Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Anak Seli Jatuh Sakit Lagi


__ADS_3

Jam 2 pagi Bibi Sari yang ingin memberikan susu kepada Olive anaknya Seli yang sedang tidur tersebut, ketika Bibi Sari memberikan botol susu tersebut namun terheran lah bibi Sari mengapa Olive tidak meminumnya.


Bibi Sari memegang tangan Olive, betapa terkejut Bibi Sari saat mengentahui Olive panas tinggi serta sekujur tubuh Olive sudah dingin membuat Bibi Sari takut lalu memanggil majikan di kamarnya.


Kebetulan Seli dan anaknya pisah kamar karena Seli sedang hamil anak kedua, untuk membiasakan supaya anak mandiri juga tidur dengan pisah kamar.


"Nyonya, nyonya,nyonya."Teriak Bibi Sari memanggil majikannya tersebut.


Seli langsung membuka pintu tersebut, perempuan itu sudah tahu jika Baby sister nya berteriak seperti itu pasti lagi ada sesuatu yang terjadi di dalam rumah tersebut hingga Seli juga ikut berlari dengan perasaan panik.


"Apa Bibi?"Tanya Seli kepada beby sister nya tersebut.


"Olive sedang demam tinggi Nyonya dan seluruh badannya dingin."Ucap Sari sambil menangis.


Seli langsung berlari ke kamar anaknya tersebut, tidak peduli lagi dengan keadaannya lagi hamil Seli tetap pontang pontang berjalan cepat menghampiri anaknya di kamar tersebut.


"Olive,olive anakku."Tangis Seli sambil memeluk anaknya tersebut.


Seli langsung menghubungi scurity di rumahnya tersebut beserta sopir supaya ikut membantu membawa anaknya kerumah sakit,tempat biasa Seli berobat.


"Bibi tolong persiapkan peralatan untuk anakku, tolong jangan lupa air panas dan baju anak, soalnya mau bawa Olive kerumah sakit nanti Bibi nyusul belakangan saja ke rumah sakit biar saya bersama irham kerumah sakit membawa Olive."Ucap Seli sambil mengendong anaknya tersebut.


Irham selaku sopir langsung berlari supaya majikan tersebut tidak mengendong Olive,biarlah Irham yang mengendong dibantu dengan scurity rumah tersebut bernama Revan mereka membantu majikannya tersebut


Mereka berdua begitu setia menemani majikannya dalam segala hal, bahkan selalu tampak peka dan peduli dengan majikannya tersebut mereka juga mengetahui bahwa majikan sedang di terpa masalah besar sekarang.


Anak yang di kandung sudah pernah pendarahan dalam perut hingga Seli harus menjaga kesehatan karena persalinan semakin dekat, sedangkan di sisi lain anak pertamanya sedang menderita kanker leukemia.

__ADS_1


"Anakku mengapa harus begini nasib kita, ibumu ini sangat sedih nak jika kesayangan Mama sakit seperti ini."Seli menangis saat dalam perjalanan kerumah sakit.


Seli tidak hentinya menangis takut membayangkan vonis dokter tersebut, yang mengatakan bahwa Olive menderita kanker leukemia kecil perkiraan penyakit tersebut sembuh secepat mungkin.


"Mama kamu tidak bisa tenang nak, bagaimana Mama bisa tenang bahwa tujuan kita selalu ke rumah sakit."Seli mencium anaknya tersebut.


Tibalah mereka di rumah sakit tempat biasa Seli berobat, dirumah sakit milik Dokter Reno karena Seli begitu percaya bahwa anaknya akan sembuh ditangan Dokter Reno.


Kebetulan pada malam itu Dokter Reno hendak pulang, setelah selesai menangani anak balita yang juga menderita kanker leukemia sama seperti Olive.


Saat Seli hendak masuk kerumah sakit mereka berpapasan dengan Dokter Reno tersebut, pria itu langsung menghampiri Seli mempertanyakan mengapa malam-malam begini ke rumah sakit.


"Hy mbak, ada apa mengapa malam begini kerumah sakit? Apa Olive kambuh lagi?"Tanya Dokter Reno.


"Iya Dokter, anak saya malam begini kambuh sakitnya, aku mohon Dokter bantu aku tolong periksa anakku."Seli meminta bantuan serius kepada Dokter Reno.


