahu jawaban dari seli.
"Sayang aku menganggap diri kamu sangat berarti dalam hidupku,kamu adalah harta yang berharga buat aku."ucap seli pada tian.
__ADS_1
Seli merasa takut kehilangan tian pria yang
di kenalnya 2 tahun yang lalu,kini telah menjadi kekasih hatinya serta menjadi orang yang paling di sayangi oleh seli pria yang selalu ada untuknya.