
Dokter Reno dan Tian saling tatapan, ketika sudah turun dari mobil, nampak wajah Tian langsung memerah ketika melihat pria itu yang merupakan mantan kekasih istrinya tersebut.
Dengan wajah memucat takut Dokter Reno memberitahu, bahwa Tian sudah menikah diam-diam dan melanjutkan hubungan dengan Seli lagi bahkan tidak pernah terbayang oleh Tian akan bertemu dengan Dokter Reno.
"Hy, perkenalkan saya Dokter Reno." Dokter Reno menyalin ke Tian sambil tersenyum seakan-akan pura- pura tidak kenal.
Mereka pura-pura tidak saling kenal, bahkan Dokter Reno pun tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan si bangsat tersebut, bangsat yang telah menduakan Istrinya serta tidak bisa membahagiakan Istri keduanya juga.
Bahkan Tian sudah tidak wajar bagi Reno, tidak bisa membahagiakan Istrinya Nada namun menikah diam-diam dengan Seli juga tidak bisa membagi waktu, bahkan sekarang Tian sedang mencari mangsa mendekati Bela yang merupakan teman Seli.
Ingin rasanya Tian menjadikan Bela sebagai Istri ketiga, bahkan Tian sudah terlena dengan perempuan cantik mulus, bahkan perasaan bosan cepat menghiasi hatinya jika sudah mendapatkan semua yang Tian mau.
Seli masuk ke dalam rumah, suaminya tersebut memapah Istrinya tersebut kerumah sambil wajahnya ikut pucat tidak tahu mau gimana lagi, melihat Dokter Reno rasanya tidak berkutik dan mati kutu.
Dokter Reno pun pamit izin kepada Seli, bahkan merasa kasihan juga dengan perempuan tersebut bahkan waktu untuk menemani Seli di rumah sakit pun tidak ada lagi waktunya.
"Hy Mbak, semoga kamu sehat selalu, aku pulang duluan." Kata Dokter Reno tersebut.
"Baiklah Dokter, terimakasih sudah membantu prosesku saat di rumah sakit Dokter." Jawab Seli sambil tersenyum.
"Sama-sama, saya pergi dulu semoga kamu sehat selalu." Dokter Reno menepuk bahu pasiennya tersebut.
Tian diam saja, takut dengan Reno memberitahu tentang semuanya tersebut kepada Nada, pria itu tidak mau kehilangan Istri pertamanya tersebut, biarlah kelak Seli yang akan Tian tinggalkan namun tidak dengan istri pertamanya tersebut.
"Kasihan sekali si Nada, punya suami ternyata sudah menikah diam-diam." Kata Reno dalam hati.
Reno menjadi kasihan kepada keduanya, merasa kasihan kepada Nada sudah menjadi Ibu yang baik mengurus rumah tangga namun tetap di abaikan oleh suami, bahkan suami bertingkah di luar rumah.
__ADS_1
Reno juga kasihan kepada Seli, semenjak hamil jarang mendapatkan perhatian dari suami, bahkan tidak pernah ada waktu untuk mengantarkan Seli sedikit pun usg.
Saat Dokter Reno termenung dalam mobil memikirkan kelakuan suami mantan kekasihnya, namun Nada tiba-tiba menghubunginya bahkan nangis-nangis menceritakan semua kepada Reno tersebut.
"Hy Nad, Kamu jangan menangis begitu dong,tetapi aku minta tolong selidiki suami kamu! Mungkin ada selingkuhan di luar sana tanpa sepengatahuan kamu!" Kata Reno sebenarnya tidak tega memberitahu semua kepada Nada.
Reno hanya memberikan kode agar Nada mengerti saja dan segera menyelidiki tentang suaminya tersebut, supaya lebih menyelidiki suami lebih lanjut akan semua itu.
"Maksud kamu apa Reno?" Tanya Nada kepada Reno.
"Maksud dari perkataan aku, tolong kamu selidiki suami kamu! Mungkin mempunyai selingkuhan di luar sana menurut saran aku sih begitu." Kata Reno.
Reno tidak bisa membayangkan begitu penghianat Tian terhadap istrinya tersebut, bahkan sudah dapat wanita cantik dan smart namun tetap di siakan oleh pria itu.
