
Nada yang sedang menganti baju anaknya tersebut tiba-tiba hp pun berdering ternyata Tante Nada menghubungi.Untuk memberitahu Bahwa Mama nya telah meninggal karena penyakit kanker yang di derita nya.
Nada selesaikan dulu mengganti baju anak nya baru menghubungi balik Tantenya tersebut.Membaringkan Ardian di tempat tidur.
"Halo Dek pulang lah...Mama kamu sudah meninggal."Kata Tante nya merupakan adik kandung Mama nya bahwa Sang Mama telah Meninggal dunia.
Saat itu juga dunia Nada runtuh dan tidak bisa berkutik sedikit pun.Saat Tian sedang Tiduran bersama Zion dan anak nya yang bayi tersebut,melihat Nada yang masih telponan seperti tiba-tiba sesak Nafas dan langsung pingsan terjatuh ke lantai.
"Dek...Kamu kenapa dek??"Tanya Tante Nada tersebut mendengar seperti ada orang yang terjatuh.
Tian mengambil hp dari Genggaman Nada.Lalu lanjut dengan orang yang menghubungi Nada tersebut,Tian tidak tahu bahwa Nada di hubungi karena Mama nya meninggal.
"Dek balik lah...Pemakaman Mama kamu akan segera di lakukan."Ucap Tante nya tersebut.
"Apa!!!Tante maksud nya Mama mertua ku meninggal gitu??"Tanya Tian lebih jelas.
"Tante...Tenang saja kami pasti datang kesana."Ucap Tian juga sambil menangis.
Tian tahu bahwa mertua nya tersebut sangat Baik kepada dirinya.Tian tidak pernah sekali pun kehilangan perhatian dari kedua mertuanya selagi hidup dulu.
Telponan pun selesai Tian kembali menolong Istri nya yang sudah keburu pingsan tersebut.Tian merasa kasihan sama istri nya tersebut,Tian baru mengkhianati Nada dengan selingkuh,Masuk nya Nadira kerumah sakit waktu itu karena kelalaian Tian.
Masuknya Nada kerumah sakit karena di tendang oleh Seli dan kini Orangtua nya meninggal dunia,Papa nya sudah lebih dulu meninggal lalu 2 tahun kemudian
ibu nya yang menyusul.
Tian langsung membaringkan sang istri di tempat tidur.Menepuk-nepuk wajah Nada agar tersadar,namun Nada belum sadar juga, Lalu Tian mengambil air dan di siram ke wajah istrinya supaya sadar.
Nada pun tersadar dari pingsan nya,namun Nada langsung tersadar bahwa Mama nya sudah tidak ada,Nada menangis histeris melihat semua macam di sambar petir hingga meluapkan semua yang ada dalam pikiran nya tersebut.
Mama..................
Teriak Nada menjerit histeris dengan cobaan apa lagi yang telah di hadapin kini.
__ADS_1
"Sayang."Ucap Tian lalu memeluk istrinya tersebut.
"Siapa lagi yang aku punya untuk menjadi teman curhat ku,Mama telah meninggal."Ucap Nada menangis sesenggukan tidak kuat dengan cobaan yang kini dia hadapi.
"Nad.Kamu tidak perlu risau kamu masih punyai Anak dan masih punya suami,kami di sini bisa jadi teman cerita mu."Ucap Tian menenangkan hati istri nya.
"Iya beda dong.Mama itu lebih bisa mendengarkan ceritaku ketimbang suami Sendiri."Nada menyindir Suaminya.
Tian juga merasa sadar bahwa istrinya sedang menyinggung perasaan nya,namun dia tidak bisa berkutik untuk sekarang ini.Karena semua keburukan nya telah terbongkar yang ada adalah memperbaiki semuanya namun entah lah jika Tian kuat dengan godaan yang ada di luar sana.
"Nad...Aku tahu salah."Ucap Tian suara nya parau.
"Tapi kan Mama aku sudah meninggal."Nada tidak henti-hentinya menangis.
"Apa Mama.Nenek Meninggal??"Tanya Zion pada Mama nya karena mendengar dari omongan Mama nya sendiri.
