
Nada yang bekerja,anak di tinggal berdua bersama kakaknya nara,abangnya zion sekolah tampak tian sedang sibuk video call.
Jika tian sudah video call sama seli,sering
Lupa waktu untuk memberi makan atau membuatkan susu untuk anak-anaknya tersebut karena fokus ke seli.
"Papa...adek mau minum haus."nadira kehausan merengek minta di buatkan susu sama papanya.
"Bentar nak,nanti papa buatkan susu."Jawab
Tian melanjutkan video call dengan seli.
"Siapa itu pa?"tanya nadira pada papanya tersebut.
"Teman papa,lebih baik kamu tidur saja,
Nanti papa buatkan."Menyuruh nadira untuk lanjut tidur karena tian nampak nadira sudah ngantuk.
"Papa...Buatkan susunya."Nangis merengek lagi karena haus.
"Iya.ini papa buatkan,"Tian mengambil dodotan nadira lalu membuatkan susu untuk anaknya tersebut.
"Ok."
Seli marah karena tian tidak fokus video call,
Seli membentak tian menyuruh untuk mendiamkan anaknya supaya jangan merengek lagi.
"Tian...bisa tidak kamu suruh diam saja anak kamu itu,berisik mendengarnya menangis mulu,capek deh."seli marah pada tian.
__ADS_1
"Sayang gue matikan dulu,soalnya anak gue sudah minta susu dari tadi mungkin anak gue kehausan."tian pun membuatkan susu anaknya lalu mematikan video call tersebut.
"Sayang...jangan matikan!."Belum sempat seli bicara langsung mati panggilan tersebut.
"sayang jangan kayak begitu dong,kalau papa
Masih telponan jangan merengek begitu."
Memperingati anaknya supaya jangan manja terus.
"Aku sudah bilang papa tapi tidak ada pergerakan,terus aku mau gimana."nadira
Mencari alasan.
Ketika susu tersebut belum selesai di buat tian,badan nadira tiba-tiba gemetaran serta dingin,nadira langsung jatuh pingsan.
"Sayang,kamu kenapa."tian panik membangunkan anaknya tersebut.
Namun putrinya belum juga sadar,tian menangis serta panik meminta pertolongan karena badan nadira merah.
"tolong,tolong,tolong anakku..."tian menangis
Merangkul serta memeluk putrinya tersebut.
Tetangga pun berdatangan untuk membawa nadira kerumah sakit,ada tetangga yang memberikan pinjaman kendaraan untuk
Di pakai kerumah sakit,tian terus memeluk nadira,membangunkan anaknya supaya sadar namun belum sadar juga.
"Nak...bangun sayang jangan pingsan lama begini."tian teruk memeluk putrinya tersebut selama perjalanan rumah sakit air matanya terus mengalir.
__ADS_1
Seli yang tidak tahu nadira pingsan,menelpon
Kembali tian untuk vcan namun hpnya berdering tian tidak mengangkat karena fokus untuk membawa anaknya kerumah sakit.
tidak memperdulikan kekasih gelapnya tersebut,tetapi lebih ke sadarnya nadira,
Nara yang berada di samping tian juga ikut menangis,nara tetap di bawa tian kerumah sakit karena tidak ada teman nara di rumah.
"Papa...nadira kenapa."Nara menangis melihat badan adiknya menangis.
Tian tidak bisa menjawab pertanyaan anaknya tersebut,namun yang di lakukan
Tian hanya memeluk anak kandungnya tersebut.
"Sayang...nanti papa jelaskan."tian merangkul
Anaknya nara supaya tidak menangis lagi.
Sampailah mereka di rumah sakit,
tian mengendong nadira mencari Dokter untuk menangani nadira.
Sesampai di kasir tian meminta tolong supaya anaknya cepat di tangani oleh rumah sakit.
"Buk,tolong selamatkan anak saya."Ucap tian
Meminta tolong pada kasir.
Kasir menghubungi dokter,lalu dokter meminta pada perawat untuk menangani dulu,dokter tersebut hendak menuju ruangan untuk memeriksa nadira.
__ADS_1