Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Nada Menjadi Marah


__ADS_3

Nada menjadi suka marah kepada Tian semenjak suaminya sudah kembali ke lingkaran kelam masa lalu tersebut bahkan semakin besar kecurigaan Nada semenjak suaminya suka pulang malam.


Saat Tian membukakan pintu pulang dengan larut malam, istrinya Nada langsung mengemas pakaiannya lalu memasukan kedalam koper.


Melihat jadwal pulang suami yang tidak menentu lagi dalam dua bulan belakangan semakin membuat mereka sering bertengkar seiring waktu, bahkan Nada sudah capek berdebat.


"Sayang, aku pulang mengapa kamu langung memasukkan pakaian kamu dalam koper tersebut?" Tanya Tian agak bingung membuka pintu langsung di sambut dengan Nada mengemas kopernya tersebut.


"Entahlah." Jawab Nada tidak peduli lagi.


Nada lalu membangunkan anak-anak yang sedang tidur tersebut, anaknya pun terbangun namun mereka bingung mengapa Mamanya membangunkan anak-anak.


"Nak, ayo jangan tidur lagi! Ayo kita pergi dari rumah ini." Kata Nada semakin merasakan capek.


"Apa maksud Mama?? Mama berusaha untuk pergi! Mengapa jadi seperti ini?" Kata Tian menahan Nada mengemas barang-barang.


"Kamu apaan sih! Lepaskan aku Pa, buat apa kita pertahankan lagi kalau setiap hari kita berantam seperti ini setiap Papa pulang larut malam." Jawab Nada.


"Sayang aku pergi untuk kebebasan sebentar saja bersama teman, yakinlah aku di luar sana tidak ada ngapain sayang!" Kata Tian berusaha menahan istrinya.


"Oh begitu! Jika Papa pulang larut malam untuk kebebasan, jika di balikkan lagi ke Mama perkataan ini! Seandainya Mama di luar sana pulang sampai larut malam apakah Papa bisa terima??" Tanya Nada kepada Tian.


"Sayang tolong hentikan! Tidak lucu kalau Mama langsung pergi saja dari rumah ini tidak seperti ini caranya." Jawab Tian menahan tangan istrinya.


"Baiklah aku tidak akan pergi dari sini dari rumah ini, namun aku mau gimana kalau aku keluar dan pulang larut malam." Ucap Nada sambil menyindir suaminya tersebut.


"Sayang hentikan, tidak lucu dengan lelucon Mama ini mana mungkin Papa membolehkan pulang sampai larut malam." Kata Tian.


Tian memang tidak suka jika istrinya keluar bahkan keluar sebentar saja, pria itu langsung menghubungi istrinya untuk menanyakan berapa jam keluar.


Bahkan Tian tidak setuju, jika istrinya pulang sampai larut namun sama sekali Nada tidak pernah pulang sampai larut malam, jika itu terjadi maka Tian akan marah-marah sama Nada.


"Bagaimana jika aku pulang sampai larut malam?? Setuju tidak kamu kalau aku pulang malam!" Kata Nada.

__ADS_1


"Tidak!!! Mana pernah ada satu pun suami yang membolehkan istrinya keluar sampai pulang larut malam lagi." Ujar Tian tidak setuju.


"Jadi gimana?? Ada dua pilihan kamu mengizinkan aku pergi atau pilihan kedua mengizinkan aku untuk pulang larut malam seperti kamu pulang lama." Nada memberikan dua pilihan.


"Bagi aku semua itu bukan pilihan buat aku karena dua-duanya pilihan tersebut sama-sama mempunyai resiko." Ujar Tian memikirkan resiko.


"Mengapa?? Kamu egois berarti tidak mengizinkan istri keluar masa suami saja yang bisa keluar," Jawab Nada menyinggung lagi.


"Aku di luar bisa jaga diri, kalau Mama pulang larut malam terlalu beresiko untuk Mama bahkan bisa nanti ada bahaya." Kata Tian kepada Nada.


"Jangan kuatir dari kecil aku sudah mandiri dengan hidupku." Jawab Nada merasa lelah bertengkar terus.


"Pokoknya tidak ada pilihan atas hal itu." Kata Tian.


