
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam,
Namun tian belum juga muncul,
Sedangkan badan zion semakin panas karena demamnya tidak turun.
Nada mondar mandir menunggu suaminya datang,namun suaminya belum juga datang.
Nada karena takut anaknya kenapa-kenapa,akhirnya membawa zion berobat sendirian,lalu nada mengambil jaket zion supaya anaknya tidak kena angin malam lagi.
Nada pun memboyong anaknya,lalu menyetir dengan motor sendirian karena anaknya tidak kunjung turun demamnya.
Di tengah malam dan dalam keadaan hamil terpaksa membawa anaknya zion,sedangkan,anaknya nara dan nadira yang sudah tertidur tersebut,tidak dibawa oleh nada karena kasihan menganggu jam tidur anaknya tersebut.
Nara dan nadira di tinggalkan di rumah d
Di kunci oleh nada dari luar dan kunci di pegang olehnya.
"Nak kita berobat,yang kuat iya nak."Nada mulai menangis karena anaknya muntah-muntah tiba-tiba dalam perjalanan akhirnya menghentikan motornya.
Nada menangis melihat zion lemas,sakit,demam tinggi serta muntah-muntah.
"Mama,berobatnya tempat yang dekat saja,soalnya zion tidak kuat kena angin malam."Ucap zion menangis karena merasakan badannya sakit semua.
"Nak jangan menangis,ini kita pergi nak."
Nada pun ikut menangis,lalu membawa anaknya berobat ke puskemas terdekat,karena zion tidak tahan lagi terkena angin malam.
Membonceng motor dalam keadaan kencang,Agar cepat sampai Puskemas,Sekitar 20 menit nada dan Zion sampai kerumah sakit,lalu zion turun dari motor menangis tidak tahan lagi.
"Mama,anginnya kuat sekali."Zion Merasakan sakit kepala hingga hampir membuat dirinya pingsan.
Sesampai di rumah sakit,nada langsung memanggil petugas yang bekerja di sana,
Tampak ada salah satu perawat yang menyapa dirinya,karena malam-malam
di tengah hamil membawa anaknya sendirian berobat.
"Selamat malam ibu,ada yang bisa Dibantu??"Tanya perawat tersebut merasa kasihan pada nada.
Nada pun menceritakan pada perawat tersebut,bahwa anaknya sedang demam tinggi,muntah-muntah,butuh cepat penanganan dan mempertanyakan apa ada dokter yang bisa menangani anaknya.
__ADS_1
Lalu perawat tersebut menelpon dokter spesial anak yang bertugas pada malam tersebut dan baru selesai menangani
Salah satu anak yang demam tinggi juga.
Dokter tersebut menyarankan kepada perawat,agar anak tersebut dibawa ke Ruangan untuk di periksa.
Lalu perawat tersebut mempertanyakan,
Apa keluhan anaknya nada tersebut.
"Maaf buk,Dokter menyarankan langsung saja keruangan,untuk memeriksa anak ibu,Kalau boleh tahu ibu sama siapa kesini??."Kata perawat tersebut merasa kasihan pada nada,yang sedang hamil memakai baju tidur dan sandal jepit tersebut.
"Begini saya kesini berdua saja,sama anak saya yang sedang sakit ini,anak saya ada 3 orang cuman yang dua tinggal di rumah,saya mengunci pintu dari luar,karena terburu-buru karena membawa anak cowok saya ini."Ucap nada yang sebenarnya nyesek dalam hati, ingin sekali menceritakan semuanya pada perawat tersebut.
Lalu perawat perempuan tersebut,mempertanyakan tentang keberadaan suaminya nada.
"Kalau boleh tahu suami ibu kemana???."
Tanya perawat tersebut.
Nada terdiam agak susah untuk menjawabnya dan terlihat raut kesedihan.
"Suami saya kurang tahu kemana,sudah
Satu hari ini tidak ada di rumah,tadi saya menunggu suami saya,aturan ingin mengajak dirinya membawa anak berobat,namun saya tunggu belum pulang juga."Ucap nada pada perawat tersebut.
