
Kedua suami istri ini masih tetap bersikukuh berantam sesampai di rumah, namun putra sulungnya belum tidur sudah selarut malam begini.
Tian langsung menarik Nada ke pintu tidak peduli lagi, ternyata ada anaknya Zion di ruang tamu sedang belajar namun suami istri ini tetap berdebat.
"Jangan ribut! Ada anak di sini kalau kamu mau ribut besok saja." Ucap Nada kepada suaminya tersebut.
Nada tidak mau ribut ketika ada anak sulungnya di ruangan tamu tersebut, bagi Nada harus mencerminkan sebagai orangtua yang baik terhadap ke empat anaknya.
"Hy sayang." Nada menghampiri putra sulungnya lalu memeluknya.
"Hy Maaaaa." Sahut Zion.
Zion tahu bahwa kedua orangtuanya sedang bertengkar dan mempunyai masalah hingga pulang-pulang sudah ribut, keduanya tampak meredam amarah demi anak.
"Zion kamu ke kamar Nak, sudah jam berapa ini??? Sudah larut malam begini jadi anak Papa ini harus tidur." Tian menghampiri anaknya lalu mengelus rambut anaknya.
Zion pergi membawa kotak serta peralatan belajar tersebut, namun Zion menguping dari balik pintu ketika anaknya sudah masuk kedalam kamar tersebut.
__ADS_1
"Kamu apaan sih! Mengapa kamu jalan dengan mantan kamu ketemu di taman? Kamu sengaja mencari ribut sama suami kamu ini." Tanya Tian kepada Nada.
"Kamu yang apa! Mengapa pula kamu mengikuti aku dari belakang dengan memakai mobil teman segala lagi!" Jawab Nada ngegas.
"Oh jadi suami tidak bisa memergoki istrinya sekarang! Jalan dan pergi sama siapa? Asal kamu tahu bahwa aku ini suami kamu." Jawab Tian tidak terima.
"Kamu tidak terima kalau aku mendua seperti ini! Hy Tian ingat kamu pun dulu seperti itu selingkuh, sama siapa itu selingkuh? Sama... Oh sama Seli!" Kata Nada menjelaskan.
"Sudah jangan bahas masa lalu lagi, sekarang kita bahas tentang rumah tangga kita." Ucap Tian.
"Terserah kamu, aku sudah capek dengan kehidupan berumah tangga ini! Tanpa kamu aku bisa mandiri membesarkan anak seorang diri." Jawab Nada sudah terlalu sering mandiri.
kepala.
"Bangga buat apa punya suami? Kalau tidak bisa di andalkan." Nada ketawa seakan bahagia.
Namun dalam hati Nada sebenarnya sakit, melihat perlakuan suaminya tersebut, yang sering pulang larut malam setip hari membuat batin Nada capek.
__ADS_1
"Jadi kamu capek?" Tanya Tian.
"Aku capek, kalau kamu mau ceraikan aku bisa saja! Tanpa memaksa kamu untuk kembali serta ngemis untuk jangan cerai itu tidak bakal aku lakuin." Jawab Nada berprinsip.
..."Karena kamu sudah mempunyai yang baru masuk dalam hidup kamu, coba kamu tidak mempunyai pria itu pasti kamu akan mempertahankan hubungan di antara kita ini sampai sekarang!" Ujar Tian kepada istrinya....
"Astaga Reno itu cuman mantan kekasih! Yang datang dalam kehidupan aku!" Ucap Nada.
"Mantan kekasih! Namun bisa pelukan begitu pada hal sudah mempunyai suami, apa itu yang di namakan mantan? Sekedar mantan salut juga aku." Ujar Tian tepuk tangan lagi.
"Tiannnnnnnn."
"Apa?" Jawab Tian sebenarnya cemburu buta.
"Kamu pasti cemburu melihat ini semua?"
"Kamu pikir dong pakai otak! Suami mana yang setuju bahwa istrinya jalan dengan orang lain mantan kekasihnya lagi." Ujar Tian.
__ADS_1
"Kami tidak melakukan apa-apa." Nada berkata jujur.
"Hanya sekedar pelukan saja begitu." Kata Tian kepada istrinya tersebut.