
Tian tidak mau bercerai dengan Nada.
Apa pun keputusan Nada,Tian tidak bisa menerima itu sedikit pun,bahkan Tian kecewa Saat Nada mengambil tindakan tersebut.
"Apa pun keputusan sama kamu.Aku tidak akan pernah menceraikan kamu Nad."Ucap Tian terhadap Nada.
"Kamu tidak perlu menceraikan aku.Biar aku yang mengambil tindakan untuk Cerai.Oke Tian."Jawab Nada sambil menangisi perceraian itu berusaha untuk tegar.
"Sama kamu oke...Sama aku tidak oke Nad."Ucap Tian tidak kuat lalu sedih.
"Kamu tidak perlu memaksa aku kelak untuk kembali,Karena itu sudah jalan yang harus aku ambil dan tidak akan pernah menoleh ke Masa lalu.Kamu mengerti Tian!!"Seru Nada.
"Aku tidak bakal bisa melupakan kamu."Ucap Tian terus terang.
Tian juga tidak bisa melupakan anak-anaknya bahkan memandang anaknya dengan kasihan.Lalu Tian mengendong anak nya yang baru lahir tersebut untuk meluluhkan Hati Nada supaya tidak bakal terjadi perceraian di antara mereka.
"Nad.Lihatlah Anak kita yang baru lahir ini."Kata Tian memelas dengan wajah penuh kasihan.
"Jangan luluhkan hati aku Tian.Anak ini biar bersama aku,biarlah aku yang mengurus nya dan kamu cukup menjenguk nya."Ucap Nada
Tetap berusaha tegar namun kasihan juga dengan anak nya Ardian.
Nada menoleh ke anak nya Ardian.Namun Benak dalam hati nya hancur saat membayangkan anak kecil dia,bagaimana Jika bercerai anak nya Ardian akan kekurangan kasih sayang dari Ayahnya.
Bahkan di usia nya Ardian yang baru berapa hari.Nada harus mengambil keputusan dengan perceraian,anak nya tersebut masih terlalu kecil untuk kekurangan sosok Ayah.
"Nak maafkan Mama harus mengambil keputusan ini."Ucap Nada dalam hati lalu mengelus dadanya terasa sakit.
Zion yang belum tidur mendengarkan suara Ribut dari ruang tamu.Namun dalam hati Zion sebenarnya lega bahwa Mama nya akan bercerai namun Zion belum ikhlas kedua Orangtua nya bercerai.
"Jangan Bercerai Mama."Ucap Zion memohon kepada Mama nya supaya tidak menceraikan Mama nya.
Zion masih memikirkan adik nya Ardian.
Jika kedua orangtua nya Cerai saat usia Ardian belum sampai satu bulan,tentu kelak akan terasa menyakitkan di hati Ardian ketika dia telah dewasa dan membenci diri sendiri dan orang tuanya.
__ADS_1
"Mama...Tolong lah pikirkan jika Mama menceraikan Papa.Kasihan adik Ma masih terlalu kecil di tinggalkan Papa."Ucap Zion kepada Mama nya.
Nada menangis saat anak nya mendengar dari kamar menghampiri Nada di ruang tamu.
Sebenarnya anaknya muncul saat perdebatan itu hati nya Nada macam teriris luka,Nada lalu langsung memeluk anak nya tersebut.
Tian ikut merasakan kesedihan ketika Zion Menangis.Saat orangtua nya berdebat tentang perceraian tersebut,saat mengendong anak nya yang masih bayi,Air mata Zion mengenai Ardian.
"Lihat lah Nad.Anak kita saja tidak setuju kita Cerai,aku tidak akan pernah bahagia melihat kamu mendapat pendamping baru kelak."Ucap Nada terhadap Tian.
"Mama kasih papa satu kesempatan lagi."
Kata Tian memohon kepada Mamanya.
"Kesempatan apa lagi Nak!!"Seru Nada terhadap Zion.
"Kesempatan untuk Papa untuk memperbaiki semua Mama."Ucap Zion memohon kepada Mamanya.
"Nak tolong Masuk dan tidur lah di kamar."Nada meminta anak nya untuk tidur kembali. tidak sepatutnya mendengarkan omongan Orangtua.