"Aku mohon Dokter,please."Seli berlutut di hadapan Dokter Reno memohon supaya anaknya bisa ditangani oleh Dokter Reno.


Dokter Reno pun merasa kasihan lalu menolong Seli, sudah berulang kali Dokter Reno menolong wanita tersebut karena kasihan walau pun Dokter Reno mengingat bahwa wanita itu adalah orang yang telah menyakiti Nada menjadi pelakor dalam rumah tangga mantan kekasihnya tersebut.


"Baiklah saya akan menangani."Jawab Dokter Reno.


Dokter Reno langsung mengerahkan seluruh staffnya, untuk menangani Olive terlebih dahulu sebelum Dokter Reno masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


Dokter Reno lalu menangani anak Seli dengan tulus, namun saat Dokter Reno memeriksa terasa tak berdaya Dokter Reno saat sudah mengentahui bahwa Olive sudah terkena kanker leukemia stadium 3.


Tidak tega rasanya memberitahu Seli bahwa Olive sudah terkena kanker leukemia stadium 3, kecil kemungkinan untuk bisa sembuh dalam waktu cepat dan proses penyembuhan juga lama.

__ADS_1


"Kasihan Seli sudah kurang mendapatkan perhatian khusus dari suaminya karena hadirnya perempuan lain, begitu pula dengan anak pertamanya terkena kanker leukemia bahkan kandungan juga pernah hampir keguguran karena pendarahan."Hati Dokter Reno tiba-tiba merasa kasihan.


Dokter Reno lalu menyuruh Seli untuk masuk keruangan tersebut, untuk berbicara serius mengenai kesembuhan anaknya tersebut karena Olive sudah terkena kanker stadium 3 untuk saat ini.


"Mbak aku mau bicara serius? Ada berapa hal yang harus aku jelaskan kepada Mbak tetapi jangan terkejut dengan hasil."Ucap Dokter Reno sambil sedih.


"Apakah hal yang ingin Dokter jelaskan itu menyangkut penyakit anakku?"Jawab Seli sudah panik.


Sebagai seorang ibu tentu panik,cemas dan perasaan bercampur aduk, bagi Seli kesembuhan anak adalah nomor satu untuk sekarang ini bahkan Seli tidak peduli lagi dengan kesehatannya sampai lupa bahwa ada anak yang sedang di kandungnya.


"Begini Mbak. Olive sudah di diagnosa terkena kanker leukemia stadium 3, untuk sel-sel kanker tersebut sudah menyebar ke sekujur tubuh Olive namun kecil kemungkinan untuk bisa sembuh."Kata Reno terlihat sedih.


Seli menjadi sedih mendengar penjelasan Dokter Reno, saat ini Seli menyalahkan diri sendiri mengapa harus anaknya yang menderita sakit tersebut.


Jika Seli bisa mengantikan posisi anaknya mungkin Seli akan mengantikan, seorang ibu tidak ingin anaknya merasakan kesakitan luar biasa seperti itu.


"Dokter bisakah aku yang mengantikan anakku, merasakan penderitaan ini jangan dia Dokter, biarlah anakku tersayang merasakan hidup lebih lama lagi sampai Olive menua."Tangis seorang ibu di dalam ruangan tersebut.


"Mbak jangan menangis, jangan memikirkan hal yang membuat kamu stres bagaimana dengan kesehatan anak kedua dalam kandungan."Saran Dokter Reno supaya Seli tidak stress.


"Bagaimana aku tidak depresi Dokter, bagaimana aku bisa tenang jika anakku dalam kondisi sakit."Suara tangisan Seli semakin menjadi.


"Mbak aku mohon walau pun anak pertama kamu sakit, tolong pikirkan kondisi anak kedua dalam perut tidak lama lagi anak kedua akan lahir ke dunia ini."


"Baik Dokter saya akan menjaga keduanya, tidak akan saya biarkan keduanya menderita apa pun akan saya lakukan sebagai seorang ibu, biarlah harta saya habis Dokter untuk berobat yang penting Dokter bisa menangani anak saya untuk sembuh."Ucap Seli sambil menangis.


"Mbak saya tetap akan menggratiskan biaya rumah sakit untuk mbak."Ucap Reno tulus membantu.

__ADS_1


__ADS_2