Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Perut Seli Sakit


__ADS_3

Seli merasakan perutnya begitu sakit, hingga tidak bisa bergerak karena kesakitan mau melangkah satu langkah saja sakitnya sudah minta ampun.


"Aduhhhhh." Keluh Seli meraung kesakitan.


Pembantu Seli langsung menghampiri Nyonya nya tersebut, sedang merasakan sakit saat sudah menjalani 7 bulanan tersebut, bahkan sangat sakit sekali.


"Sakit banget Bibi." Keluh Seli.


Seli meminta kepada Bibi Sari untuk di bawakan ke rumah sakit, pada waktu itu Seli merasakan kesakitan sudah malam sekitar jam 2 malam.


Hendak menghubungi Tian, namun hp suaminya tersebut di sembunyikan di mobil supaya tidak ketahuan oleh Nada, bahkan sudah lebih 10 kali Seli menghubungi Tian tidak di angkat.


Seli yang sudah pendarahan serta keluar Darah dari paha, membuat Seli semakin takut bahwa anak yang ada dalam rahimnya bermasalah karena pada waktu itu Seli memakan pedas.


Sudah tahu di larang sama Dokter untuk makan pedas, namun Seli tetap nakal mencoba makanan yang pedas hingga sakit seperti ini.


"Bibi, tolong panggilkan Rendra kesini! Aku sudah tidak tahan lagi." Ujar Seli meraung kesakitan sambil memegang perutnya tersebut.

__ADS_1


Bibi Sari pun memangil sopir pribadi Nyonya nya tersebut, lalu Rendra datang memberi penyelamatan kepada bos nya tersebut ketika melihat Seli sudah keluar darah.


"Nyonya pendarahan." Ujar Bibi Seli menangis sambil menenangkan Seli yang kesakitan tersebut.


"Kayaknya Bibiiii, tolong aku bawa kerumah sakit, tidak pernah aku merasakan kesakitan seperti ini." Seli menangis tidak tahan lagi.


"Baik Nyonya kami akan membawa kerumah sakit."


Para Pekerja rumah Seli pun membawa majikan nya ke rumah sakit, tampak dari wajah mereka menahan sedih majikannya masuk rumah sakit.


Selama perjalanan rumah sakit segera Seli segera menghubungi Bela, sahabat dekatnya tersebut bahkan mereka begitu erat menjaga persahabatan ini.


"Astaga Seli! Sakit apa kamu Seli kok bisa mengapa jadi seperti?" Tanya Bela.


"Pokoknya kamu datanglah kerumah sakit besti, kalau kamu menganggap aku sebagai seorang teman." Ucap Nada


"Baiklah." Ucap Bela.

__ADS_1


Keinginan Bela kerumah sakit, bukan untuk menemui Seli namun dengan modus ingin melihat Tian suami dari Nada tersebut.


"Baiklah, aku kerumah sakit bukan untuk menemui kamu Seli melainkan untuk melihat suami kamu." Kata Bela dalam hati tersebut.


Bela menyusul kerumah sakit dengan dandan cantik, namun Bela kesal bukan suami Seli yang terlihat melainkan sosok Seli sedang terbaring sakit.


"Suami kamu tidak ikut juga Seli??" Tanya Bela kepada Seli menghampiri perempuan tersebut.


"Luh beb langsung suami gue yang di tanya bukannya gue yang kamu tanya?" Kata Seli seperti ada keanehan.


"Soalnya biasakan suami kamu sayang banget aku lihat sangat perhatian! Namun saat sakit begini tidak ada aku jumpai suami kamu." Modus Bela pura-pura.


"Suamiku sedang kumpul dengan Istri pertamanya mungkin." Jawab Seli sebenarnya sakit ingin menangis dalam hati.


Bela terkejut ternyata suami Seli sudah mempunyai istri, sosok Bela menjadi bingung dengan posisi Seli yang sebenarnya.


"Ahhhhh jadi kamu bukan Istri pertama Seli?" Tanya Bela syok saja.

__ADS_1


"Begini gue kasih tahu sama kamu, bahwa aku ini Istri simpanannya atau istri keduanya sekarang." Jawab Seli jujur.


Seli hanya bisa jujur kepada Bela, namun Seli tidak tahu karakter Bela seorang menggigit dari belakang tersebut, bahkan ingin menusuk Seli dalam hati ingin merebut suaminya Seli dari perempuan itu.


__ADS_2