Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Seli Jatuh Sakit


__ADS_3

Seli mengetahui hubungan mereka berdua hingga membuat kepala Seli pusing dan jatuh pingsan melihat tingkah laku suaminya, yang telah bermain di belakang.


"Tega kalian berdua."Ucap Seli menangis.


Seli lalu memegang kepalanya yang begitu sakit, tidak tahu mau ngomong apa lagi tentang hubungan yang sudah di jalin suaminya tersebut terasa sakit dan nyesek dalam hati.


Entah mengapa saat Dokter Reno mengetahui melihat dengan kepalanya sendiri, bahwa pasiennya tersebut di selingkuhi merasa sangat sakit hati serta merasa iba dengan perempuan itu.


Dokter Reno iba karena cobaan datang bertubi-tubi kepada perempuan tersebut, bahkan cobaan datang silih berganti hingga Dokter Reno bergerak hatinya untuk mengajak perempuan itu bercerita berdua suatu saat mendengarkan curhatan perempuan tersebut yang kurang bahagia.


Seli langsung pingsan serta banyak pikiran serta tidak selera makan, karena anaknya sedang sakit lalu Dokter Reno berlari untuk menolong Seli yang sedang pingsan tersebut untuk memberi pertolongan.


"Dasar kalian berdua tidak punya hati!"Dokter Reno geram.


Dokter Reno mengusir mereka berdua, saat Tian panik untuk mengangkat Seli namun Dokter Reno tidak memberikan Seli untuk di gendong oleh Tian.


"Sudah biarkan! Biar aku yang menggendongnya dan memberi pertolongan kepada istrimu! Dasar tidak punya hati kalian tidak melihat suasana, tahu tidak dari tadi malam istri kamu ini tidak selera makan karena anaknya menderita kanker."Dokter Reno curhat tentang perasaan pasiennya tersebut.


"Apa? Olive menderita kanker?"Ucap Tian syok seketika.


"Anda suaminya kan! Anda tidak tahu dengan situasi istri anda! Oh memang anda suami tidak beres juga bahkan sama mantan istri anda yang pertama anda juga tidak beres."Reno memaki Tian.


"Dasarrrrrr."Tian geram hendak menampar Reno namun langsung di tahan tangannya oleh Bella.


"Sudah sayang,tidak perlu ladeni orang seperti ini."Ucap Bella.


"Kalian berdua sama saja! Sifatnya sama-sama buruk."Ucap Dokter Reno.


Bella marah terhadap Dokter Reno karena sudah mengatakan sifat Bella buruk, bahkan Bella tidak ingin segala urusannya di campuri oleh Dokter Reno.


"Hy Dokter! Tahu apa sih anda tentang saya?Sudahlah tidak perlu dokter menghujat saya sebagai pelakor."Ucap Bella merasa marah.


"Terus sifat kamu baik begitu! Tidak akan ada orang baik yang berani merebut suami orang seperti kamu."Jawab Dokter Reno.


"Terus apa bedanya dengan sifat pasien Dokter yang pingsan ini! Suaminya yang sekarang merupakan pacar saya merupakan hasil rebutan dari suami orang kan?"Ucap Bella tidak mau di salahkan.

__ADS_1


Dokter Reno terdiam langsung membawa pasiennya tersebut ke ruangan untuk di beri pertolongan, suaminya yang sudah ketakutan ingin membantu namun di larang oleh Bella tidak perlu membantu wanita sialan tersebut.


"Sayang aku menolong istri aku."Ucap Tian minta izin.


"Tidak perlu kamu tolong perempuan itu."Jawab Bella.


"Sayang dia bagaimana pun istri aku! Ada anak yang sedang di kandung."Ucap Tian.


Tian sebenarnya cemburu jika Dokter Reno yang mengendong istri keduanya tersebut, merasa tidak suka jika ada pria lain yang mengendong istrinya selain dirinya.


"Dokter hentikan biar aku yang bawa keruangan! Aku ini suaminya tidak berhak pria mana pun selain aku yang boleh menggendong istriku."Ucap Tian melarang untuk di gendong.


