
Sebulan lebih ini Seli terasa penat, mengurus anak di rumah sakit yang belum kunjung sembuh bahkan suaminya pun tidak peduli dengan masalah yang menerpa Seli.
Bahkan sebulan ini tubuh terasa capek tanpa istrahat, terlihat perempuan ini mulai begitu tegar menghadapi cobaan menghampiri hidupnya serta tidak pantang menyerah.
Dokter Reno mulai memberikan perhatian penuh, bukan karena cinta melainkan karena iba melihat perempuan itu berjuang sendiri dirumah sakit mengenai kesembuhan putrinya.
Dari situ lah kedekatan Reno dan Seli mulai terjalin yang dulu sebatas pasien dan tahu mengenai keburukan Seli sudah merebut suami orang namun kini mulai menyadari bahwa Seli tidak seburuk itu.
Mungkin Seli pernah terjatuh kedalam masalah yang begitu besar, hingga membuat namanya menjadi jelek serta buruk namun di sisi itu Seli adalah perempuan penyayang yang sangat menyanyangi putrinya tersebut.
"Aku sangat menyanyangi putriku ini Dokter,bahkan aku tidak mau kehilangan putriku ini."Ucap Seli sambil cerita.
Namun belum lagi Dokter Reno menjawab curhatan Seli perempuan itu sudah hampir pingsan dan memegang perutnya begitu sakit seketika.
Seketika juga keluar darah dari kaki Seli hingga membuat Dokter Reno panik membawa Seli langsung keruangan nya untuk diperiksa, namun sayang Seli mengalami pendarahan hingga anak yang di kandung yang sebulan lagi lahiran tidak bisa di selamatkan.
"Maafkan aku Seli tidak bisa menolong kamu lagi, bagaimana ini anak dalam kandungan Seli tidak bisa di selamatkan."Gumam Dokter Reno sedih.
Dokter Reno menunggu waktu yang tepat untuk bercerita, bahwa kini kondisi Seli sedang tidak baik serta down mungkin jika Dokter Reno menceritakan semua maka yang ada Seli akan stres dan down.
Kini kondisi pasien sudah mulai membaik dan pulih, namun setelah berapa hari siuman serta sadar betapa terkejut Seli saat perutnya sudah tidak membesar lagi.
"Dokter Reno anakku mana?"Tanya Seli panik.
Dokter Reno langsung memeluk Seli untuk menenangkan pasiennya supaya tenang kini waktunya untuk menjelaskan hal yang terjadi mengenai hal tersebut.
"Begini biar saya jelaskan semua Seli, tetapi janji padaku kamu tidak down pikirkan kesehatan kami."Dokter Reno merangkulnya.
"Hmm."Seli mengangguk.
"Begini anak yang ada dalam kandungan kamu keguguran, penyebab kegugurannya disebabkan karena kurangnya waktu istrahat sebulan ini,down, banyak pikiran,tidak selera makan dan stres."Dokter Reno menjelaskan.
__ADS_1
"Jadi anak saya keguguran Dok."Seli menangis sekuatnya tidak bisa membendung lagi tentang kesedihannya tersebut.
"Iya."
Seli mulai menyalahkan diri sendiri merasa tidak berguna hidup lagi, bahkan anak yang selama ini dipertahankan dalam perut keguguran dalam benaknya ingin menjerit sekuatnya.
"Aku ini tidak berguna untuk hidup lagi."Ucap Seli memeluk Dokter Reno.
Sebelumnya Dokter Reno sudah memberitahu Nada bahwa anak dari Seli tidak bisa dipertahankan karena keguguran, walau sudah di khianati Nada tetap memaafkan musuhnya tersebut.
Nada menjenguk Seli kerumah sakit untuk menghibur Seli, kini Nada merasa kasihan kepada Seli bahkan kurangnya kasih sayang suami saat Seli sedang mengandung anaknya tersebut.
"Dokter Reno boleh aku minta tolong? Tolong beritahu kepada suami saya bahwa anak saya dan dia keguguran karena saya takut untuk bercerita, saya takut Tian menyalahkan saya tidak bisa menjaga anak dalam kandung."Ucap Seli menangis.