"Nad. Kamu di mana? Kita cerita nanti saja kirim share look sama aku dan segera aku akan ke sana." Ujar Reno.
Dokter Reno segera menuju lokasi Nada berada, kali ini pertemuan mereka di perkebunan teh dan Nada membawa anaknya Ardian ke kebun teh tersebut.
"Nad sudah lama kamu di sini? Lah itu anak terakhir kamu Nad?" Tanya Dokter Reno ternyata anak itu sudah besar berumur 2 tahun.
"Sudah dong Ren, ini anak aku terakhir si Ardian sekarang umurnya sudah 2 tahun." Jawab Nada sambil mengendong Ardian.
"Hy Ardiannnn." Lambaian tangan Reno untuk bocah kecil tersebut.
"Hy juga Om." Nada mengajari anaknya untuk mengatakan seperti itu.
"Bolehkah aku mengendong putra kecil kamu ini Nad?" Tanya Dokter Reno ingin sekali mengendong Ardian.
__ADS_1
"Boleh dong. Gendong saja anak ini." Kata Nada lalu menyerahkan Ardian untuk di gendong.
Ardian di gendongan Reno malah terdiam dan tersenyum, menatap wajah Dokter manis tersebut bahkan Ardian tidak mau lepas dari pelukan Reno tersebut.
"Nak sini sama Mama."Ucap Nada meminta Ardian untuk di gendong.
...Namun Ardian menolak tetap mau di gendong oleh Reno, melihat anaknya sudah akrab dengan Reno, bahkan Nada berpikiran jurus apa yang di berikan Reno....
"Hmm jurus apa sih yang kamu berikan untuk Ardian, bisa mengambil hati bocah kecil ini sekarang." Ketawa Nada.
"Hmm namanya gue penakluk anak-anak." Jawab Reno sambil terus mengendong Ardian.
Mengajak Ardian untuk bermain, lari-larian,mengajari Ardian jalan santai supaya tidak jatuh bahkan menikmati indahnya kebun teh tersebut.
Sedangkan Tian masih sibuk dengan Istri keduanya, memapahnya untuk ke kamar mandi, menyuapi Seli makan dan membantu Seli untuk berdiri saat kesulitan untuk berdiri akibat mau pendarahan tersebut.
Untunglah dengan cepat Dokter Reno pada waktu itu, menolong bayi yang ada dalam kandungan Seli tersebut kalau tidak bakal terjadi sesuatu kepada bayi yang ada dalam kandungan tersebut dan Seli bisa kehilangan bayi tersebut akibat kelalaian Seli memakan makanan terlalu pedas.
"Besok aku mohon sama sayang, tolong jangan makan makanan yang pedas kalau tidak bisa terjadi sesuatu pada rahim kamu sayang." Tian memohon kepada Seli.
"Mengapa Papi peduli? Bahkan saat di rumah sakit pun Papi tidak memperdulikan aku malah menyalakan aku seratus persen." Jawab Seli sebenarnya sedih dengan hidupnya sekarang.
Akibat bucin seratus persen Seli mempercayai suaminya tersebut, bahkan Seli menduga bahwa suaminya tersebut sudah berubah tidak ada waktu untuknya lagi bahkan Seli juga menduga waktu Tian banyak di habiskan untuk istri pertama, pada hal tidak ada waktu yang diberikan kepada Istri pertama.
Tian akhir-akhir ini ingin meluluhkan hati Bela supaya mau menjadi Istri ketiganya, bahkan Bela lebih cantik dari Seli dan Nada walau pun cintanya lebih besar ke Istri pertama namun tidak menutup kemungkinan Tian untuk selingkuh kepada Bela.
Bahkan Bela sudah memberikan segalanya kepada Tian, terlihat bucin sekali Bela sekarang kepada Tian, ingin memiliki Tian sepenuhnya mengambil hatinya dan menjadikan Tian sebagai suaminya.
__ADS_1
Bela tidak peduli lagi karena ketampanan Tian membuat Bela jatuh hati dan merasa bahwa Tian cocok menjadi suaminya, walau pun Bela tahu bahwa Tian adalah suami sahabatnya Seli.