
Sudah 5 bulan berjalan pernikahan Seli dan Tian, namun Seli merasakan mual-mual terus selama satu bulan ini akhirnya Seli membeli testpack untuk memeriksa apakah dirinya hamil atau tidak.
Testpack itu membuktikan bahwa Seli hamil anak Tian, kemudian Seli memeriksa tentang kehamilan ke dokter lagi dan ternyata benar Seli sudah mengandung selama satu bulan.
Seli bahagia sekali mendengar kehamilannya langsung dari dokter tersebut, selama ini kehamilan inilah di tunggu Seli selama ini.
Bahwa Seli ingin sekali hamil anak Tian akhirnya tercapai, perempuan itu sangat bahagia walau pun Tian sedang di rumah tinggal bersama istri pertamanya.
Seli menyampaikan kehamilan tersebut kepada Tian secara langsung, ketika Tian kerumah Seli dan Tian bingung mengapa Seli sebahagia ini.
"Gue bahagia banget sayang, sebentar lagi aku akan mempunyai anak dari Papi." Kata Seli kegirangan.
"Maksudnya sayang?? Punya anak dari aku maksudnya kamu hamil sayang?" Tanya Tian kepada Seli.
"Iya sayang aku hamil anak kamu, ini aku hamil anak kamu sekarang kandungan aku sudah jalan satu bulan." Sahut Seli dengan kesenangan.
"Sayangkuuuuu kamu serius." Ucap Tian ikut senang bercampur sedih.
Seli menunjukan testpack positif hamil tersebut kepada Tian sebagai bukti bahwa Seli sudah hamil anak Tian, kali ini Seli meminta suaminya untuk setia kepadanya.
"Sayang ternyata kamu positif hamil." Rasa bahagia sekaligus sedih melihat hasil test pack.
Tian bahagia mempunyai anak dari Seli namun takut ketahuan sama istrinya Nada bahwa Tian mempunyai anak dari perempuan lain, jika Nada tahu otomatis Nada pasti meminta cerai kepada Tian.
Tian ingin sekali menutup rapat semuanya termasuk pernikahan secara diam-diam tersebut, supaya istrinya Nada tidak mengetahui tentang pernikahan diam-diam mereka.
"Sayang aku bahagia banget bahwa Mami telah hamil, semoga sehat-sehat buat bayi kita yang di dalam Mami." Ucap Tian sambil mengelus perut Nada.
"Begitu dong sayang kamu harus memanjakan aku setiap saat." Jawab Seli kepada Tian.
__ADS_1
Selama kehamilan Seli meminta kepada suaminya untuk sering datang menjenguknya dan anak yang ada dalam kandungan tersebut bahwa Seli tidak ingin sendirian di rumahnya.
"Sayang selama aku hamil, pokoknya Papi harus sering menjenguk Mami pokoknya." Ucap Seli memohon manja pada suaminya tersebut.
"Hmm selama hamil menjadi manja begini kamu sayang." Ledek Tian.
Mereka pun saling menguatkan satu sama lain, namun perasaan Tian tidak bisa di bohongi soalnya waktu awal menikah pria itu tidak menginginkan bahwa istri simpanannya hamil anaknya.
Cukup baginya mempunyai anak dari istri sahnya Nada, namun semua telah terjadi akhirnya Tian mencoba menerima keadaan akan mempunyai anak kecil lagi dalam hidupnya.
"Hmm sebenarnya tidak ingin mempunyai anak dari kamu Seli." Gumam Tian dalam hati.
Namun Tian tidak bisa memaksakan egonya yang berkepanjangan tersebut, memaksakan diri supaya Seli tidak hamil namun harus bisa mencoba semua keadaan.
"Sudahlah gue terima saja keadaan ini! Apa pun resikonya ke depan." Gumam Tian dalam hati tersebut.