Zion pun pergi ke kamar nya dan menginginkan kedua Orangtuanya tidak bercerai.Untuk saat ini Zion lebih memikirkan Tentang nasib adik nya yang baru lahir tersebut.
Dalam kamar Zion merenungi sendiri hidup nya dan hidup Orangtuanya.Mengapa Harus mempunyai Papa yang tidak bisa bekerja dan kadang Mama nya menjadi korban kekerasan Dalam rumah tangga itulah yang membuat Hati Zion kecewa.
Zion masih teringat bagaimana Dulu Mama nya di tampar oleh Papa nya sendiri.Saat Mama nya pulang kerja dan berdebat ada perempuan yang mengantar Papa nya pulang tengah malam.
Papa nya ngomong itu hanya seorang teman. Lalu berkecamuk lah Tian pada waktu lalu memarahi Nada dan menampar nya karena Nada membahasnya.
Seli menjadi suka marah-marah saat Tian marah besar sampai saat ini dan menghubungi Seli.Untuk lebih menjaga omongan dan jangan pernah datang kerumah nya pada waktu itu.
Namun nasib sudah menjadi bubur.
Karena kedatangan Seli kerumah tersebut membuat rumah tangga mereka di ambang Perceraian.Tian semakin membenci Seli karena ulah nya sampai anak dan istri nya Mencap sebagai Seorang suami dan ayah tidak baik.
"Seli...Kalau luh itu bagi gue itu hanya menjadi pelampiasan setidak nya jangan memberanikan diri datang kerumah."Ucap Tian marah-marah saat telponan dan memaki Seli.
__ADS_1
"Mengapa??"Jawab Seli dengan tenang namun takut.
"Dasar kurang ajar loh iya,berani menghancurkan hidup gue."Ucap Tian mengancam Seli dan memaki perempuan itu.
"Mengapa loh memaki gue seperti ini."Ucap Seli marah-marah balik kepada Tian.
"Loh dengar iya...Tak berotak banget luh gue lihat."Ucap Tian kepada seli.
Seli tersadar di maki-maki oleh Tian.Namun karena masih cinta terhadap Tian,tidak mau pisah dengan Tian,Seli menanyakan tentang pernikahan diam-diam tersebut.
"Gimana dengan pernikahan kita??Yang kamu janjikan sama aku sehabis istri kamu lahiran." Ucap Seli mempertanyakan hal itu karena sudah pingin menjadi istri Tian.
"Sudah kita batalkan saja janji kita.Bagaimana Aku bisa menikah dengan orang yang hendak mencelakai istri ku."Jawab Tian marah kepada Seli.
"Oh begitu...Kamu sudah tidak bisa menepati Janji kamu lagi."Ucap Seli mengancam Tian.
"Terus mau kamu apa??"Ucap Tian.
"Mau aku kita menikah!!"Seru Seli kepada Tian.
"Tidak bakal pernah terjadi pernikahan di antara kita."Ucap Tian lalu mematikan panggilan telpon tersebut dan memblok semua yang berkaitan dengan Seli.
Nada Sudah mengungkapkan akan bercerai dengan Tian.Nada kini hendak mau mengurus berkas-berkas pengajuan cerai. Saat berkas itu sudah di siapkan Nada untuk pengajuan.Diam-diam Tian mengoyak Kertas tersebut yang terdapat di dalam laci.
"Kemana kertas dalam laci nak??"Tanya Nada terhadap ketiga anak nya yang sedang sibuk dengan kegiatan nya.
"Kertas apa Mama??"Tanya Nara balik.
"Kertas penting nak."Ucap Nada sambil terus mencari surat-surat cerai tersebut namun belum ketemu.
"Kamu mencari ini kan sayang."Ucap Tian sambil melihatkan kertas-kertas yang telah di koyak nya tersebut.
"Kamu...Ini kan surat..."
"Surat cerai kita kan.Kamu tetap ngotot kan mengurus surat cerai,namun aku mengoyakkan surat cerai ini karena aku tidak mau cerai dan akte nikah ini akan aku tahan." Ucap Tian menahan akte menikah.
__ADS_1