"Baiklah saya akan menghubunginya."Jawab Dokter Reno.
Lalu Dokter Reno mengambil hpnya menghubungi Tian atas permintaan dari pasiennya tersebut, akhirnya dengan keberaniannya Dokter Reno menghubungi Tian.
"Hy."Sapa Reno.
"Ini saya Dokter Reno."Jawab Reno.
"Kamu lagi yang menghubungi saya."Tian merasa capek harus berhadapan dengan Reno.
"Saya hanya ingin menginfokan bahwa Istri kamu Seli keguguran, mohon maaf untuk anak dalam kandungan tidak bisa terselamatkan."Ucap Dokter Reno.
Seketika Tian marah dengan keadaan menyalahkan istrinya tersebut, pria itu meminta kepada Reno untuk memberi sebentar hpnya kepada istrinya tersebut dalam kondisi seperti ini pun Dokter Reno ingin mengomeli itu perempuan.
"Gue pingin ngomong sama itu perempuan, tolong kamu beri hpnya kepada Istri saya ada hal yang ingin saya tanyakan."Jawab Tian mulai emosi.
Dokter Reno pun memberikan hp tersebut kepada Seli untuk berbicara, namun Seli enggan untuk berbicara namun karena di paksa oleh Reno akhirnya Seli mau untuk berbicara kepada pria itu.
__ADS_1
"Apa?"Tanya Seli sambil menangis takut di kena omel.
"Kamu itu ia sayang cuma jaga anak dalam kandungan tidak bisa, sibuk mengurus anak pertama kamu tolong dong pikirkan kesehatan kamu baru pikirkan anak kamu yang sedang sakit, jadinya begini kan! Yang aku harapkan itu sampai sekarang ini melihat anakku hadir."Kata-kata Tian memojokkan Seli.
Seli tidak kuat kena omel suami, namun tangan Reno langsung mengelus Seli supaya tidak terjebak dengan marah kini Dokter Reno tahi persis bahwa pasiennya sedang down dan depresi.
"Sayang maafkan aku tidak bisa menjaga anak dalam kandungan."Seli menangis.
"Aku itu hanya ingin menanti anakku lahir! Namun akibat semua karena kamu maka hubungan kita cukup sampai sini saja buat apalagi kita pertahankan sedangkan aku tidak suka lagi sama kamu."Kata Tian lantang.
"Bella yang membuat kamu berubah begini sayang? Perempuan itu yang mengubah kami menjadi kasar?"Ucap Seli.
"Sudahlah aku sudah punya yang lain Bella sahabat kamu! Oh iya gue mau kasih tahu bahwa surat cerai akan saya urus karena hubungan ini sudah berakhir disini saja.
"Berakhir bagaimana? Tidak aku tidak akan cerai dengan kamu."Ucap Seli tidak ingin di ceraikan.
"Bagaimana aku mau bersatu dengan status suami istri kita, kamu saja tidak bisa mempertahankan anak kita bagaimana aku mau mempertahankan rumah tangga ini." Ucap Tian marah.
"Semarah ini kah kamu padaku?"Tanya Seli.
"Iya jelas dong gue marah kamu tidak bisa menjaga anak kita! Sudahlah jangan cari aku kita tidak ada urusan lagi lupakan semua tentang rumah tangga kita."Kata Tian.
"Tega kamu."
Tian mematikan panggilannya merasa marah pada Seli,kini hilanglah harapannya untuk mempunyai anak lagi sudah lama di tunggu Tian,namun Tian marah dengan keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.
Ingin mendapatkan anak kecil dan lucu kini pupus, kini Tian berharap bisa menikahi Bella supaya mendapatkan anak yang lucu-lucu dari Bella.
"Dokter lihatlah suami saya juga menceraikan saya, dalam kondisi sedang down serta depresi seperti ini."Ucap Seli mengeluh.
"Seli sabarlah semua cobaan, saya yakin kamu pasti kuat menghadapi semua cobaan yang sedang menerpa kamu."Dokter Reno merangkul pasiennya tersebut.
__ADS_1
"Terimakasih Dokter selalu ada,bahkan tidak pernah menjauh."Ucap Seli.
"Saya akan selalu disamping kamu."Ucap Reno.