
Ketika Seli telah pergi,Tian pun mengetuk pintu rumah memanggil istrinya tersebut.
"Nada,Nada buka pintunya."Panggil tian dengan mengetuk pintu kencang-kencang.
Nada masih menangis dibalik pintu jendela,Ketika melihat suaminya tersebut Berpelukan dengan seli dan nada sengaja tidak membuka kan pintu untuk tian.
"Buka pintu nya."Suara ketukan itu semakin kencang hingga membuat tian semakin marah pada istrinya tersebut.
Karena takut menganggu tetangga karena Ribut akhirnya nada membukakan pintu untuk Suaminya tersebut.
"Lama banget sih kamu buka pintu,sudah tahu aku itu mengetuk pintu,ini sudah terlalu lama."Ucap Tian marah pada istrinya tersebut Dan suaranya pun mulai lantang.
"Bagus banget,tidak pulang sudah 2 Harian."Nada menggeleng kepala dan menepuk tangannya memuji tingkah suaminya yang tidak pulang-pulang itu.
Tian semakin naik pitam ketika istrinya tersebut,mulai mencari letak salahnya tian.
"Kamu bisa diam tidak,aku itu pulang sudah capek mau tidur,tapi mengapa saja setiap aku pulang,ada saja yang kamu Bahas padaku."Jawab tian lalu menuju ke kamar dan langsung berbaring di kamarnya.
Nada hanya bisa tabah dan tidak Terpancing Emosi atas pertanyaan yang tidak pernah di jawab suaminya tersebut.
"Kamu jangan tidur dulu,sebagai pasangan Suami istri yang belum ada kata cerai atau pisah,Aku pantas mempertanyakan itu karena aku masih istri kamu!!!."Nada menjawab dengan lantang pada suaminya tersebut.
Mendengar jawaban istrinya tersebut makin menambah amarah tian,hingga tian mau menampar istrinya tersebut,namun bisa di redam olehnya amarah tersebut.
"Kamuuuu."Tian mau menampar istrinya tersebut namun tangannya masih bisa di redam olehnya.
"Apa,apa,,,Kamu mau tampar aku,ini tampar pipi aku ini."Nada memberikan pipinya untuk di tampar oleh tian namun tian belum terbawa emosi dan terdiam.
"Kamu jangan mencari masalah,,,Jika aku khilaf nanti bisa jadi bahaya,lebih baik kamu diam,kalau aku khilaf bisa membahayakan diri kamu dan anak dalam kandungan kita,Jadi kamu diam saja dan jangan pancing emosi suami kamu ini."Ucap Tian menyuruh nada untuk diam dan jangan membahas hal yang tidak penting untuk di permasalahkan.
"Aku istri kamu,aku wajib Mempertanyakan,Siapa perempuan yang mengantar kamu pulang itu??."Nada bertanya tentang sosok yang mengantar tian tersebut.
__ADS_1
"Dia itu sahabat aku dan kebetulan tanpa sengaja kami bertemu di karaoke."Jawab
Tian berkata tidak jujur dan mengelak pembicaraan."
"yakin itu cuman sebatas teman,sebatas teman mengapa mencium,saling Berpelukan,Apa itu yang di namakan sebatas teman??."Tanya Nada lagi pada suaminya tersebut dan menangis
di depan suaminya tersebut.
"Mengapa kamu menangis,itu cuma teman,kami sesama teman sudah biasa pelukan,tetapi tidak ada rasa."Tian Menjelaskan pada nada namun menyembunyikan sesuatu bahwa Seli sebenarnya adalah selingkuhannya.
"Tidak ada tian sebatas teman pelukan."
Nada membahasnya lagi dan menatap ke suaminya tersebut.
"Tidak usah menatap aku terlalu Tajam,terserah dirimu mau percaya atau tidak sama aku."Tian menyuruh istrinya tersebut untuk percaya padanya.
Lalu nada membahas tentang kemana keberadaannya selama 2 hari ini,mengapa tidak pulang kerumah.
