
Pertemuan selama 2 minggu di antara mereka, sudah saling membuat dua sejoli ini kembali nyaman, setelah lama tidak kembali merajut kasih bahkan diam-diam rasa Tian mulai muncul terhadap selingkuhan nya tersebut.
"Tian temani gue dong belanja ke butik." Kata Seli walau pun dia tahu tidak sepenuhnya cinta Tian pada nya.
"Hmmmmmmmm, maafin aku tidak bisa lama-lama menemani kamu, soalnya anak dan istri saya minta temani pula ke mall."Jawab Tian kepada Seli sambil melihat jam di tangan nya tersebut.
"Hmm, pelit banget temani aku!!! Pada hal aku pingin lama-lama sama kamu!" Ucap Seli pada Tian.
Seli tidak peduli walau pun Tian bilang mau menemani anak dan istri ke mall,tetap Seli ingin di prioritaskan, walau Tian tidak memulai kembali hubungan tersebut.
Namun Seli nyaris menggoda pria itu setiap saat, senyum centil nya mampu membuat Tian tergoda lagi, namun Tian masih di ambang sadar takut ketahuan oleh istri nya Nada, bahkan Tian takut memulai lagi dengan Seli.
"Seli, kamu pergi sendiri saja karena saya lebih utamakan anak dan istri di rumah, maaf kamu itu bukan prioritas nomor satu, saya hanya datang untuk menepati janji saya saja terhadap kamu!" Kata Tian tidak respek dan peduli terhadap Seli.
"Kamu bisa begini denganku Tian, aku mohon temani aku sekali ini." Seli langsung bersandar di bahu Tian.
Tian linglung semakin lama wanita itu makin menjadi, menguasai dirinya bahkan menghasut Tian untuk menceraikan istrinya dan meminta pada Tian agar hidup bersama dengan nya.
"Aku pergi dulu!!!" Ucap Tian langsung pergi saja.
"Kamu tega seperti ini padaku dan main pergi saja Tiannnnnn!!" bentak Seli dari kejauhan ketika Tian pergi.
Saat berada di restoran miliknya.Seli langsung menjatuhkan Gelas kaca yang berada di depannya, kali ini Seli kehilangan keseimbangan lagi tentang cinta dan merasa tidak di hargai oleh Tian.
"Dia sudah berubah, tidak bisa menghargai aku lagi, bagaimana ini dia sudah begini dengan ku." Gumam Seli dalam hati yang paling dalam.
Seli risau takut Tian tidak bisa kembali lagi pada dirinya tersebut, bahkan kini hatinya sudah menggila ingin menguasai penuh hati pria itu.
Sedangkan Tian tetap memprioritaskan istri nomor satu, bahkan Tian masih ingat dengan janji Nada, hendak membawa anak jalan-jalan ke mall pada hari ini.
__ADS_1
Sampai lah Tian kerumah dan anak-anak nya bersorak bahagia, bahwa mereka akan jadi jalan-jalan bersama kedua orang tuanya tersebut.
"Horeeeeee.Papa datang," ujar anak-anak dengan senang.
"Hmmmm dari mana sih kamu sayang lama banget, anak-anak sudah menunggu kamu ini dari tadi!" Ucap Nada kepada suaminya tersebut.
"Maaf, maaf sayang, tadi ada urusan bisnis soalnya," jawab Tian berbohong.
Selama 2 tahun berubah kearah yang lebih baik, baru kali ini lah Tian berbohong pada istri tentang ini semua, takut istrinya mengetahui semua akhir nya Tian bohong saja.
Karena tidak bisa menemani nya Seli berniat untuk menganggu hubungan mereka.Seli menghubungi Tian agar istri salah paham, bahwa mereka sudah pernah ketemuan kembali.
Saat ada panggilan masuk ke hp nya, ternyata panggilan dari Seli, dirinya menjadi was-was mau mengangkat ada istri di samping. Tian lalu menonaktifkan Ponselnya.
"Siapa?? Mengapa sayang tidak mengangkat telpon itu?" Tanya Nada pada Tian.
