
Saat membangunkan putrinya yang sedang tertidur di pagi hari, saat itu suara Olive sudah tidak ada lagi saat Seli memanggil anaknya tersebut dan membuka gorden jendela anaknya.
" Sayang, bangun nak, sudah pagi," memanggil Olive merapikan tempat tidurnya.
Saat Seli merapikan gorden anaknya tidak menyahutnya, segera Seli menghampiri Olive yang sedang di tutup selimut tersebut.
"Nak bangun." Membuka selimut Olive.
Seli berteriak saat memeriksa nadi anaknya, ternyata nadi dan hidung anaknya sudah tidak bernafas lagi, membuat Seli menangis saat anaknya sudah meninggal dunia.
" Ahhhhh bangun nak, putri kecil ku sudah tidak ada lagi." Berteriak sampai seluruh para karyawan dari sopir dan asisten rumah tangga mendengar suara tersebut.
Mereka segera berlari saat Seli berteriak menangis sejadi-jadinya, kini Seli kehilangan harapan untuk menata kembali segalanya.
Hari ini Seli harus menghadapi kenyataan tragis, saat putrinya meninggal. Seli hanya punya anak satu-satunya, anak itu pun harus di ambil.
__ADS_1
Membuat Seli lelah dengan kehidupan ini, ketika masalah silih berganti datang menghampiri hidupnya yang telah rusak tersebut.
" Ada apa bu?" tanya para karyawan di rumah.
" Lihatlah, putriku sudah meninggal dan aku sudah tidak sanggup lagi menghadapi kenyataan ini." Menangis di hadapan para karyawannya.
Hari ini bagaikan bencana besar dalam hidupnya, yang tidak pernah di bayangkan nya sebelumnya, harus kehilangan putri satu-satunya.
Saat dulu anak kedua nya meninggal dalam kandungan, yang membuat nya hampir frustasi dalam hidup tetapi Seli kembali menata dan berjuang untuk kesembuhan anak pertamanya.
" Aku tidak kuat lagi, akan menghadapi semua yang terjadi." Menangis sejadi-jadinya.
" Ibu, jangan menyerah, kamu pasti kuat ibu menghadapi semua ini." Para karyawannya menyemangatinya yang sedang berduka tersebut.
" Buat apa aku hidup ... Anak aku sudah meninggalkan aku semua, mereka pergi terlebih dahulu dari aku." Seli mulai down dan mentalnya tidak kuat dan kembali mengambil ponselnya untuk menghubungi Nada.
__ADS_1
" Mbak, anak aku sudah meninggal." Menyampaikan uneg-unegnya dan semuanya duka di hatinya.
Nada yang mendengar kabar buruk tersebut langsung syok, ketika sedang memasak langsung melemparkan sendok goreng seakan tidak percaya akan kabar buruk yang di sampaikan Seli.
" Seli ... Kamu serius? Olive sudah meninggal?" tanya Nada berlinang air mata.
" Serius mbak, anak aku sudah meninggal Mbak, aku sudah tidak kuat lagi mbak dengan kenyataan hidup ini." Jawab Seli.
" Sayang, kamu jangan begitu! Kamu harus kuat menghadapi kenyataan pahit, jangan berlarut dalam kesedihan terus menerus." Menasehati Seli sebenarnya Nada juga menangis tidak kuat mendengar kabar buruk ini.
Nada tahu sekali perjuangan Seli, saat berjuang untuk kesembuhan anaknya yang sudah setahun ini harus melakukan perawatan rutin kerumah sakit.
Untunglah Reno menggratiskan semua biaya rumah sakit, kalau tidak semua harta Seli akan habis untuk membayar biaya rumah sakit yang begitu besar.
" Sayang, aku akan datang, untuk mengucapkan ungkapan bela sungkawa pada kamu, belajarlah untuk ikhlas, aku akan menyampaikan berita duka ini pada Reno." Nada hendak memberi tahu Reno mengenai kabar duka ini sekarang.
__ADS_1
" Baiklah mbak, sampaikan pada Reno bahwa anak aku sudah meninggal, aku tidak kuat untuk menyampaikan ini mbak." Seli tidak kuat untuk memberitahunya.