Sedangkan Nada sudah tidak peduli lagi dengan Tian, mau suaminya pulang larut malam lagi mau pun keluar rumah seharian sudah capek bagi Nada untuk mengatur suaminya agar tetap di rumah.
"Kapan Tian berubah menjadi lebih baik gue capek banget seperti ini." Kata Nada dalam hati tersebut.
Selama berumah tangga sudah banyak Nada yang bersabar, menerima kenyataan akan semua hal yang terjadi dalam hidupnya tersebut ketika sudah di uji dari masalah ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, bahkan mencari nafkah sendiri.
Teringat sakitnya bagaimana mencari nafkah sendiri, pada waktu hamil besar pun Nada masih bekerja sendiri sedangkan suaminya seorang pengganguran.
Ketika suaminya sudah membuka usaha ketika kehidupan mereka telah lebih baik, suaminya kembali ke lingkaran masa lalu pasa saat ini, perempuan ini belum mengetahui bahwa suaminya kembali ke selingkuhan tersebut.
Bahkan Nada tidak tahu bahwa mereka sudah melakukan pernikahan secara diam-diam, namun semua hanya masalah waktu yang akan membuktikan.
Nada juga sudah dekat dengan masa lalu nya Reno, namun Reno tidak mau menganggu hubungan Nada dengan suaminya tersebut
__ADS_1
karena pantang bagi seorang Reno untuk mengambil istri orang.
Reno menunggu sampai Nada bercerai saja tanpa menganggu hubungan suami istri tersebut, bahkan Reno tidak tega jika merebut Nada tang akan di korbankan adalah kebahagiaan anak-anak Nada tersebut.
"Sayang kamu pokoknya harus jaga baik bayi kita, kamu juga harus bisa menjaga pola makan serta makan teratur." Kata Tian ketika pamit mau pulang.
"Sayang kamu cepat banget sih pulangnya masa istri hamil! Ih Papi langsung main pulang saja." Jawab Seli merajuk pada hal Tian sudah dari pagi sampai sore di rumah Seli.
"Sayang, Papi kan sudah dari tadi pagi di rumah Mami sudah saatnya suami Mami ini pulang kerumah." Kata Tian kepada Seli.
"Ihhhhh tega banget sih Papi!! Pedulikan saja terus istri Papi itu." Jawab Seli merajuk.
"Sayang Papi itu sudah banyak waktu untuk Mami, akhir-akhir ini papi juga sering kerumah Mami." Ujar Tian mengelus rambut istrinya tersebut.
"Dasar bilang saja sudah bosan melihat mama sekarang."
"Mama jangan seperti anak kecil dong, ada urusan anak-anak pingin minta di antarkan ke mall." Jawab Tian menatap Seli meminta izin pulang.
"Sekarang Papi lebih peduli sama siapa? Sama istri pertama papi atau sama Mami, ayo coba Papi jawab! Mama pingin dengar langsung dari Papi." Kata Seli kepada suaminya tersebut.
"Sayang..." Ujar Tian tidak suka membandingkan kedua istrinya tersebut.
"Kamu jawab saja! Kamu pingin lebih banyak waktu sama siapa sama istri pertama Nada atau sama aku?" Seli mengulangi pertanyaannya tersebut.
"Sama kamu dong sayang, pokoknya Papi itu sayang banget sama Mami." Tian berpura-pura biar selesai perdebatan di antara mereka tersebut.
"Serius sama aku sayang! Nanti yang ada dalam hati kamu mengatakan bahwa kamu sangat menyanyangi Nada dalam hidup kamu sayang." Ujar Seli.
Seli masih tidak percaya akan kata suaminya tersebut, dalam hati bertanya apakah suaminya sangat menyanyangi dirinya yang juga sedang hamil atau hanya untuk pelampiasan saja.
__ADS_1
"Aku ini hanya sebagai pelampiasan kamu saja atau bagaimana?" Tanya Seli balik kepada suaminya tersebut.
"Sebagai pelampiasan tidak mungkin sa