Perawat merasa kasihan pada nada,lalu membawa nada keruangan dokter anak tersebut,supaya zion bisa di tangani lebih cepat.
Sesampai di ruangan dokter anak,zion dan nada pun langsung di persilahkan masuk oleh dokter hendra tersebut.
Dokter hendra adalah seorang dokter yang baik,ramah,lembut,dan selalu membantu orang yang kesusahan.
Dokter hendra mempersilahkan nada masuk.
"Siapa yang sakit ibu???."Tanya Dokter hendra pada nada.
"Anak saya dok,Demam dan muntah dari tadi sore."Jawab nada.
"Mengapa baru tengah malam begini buk,
dibawa ke puskemas."Tanya Dokter hendra padanya.
__ADS_1
"Gimana dok,menunggu anak saya yang nomor 2 sama 3 tidur,karena kalau mereka belum tidur,bagaimana saya membawa anak sulung saya ini."Jawab nada sambil menangis.
Zion lalu di periksa oleh dokter,bahwa ternyata zion terkena dehidrasi atau demam tinggi,karena kekurangan cairan dalam tubuhnya.
lalu dokter hendra mempertanyakan keberadaan suaminya kemana???.karena Dokter hendra melihat,bahwa nada membawa anak Kecil sendirian berobat dalam keadaan hamil.
Nada hanya tersenyum ketika pertanyaan tersebut,diajukan oleh dokter hendra.
"Maaf,saya mempertanyakan suami ibu,
Karena ibu saya lihat membawa anak kecil sendirian dan saya merasa kasihan pada ibu."Kata dokter hendra.
Dokter hendra adalah orang yang tidak tegaan,Ketika melihat wanita membawa anak sendirian di tengah malam tanpa
di temani oleh suami yang bersangkutan.
"Suami saya satu harian ini tidak pulang Dok."Jawab nada tidak bisa menahan tangisnya,didepan anaknya dan sang dokter.
"Terus ibu pergi sendirian...Maaf nanya apa tidak ada saudara ibu yang membantu ibu membawa anak ibu kerumah sakit ini juga."Dokter hendra baru kali ini melihat perempuan sedang mengandung membawa anak berobat sendirian tanpa di antar oleh suaminya.
Nada menangis tersedu seakan semua menyakitkan baginya dan untuk makan pun nada tidak berselera lagi,melihat banyaknya cobaan hidup datang menghampirinya.
"Dokter,pernahkan bapak menjumpai pasien seperti aku??.yang banyaknya cobaan hidup menghampiri."Nada menggenggam tangannya dengan kuat dan berusaha sabar.
"Ibu mengapa menangis???Maaf saya bertanya tentang ranah pribadi ibu tadi,karena saya kasihan melihat Ibu."Dokter tersebut prihatin melihat nada dan mata dokter tersebut berkaca.
"Kasihan sekali kamu,mungkin kamu banyak makan hati terhadap suamimu."Gumam Dokter dalam hati yang menatap nada penuh dengan rasa kasihan dan di satu sisi terharu.
Dokter mengakui bahwa nada adalah wanita kuat wonder man membawa anak sendirian kerumah sakit,dalam kondisi hujan baru berhenti dan dokter juga mempertanyakan peran suaminya dalam Rumah tangga nada.
"Ibu peran suami kamu apa dalam hidup ibu dan anak-anak ibu."Dokter bertanya lagi karena geram melihat suami Nada.
"Aku sudah memberi tahu bahwa anak sedang sakit."Nada menangis menceritakan semuanya.
"Terus reaksi suami ibu seperti apa."Tanya Dokter hendra tersebut.
"Aku mengirimkan pesan di whatsapp namun suamiku cuman membacanya,tidak ada respon sedikit pun atau kekuatiran,tapi aku percaya kelak karma itu pasti ada."Curahan
Hati nada yang tidak bisa terbendung lagi lalu mengusap air mata yang telah membasahi pipinya tersebut.
"Kasihan sekali ibu."Ucap dokter hendra prihatin pada nada.
__ADS_1