Nada langsung menyuruh anaknya untuk bergegas, segera mereka pergi untuk keluar dari rumah tersebut sikap Tian tidak bisa mencerminkan menjadi suami terbaik buat Nada lagi.


"Kamu itu tidak bisa menjadi suami terbaik buat aku! Dulu aku punya mantan segalanya bisa menghargai aku." Kata Nada mengingat Reno mantannya.


"Oh, jadi sekarang Mama sudah membandingkan aku dengan mantan mama itu itu!" Ucap Tian kepada Nada.


"Terus Mama tidak bahagia! Tidak perlu membandingkan aku dengan mantan pacar mama tersebut." Jawab Tian tidak suka di bandingkan dengan mantan Nada di masa lalu.


"Aku bilang bukan tidak bahagia, tetapi kita bertengkar terus karena Papa selalu pulang larut malam." Kata Nada.


"Sayang aku bisa menghargai kamu, maka tolonglah lebih sabar!" Kata Tian membujuk istrinya tersebut.


"Aku harus bersabar selama 12 tahun aku membentuk rumah tangga sama kamu harus sesabar apa aku? Selama ini aku sudah banyak sabar ia." Kata Nada lalu menangis memukuli dirinya.


"Sayang tolong hentikan, jangan memukuli diri kamu seperti ini sayang!" Kata Tian tidak senang Nada memukuli dirinya.


"Ayolah sayang kita pergi, kita tinggalkan saja Papa kalian ini!! Mama sudah terlalu muak dengan semua ini." Ujar Nada langsung mengendong Ardian.


Anak bungsunya di pegang Nada, perempuan itu langsung membawa kopernya meminta tolong kepada anak sulungnya supaya ikut memegang barang yang di kemas itu.

__ADS_1


"Mama kita mau pergi kemana??" Kata Zion kepada Mamanya.


Zion bingung mengapa tengah malam begini Mamanya mengajak pergi mereka, bahkan kali ini setelah berapa tahun lalu menemui kedua orangtuanya bertengkar.


"Aku pikir Papa dan Mama tidak bertengkar lagi, nyatanya kali ini setelah sekian tahun Papa dan Mama bertengkar lagi." Ujar Zion melarang kedua orangtuanya untuk bertengkar.


Zion tidak mau pergi dari rumah tersebut bahkan Zion tidak mengikuti langkah Mamanya keluar, mamanya terkejut saat anaknya tidak mau ikut.


"Zionnnn ayo nak! Mengapa malah berdiri sambil termenung begitu nak?" Ucap Nada sudah mengendong adik nya Zion.


"Mama pergi saja!! Zion tidak mau pergi sama mama." Kata Zion.


"Kenapa Nak?? Tidak mau ikut mama." Tanya Nada agak kebingungan.


"Begini Mama tolonglah maafkan Papa, sejauh ini Papa tidak selingkuh kan Maa." Ucap Zion memohon untuk jangan pisah.


"Nak kamu mau mama kamu ini menderita selamanya, jika Mama bertahan sama Papa seperti ini!" Jawab Nada sambil menangis.


"Maaaaa...Aku mohon jangan cerai." Ucap Zion kepada kedua orangtuanya tersebut.


"Dengar tuh kata anak kamu, bahkan Zion pun tidak mengizinkan kita pisah." Ucap Tian merasa senang dalam hati.


"Ini karena kemauan anak kamu!! Saya tidak pergi dari rumah ini, namun besok saya akan keluar sampai larut malam." Jawab Nada.


"Gak, aku tidak mau sayang keluar sampai larut malam." Ujar Tian tidak memperbolehkan istrinya tersebut.


"Kamu pikir aku peduli dengan semua ucapan kamu, namun aku tetap nekat untuk pergi keluar nongkrong bareng sahabat aku." Ujar Nada.


Lalu Nada menyuruh anaknya untuk tidur kembali, biar mereka menyelesaikan semua dengan suaminya tersebut, anak kecil tidak boleh ikut campur dalam urusan mereka berdua.


"Sudah tidurlah nak." Kata Nada menyuruh anaknya untuk tidur.


"Baik Mama."

__ADS_1


Mereka pun menuruti apa kata mamanya tersebut.


__ADS_2