Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Tak Bahagia


__ADS_3

Tian mulai mempersalahkan berat badan dan Badan melar nada semenjak mengandung anak-anaknya.


Dari anak pertama,kedua,ketiga,tian selalu Mempertanyakan tentang badan nada yang tidak ideal seperti dulu.


Saat melahirkan anak ketiga berat badanya Bertambah 12 kg dan pada waktu itu nada


Masih asi untuk anak ketiganya belum bisa Untuk diet karena demi memberikan nutrisi Asi untuk anaknya.


"Badan kamu tidak ideal seperti dulu lagi."


Tian memprotesnya saat nada mengendong


Anak ketiganya.


"Aku baru saja melahirkan nadira,bagaimana


Aku bisa diet,sedangkan anak masih butuh


Nutrisi asi."Jawab nada pada suaminya sedang membaca buku tersebut.


"Jadi buat tidak betah di rumah,jadi tidak Berselera tahu tidak,bentuk badan kamu saja begini."Tian tidak tahu bersyukur badan istri Nambah berat badan sedikit saja protes.


Nada tertekan batin,saat usai melahirkan


Tian selalu menuntut dirinya untuk mengembalikan badan idealnya seperti gadis dulu.


"Kamu tuh maunya tuh ideal seperti masih Gadis dulu,cantik sih kamu karena keseharian Mengurus anak kulit kamu tuh makin kusam Tidak sebening masih gadis dulu,kinclong Banget dulunya,entahlah sekarang menurut aku tidak terurus."Tian mengucapkan keluh kesahnya pada nada.


Nada selama ini selalu ingin membahagiakan suaminya tersebut,jika anaknya sudah tidur


Nada selalu dandan untuk suami,merias rambutnya dan memakai baju minim super seksi.


Namun walaupun begitu sering di lakukan istrinya tersebut,tian masih memprotesnya


dan membandingkan nada dengan selingkuhan dan teman perempuannya,


Yang menikah pun masih tetap cantik dan perfek.


"Bedalah waktu sudah menikah sama belum menikah,kamu itu tidak bisa bandingkan begitu lah!!!."Nada mengatakan jelas beda waktu menikah dan belum menikah karena ada 3 anak yang harus di urusnya.


Pagi-pagi harus menyiapkan sarapan anaknya,mengerjakan pekerjaan rumah dan waktu itu nada juga mendapat cuti melahirkan anak ketiganya selama 2 bulan namun gaji tetap berjalan.


Pekerjaan rumah yang sangat melelahkan dari pagi,siang dan sore yang tidak habis-habis saja pekerjaan tersebut,tetapi Tian masih sanggup memprotes bentuk badan dan tidak pandai perawatan.


"Lihat itu,teman aku cewek sudah menikah pun masih perawatan tampil cantik depan suami,punya anak lagi ada yang dua,3 dan lain-lain...apa kamu tidak sanggup seperti itu."


Tian membandingkan istri dengan teman-temannya atau istri temannya.

__ADS_1


"Lihat juga tuh istri teman-teman aku,istrinya


Cantik-cantik kinclong lagi wajahnya,pokoknya terurus."Melihat istri temannya selalu cantik ketika mereka nongkrong,temannya selalu membawa istri


Yang cantik serta seksi.


"Teman kamu kaya,Kalau kamu mau istri Kamu cantik,terawat,dan perawatan setiap saat,kasih uang dong untuk istrinya bisa


Perawatan."Nada memprotes temannya mengapa harus melihat istri teman-temannya,


Kalau ingin istri cantik seperti istri teman,


Dana juga menyarankan suaminya tersebut untuk memberikan dana padanya supaya bisa Melakukan perawatan seperti istri teman suaminya tersebut.


Tian terdiam nada membahas masalah uang Perawatan,jika tidak bisa memberikan uang perawatan nada menyuruh suaminya tersebut untuk diam saja.


"Aku kan cuman bilang,mana tahu kamu sadar untuk perawatan."Tian pura-pura tidak peka karena nada sudah membahas uang.


"Woi Tian sadarlah kau,kalau tidak bisa Memberikan uang jangan protes sama istri kamu."Nada kesal ketika di tanya masalah uang tian cuman bisa diam.