"Aku mau bertanya sama kamu???Kemana Kamu selama 2 hari ini,kamu tidak tahu Zion Anak kita sakit dan aku membawanya berobat sendirian,aku menunggu kamu namun tidak
Lalu nada melemparkan gelas plastik
Ke wajah Tian dan suaminya tersebut mulai terbawa emosi karena merasa harga dirinya tidak ada lagi,ketika mau di lempar gelas tersebut.
"Kamu itu apaan sih,Kamu tahu aku ini baru pulang."Sahut Tian agak mulai terbawa emosi.
"Pulang di bawa perempuan,Begitu Maksudnya...Dari mana kamu???.Habis Dugem sama perempuan."Nada nangis dan bibirnya tidak bisa berkata apa-apa lagi dan Bergetar.
"Jangan bahas perempuan atau apa pun itu,aku baru pulang dan pingin istrahat,
Aku tidak ingin membahas hal itu,Fokus mengurusin anak dan fokus dengan anak kita yang di kandungan."Tian menyuruh istrinya tersebut diam saja dan jangan membahas hal yang tidak terlalu penting.
__ADS_1
"Kamu diantar sama perempuan,aku melihatnya sendiri."Nada memberitahu sebenarnya agar suaminya tidak berbohong lagi padanya.
"Jangan bahas yang tidak penting,dia itu Temanku dan temanku."Tian berbohong dan mengatakan bahwa seli adalah temannya.
Namun nada tidak percaya bahwa itu teman Tian,karena seli melihat sendiri bahwa suaminya tersebut pelukan dengan wanita tersebut.
"Apa itu yang di namakan teman,pelukan dengan wanita tersebut dan berciuman
di depan teras rumah."Nada langsung memberi tahu apa yang di lakukan tian bersama wanita itu,melihat jelas di balik pintu Jendela sedang mencium pipi wanita tersebut.
"Itu hal biasa bagi kami dalam pertemanan."Tian memberitahu istrinya supaya jangan norak Bahwa cipika cipiki itu sudah hal biasa bagi mereka.
"Apa kamu bilang,itu tidak wajar tian kamu itu Suami orang,kamu jaga martabat dan harga diri kamu."Nada mulai ngegas menyuruh Suaminya tersebut untuk sadar diri dan melihat kehidupan mereka yang makin susah sekarang.
Tian sudah lama menyembunyikan Seli dari istrinya dan nada tidak tahu bahwa perempuan tersebut adalah selingkuhan Tian.
Mereka sudah merajut kasih menjalin Hubungan diam-diam selama hampir satu tahun belakangan ini.
"Sudah berapa lama kalian berhubungan Diam-diam dan menyembunyikan semua dari ku???."Tiba-tiba nada bertanya seperti itu.
Tian makin marah karena sudah mengantuk,Hal seperti itu di bahas istrinya terhadapnya di tambah kepalanya yang pusing makin campur aduk baginya.
"Kamu jangan cari masalah dulu,biarkan Aku tidur nanti kita bahas hal seperti Itu."Tian langsung ke tempat tidur namun nada makin membahasnya pada suaminya tersebut.
"Siapa perempuan itu???Jawab Jujur Suamiku."Nada semakin cemburu dan menerka yang tidak-tidak saat suaminya tidak bisa menjawabnya.
Kemarahan Tian makin menjadi,hampir saja tian mau melemparkan hpnya
ke wajah istrinya tersebut,namun tian masih bisa menahan untuk tidak menyakiti nada yang sedang mengandung anak keempatnya tersebut.
"Kamu ini."Tian langsung berdiri dari tempat tidur dan mengangkat satu tangannya kearah Wajah nada hendak menampar nada.
__ADS_1
Namun tertahan karena kasihan pada Nada,lalu Tian menyuruh nada untuk tidur dulu,jangan membahas hal tersebut di saat mengantuk.
Nada pun menuruti apa kata suaminya tersebut,lalu masuk ke kamar dan tertidur dekat suaminya tersebut,namun hatinya masih nyesek dan rapuh,hancurnya berkeping-keping dengan rasa sakit yang tidak tahu mau mengadu pada siapa lagi untuk sekarang ini.