"Hmmmmmm, teman klaim papa tadi mau ngajak ketemuan di jam segini, tapi papa cancel mau menemani anak-anak bermain ke mall," jawab Tian terpaksa berbohong.
"Sayang, kamu tidak percaya dengan suami kamu ini!" Ucap Tian agak panikan karena Nada agak tidak percaya.
"Aku percaya, cuman yang aku heran mengapa jam nya bisa samaan dengan jam kita mau pergi dengan anak!!" Ujar Nada ada yang aneh dengan sikap suaminya tersebut.
Namun Nada mencoba tidak over thinking, berusaha untuk tenang karena baginya tidak mungkin suaminya kembali kejalur yang salah lagi setelah sekian lama memperbaiki diri, sampai bertahun-bertahun untuk menjauh dari lingkaran gelap dirinya dulu.
"Hmmmmm mulai over thinking deh kamu!"Ucap Tian merasa istrinya tidak percayaan dengan apa yang dibicarakan oleh dirinya tersebut.
"Hmmm sudah lah sayang, aku percaya kok sama kamu, tidak mungkin kamu kembali ke lingkaran itu lagi sekian tahun kamu mengubah nya," jawab Nada.
"Sudah lah sayang, ayo kita jalan bahwa anak kita ini." Tian lalu mengendong anak terakhirnya Ardian.
__ADS_1
Mereka pun berangkat hati anak-anak senang sekali, bahwa sudah satu minggu lebih mereka tidak refreshing bersama kedua orangtuanya tersebut, bahkan Nadira yang hobi traveling itu sudah sering mengajak ortunya untuk jalan-jalan.
"Hmmmmm akhirnya terwujud keinginan adek, akhirnya bisa jalan-jalan juga kan Nara?"
Ucap Tian pada anak ketiganya tersebut.
"Senang sekali adek papa, besok-besok begini saja terus ia papa," jawab Nara pada papanya.
"Besok makanya sisa kan sebagian waktu untuk anak-anak, kita tutup saja kadang toko kita ngapa?? Kalau anak-anak minta jalan suamiku??" Sambung Nada pada suaminya tersebut.
"Kalau kita tutup toko kita, kita mau makan apa!" Canda Tian.
"Hmmmmm sekali-sekali saja sayang."Kata Nada meminta waktu suami nya tersebut.
"Hmmmm besok-besok aku sisihkan waktu pada anak-anak ia sayang!!" Jawab Tian.
Seli menghubungi lagi nomor Tian, namun nomor nya tetap nonaktif, merasa kesal sekali bahwa seli sudah tidak di prioritas lagi oleh Tian.
"Ihhhhhhhhh, dia ini pakai nonaktif segala!!"Gumam Seli dalam hati tersebut.
Seli merasa kesal banget dengan semua itu,niat hati ingin membuat renggang hubungan Tian dengan Nada.Malah gagal dengan semua rencana yang telah di jalankan tersebut.
"Ihhhh, besok semua rencana yang harus berjalan lancar," ujar Seli dalam hati.
Pria empat anak itu harus menjadi suaminya kelak, tidak boleh siapa pun! Yang menghambat semua rencananya, maka akan di hancurkan oleh nya.
Nada dan Tian lalu membawa anak masuk ke dalam mall, di sana Nadira melihat ada boneka Barbie sangat cantik namun Nadira tidak berani meminta pada orangtuanya.
Nada melihat Nadira melirik ke arah boneka Barbie tersebut.Anak nya seperti nya menginginkan boneka barbie tersebut, namun Nadira hanya menatap saja.
__ADS_1
"Sayang mengapa melirik ke boneka itu? Adek suka boneka barbie itu, oke lah. Mama akan ambilkan khusus untuk adek," ujar Nada lalu mengambil boneka barbie yang terpajang tersebut.
"Hmmmmmm iya mama, adek mau boneka itu," jawab Nadira merasa senang akhirnya mama nya tahu isi hati anak nya tersebut yang paling dalam.