"Aku tidak bekerja,dari mana aku bisa memberikan uang perawatan padamu."Jawab


Nya singkat dan melanjutkan bermain game Karena capek tian ketika nada membahas masalah uang.


"Hmm uang saja kamu tidak bisa berikan,


Seribu pun uang tidak pernah aku terima padamu,di mana peranmu sebagai bapak dari anak-anak,di mana fungsimu sebagai suami,


Apa sudah memberikan kebahagiaan pada anak istri kamu ini???."Nada menatapnya dan Membanggakan diri bahwa nada bisa mencari makan dan membahagiakan anak.


"Langsung kemana-kemana pembahasannya,


Langsung dirinya di banggakan,tanpa menikah dengan aku mungkin kamu tidak terkenal dulu sebagai menantu konglomerat."


Tian menertawai istrinya tersebut karena menganggap pekerjaan nada hanya rendahan.


"Orangtua kamu memang konglomerat tapi Bangkrut."Nada membalasnya karena tian sudah menghina pekerjaan nada.


"Kamu,aku peringatkan sama kamu,jangan pernah bawa orangtua."Tian pun langsung Berdiri mengancam istrinya tersebut,jangan ketika berantam membawa orangtua,tian


Mulai emosi namun yang duluan memancing nada adalah suaminya tersebut.


"Turunkan tanganmu,jangan menunjuk


Kearah ku,karena kamu tidak pantas seperti itu,aku bisa saja menendang kamu keluar dari Rumah ini karena aku yang bekerja."Nada


Berbicara lantang pada tian karena amarahnya sudah bergejolak.

__ADS_1


"Sombong amat sih kamu,sudah aku bilang,


Kalau topik kita satu yang dibahas satu saja,


Jangan merambat kesemuanya."Tian mulai terjadi select di antara mereka.


"Woi tian sadar kamu,tidak sepatutnya kamu Berkata seperti itu padaku,kamu ngasih aku berapa sebulan???.tidak ada kan,jadi jangan Bandingkan aku dengan istri teman kamu,


Istri teman kamu di berikan suami perbulan


10 juta,20 juta,30 juta dan sebagainya...


Apa kamu sanggup memberikan aku puluhan


Juta seperti teman-teman kamu itu."Nada


Menertawai tian panas mendengar perkataan tian karena nada suka di bandingkan dengan Istri temannya.


"Kamu sama istri tetangga,masih cantik lagi istri tetangga."Tian tidak terima dikatakan tidak berduit sama istrinya tersebut.


"Iya,iya,iya,bandingkan saja terus,kamu diam


Saja,kalau tidak berduit jangan banyak cincong sama istri kamu ini."Nada menyuruh


Tian untuk mencari istri yang biaya perawatan sampai puluhan juta.


"Badan sudah bertambah sedikit saja


Di protes tidak terima."Ucap tian.


"Woi tian,coba kamu yang berada di sisiku,


Ketika kamu menjadi perempuan terus kamu Di protes oleh suami kamu,sakit hati tidak kamu???."Nada menepuk hatinya karena sudah terlanjur sakit hati mendengarkan omongan tian.


"Biasa saja."Jawab tian singkat seakan tidak Menyadari bahwa omongannya tersebut bisa Membuat mental istri down dan sakit.


"Okelah karena kamu tidak bakal pernah Merasakan sakit hati seorang perempuan,


Kamu punya anak perempuan,jika suatu saat


Anak kita yang perempuan apakah kamu akan bersikap biasa saja,ketika seorang suami anak perempuan kamu Selalu menuntut bodi yang bagus pada anak perempuan kamu ketika dia sudah menikah."


Tanya nada pada tian.


"Cukup aku yang ngomong seperti itu pada kamu,jangan pernah anak perempuanku."


Tian hanya ingin menuntut bodi tersebut pada istrinya saja,tetapi dalam keinginan jangan Pernah anak perempuannya yang mendapat Perlakuan dari suaminya kelak seperti itu ketika sudah menikah dan mempunyai anak.

__ADS_1


__ADS_2