"Iya Nak...Nenek Kamu meninggal,kita akan pergi ke kampung Nenek."Kata Nada terhadap Anak nya tersebut.
"Mama...Zion sayang sama Nenek mengapa Cepat meninggalkan kita."Jawab Zion bersandar ke Mama nya.
"Dulu Mama di tinggal Kakek kamu.Sekarang Mama harus di tinggal Nenek kamu,begitukah Hidup Mama merasakan begitu kesepian tanpa saudara dan keluarga."Ucap Nada menangis sambil Zion.
Mamaaaaaaaaaaaa
Zion langsung memeluk Mama nya,walau pun usia nya masih kecil Zion tahu Mama nya begitu tersiksa dengan penderitaan yang sedang dia hadapi.
"Mama Zion tahu yang sedang Mama Hadapi."Zion memegang tangan Mama nya tersebut dengan cinta.
"Terimakasih iya Nak,sudah mengerti dengan hidup Mama."Jawab Nada sangat salut dengan Anak nya yang peka dengan Mama nya.
"Baiklah kalau begitu,aku siapin dulu semua barang-barang kita."Ucap Tian bergegas menyiapkan semua barang yang akan mereka bawa ke kampung.
"Tapi gimana dengan anak kita yang baru lahir ini,apakah Ardian sudah bisa kita bawa??"Tanya Nada kepada Suami nya tersebut merasa kasihan jika Ardian harus di bawa Perjalanan jauh.
__ADS_1
"Sayang di bawa dong.Terus nanti sama siapa Dia??Kalau kita tinggal sayang."Ucap Tian.
"Baiklah tolong lah kamu beres-beres pakaian kita."Suruh Nada pada suaminya tersebut.
Mereka masih merasakan kesedihan,Tian kehilangan Mertua nya,Nada kehilangan Mama terhebat nya,Zion merasakan kehilangan Nenek terbaik nya dan adik nya ikut merasakan kesedihan tersebut.
"Bantu Papa,bereskan koper kita Nak,yang hendak kita bawa besok."Menyuruh Anak nya membantu Papanya.
Nada lalu bergegas mempersiapkan semua pakaian Anaknya yang hendak di bawa ke kampung dan suaminya memasukan kedalam koper yang kosong tersebut.
"Masukkan kesitu Nak."Ucap Nada pada Zion.
"Baik Mama."Ucap Zion menurut saja atas perintah Mama nya.
Zion adalah anak yang penurut penyayang terhadap adik-adiknya,Zion pun menuruti semua kata Mama nya bahkan tidak pernah merasa terbebani jika Mama nya menyuruh nya.
Nara dan Nadira memeluk Abangnya tersebut.Mereka saling menguatkan di tengah keterpurukan,Nada menjadi terhibur air mata nya tak henti mengalir namun menjadi terdiam mencoba tegar di depan ketiga Anaknya.
"Are u okay Mama??"Tanya Nara pada Mama nya karena melihat Mama nya menangis.
"Baik saja Nak."Buru-buru menghapus air mata nya supaya tidak kelihatan seperti menangis.
Satu keluarga ini pun saling berpelukan dan di situlah pertama kali momen kehangatan keluarga terasa bagi Nada,Semenjak suaminya ketahuan selingkuh Tian menjadi penurut dan baik terhadap istri.
Sebaik Apa pun sikap Tian saat ketahuan selingkuh,belum bisa menyembunyikan hati
Nada yang sedang terluka,Luka itu belum bisa sembuh sampai sekarang,bahkan Nada sudah mulai tidak respek lagi karena sakit hati.
Bahkan pudar nya cinta Nada terhadap Suami.semua karena sikap suaminya yang tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangga di antara mereka.
"Kita berangkat besok hari ini saja tidak usah besok biar cepat sampai di kampung."Ucap
Nada sudah mencari bis untuk keberangkatan Ke kampung halaman.
__ADS_1
"Nak mari kita siap-siap."Ucap Nada menyuruh anaknya untuk siap-siap.