"Sayang kamu ini bagaimana? Aku ini pacar kamu tidak mungkin kamu mengendong istri kamu di depan aku."Bella marah-marah.


"Sayang tolong mengerti sedikit."Ucap Tian meminta pengertian pacarnya.


"Sampai kapan aku harus mengerti?"Bella memelototi Tian.


"Sudahlah."


"Hy Reno hentikan!"Suara lantang Tian.


Namun Dokter Reno tetap tidak peduli dan membawa Seli, bagi Reno pria seperti Tian adalah pengecut serta tidak bisa di andalkan sebagai suami.


Walau pun Seli pernah salah di masa lalu dengan mantan kekasihnya, namun Reno tidak pernah menyalahi Seli karena posisi mereka berdua sama-sama sudah di lema.


"Mengapa mereka berdua ini sebagai Istri bisa jatuh cinta pada pria itu."Gumam Reno dalam hati merasa kasihan pada Nada dan Seli.


Seli telah siuman namun suaminya dan pelakor tersebut, sudah lebih duluan pulang akibat hasutan dari pacarnya Bella supaya tidak memperdulikan istrinya yang sedang jatuh sakit tersebut.


"Sayang tolong dong sekali-kali dengar omongan ku!Mengapa coba sayang masih peduli sama Seli sedangkan sayang katanya tidak ada rasa lagi tuh sama istri."Ucap Bella ngambek mulai mengorek-ngorek masalah.


"Sayang kamu ini kenapa sih? Jangan bawa cemburu dong."Ucap Tian.


"Gimana aku tidak cemburu sayang!! Di depan mataku sayang mau menolong mantan istri sayang itu."Ucap Bella ngomel.

__ADS_1


"Sayang dia bukan mantan istri, tetapi masih berstatus istriku."Jawab Tian.


"Hmm tadi aku sengaja untuk menyelip sedikit omongan ini! Namun kamu masih tetap peduli dengan istri kamu itu sayang."Bella turun dari mobil.


"Sayang jangan macam-macam anak dong!Lihat situasi dong sayang."Ucap Tian turun dari mobil untuk membujuk Bella.


"Bagaimana aku tidak merajuk dan ngambek sayang! Sedangkan kamu menolong Istri kamu mau didepan mata aku lagi."Ucap Bella terlalu cemburuan.


"Begini nih sifat kamu tidak aku suka sayang terlalu cemburuan dan mengekang aku."Ucap Tian merasa kesal.


"Aku ini bentar lagi jadi istri kamu sayang! Tolong dong hargai aku sedikit saja."Ucap Bella.


Tian tidak pernah menjanjikan sebuah pernikahan dengan Bella,namun Bella lah yang memaksa ada nya pernikahan dalam hubungan tersebut karena Bella ingin di akui dalam hubungan tersebut.


"Sayang aku tidak pernah menjanjikan sebuah pernikahan dalam hubungan ini sayang."Jawab Tian.


"Sayang jadi kamu tidak ingin menikah, apa kamu ingin mempermainkan aku saja?"Bella menangis di hadapan Tian.


..."Bukan begitu maksud aku sayang! Aku ingin menikah dengan sayang,namun tidak dengan menceraikan istriku juga,aku cinta dia."...


"Sayang jadi kamu tidak mencintaiku! Jadi kamu mencintai kedua istri kamu."Ucap Bella sambil menangis.


^^^"Bukan begitu maksud aku sayang! Aku mencintai kamu juga sayang."Ucap Tian.^^^


"Kalau kamu mencintaiku tolong ceraikan Seli sebagai Istri kamu."Ucap Bella merasa marah.


"Maaf aku belum bisa untuk menceraikan istri aku! Aku sayang banget dengan dia."Tian mulai jujur dengan perasaan terhadap Seli yang belum bisa di lupakan dalam hidupnya tersebut.


"Jadi kamu mencintai istrimu juga."


"Iya."Ucap Tian.


"Bagus begitu, lebih baik ceraikan istri kamu baru kamu menjalani hubungan dengan aku sekarang."Ucap Bella merasa marah.


"Jadi aku harus menceraikan istri aku begitu."Ucap Tian.

__ADS_1


__ADS_2