
Nada merasakan kekecewaan mendalam karena tian sepertinya mempunyai selingkuhan dalam hati serta pikirannya mulai tidak beres memikirkan hal yang tidak-tidak.
Malam telah tiba nada duduk sendirian
di depan rumah,memikirkan kepenatan karena capeknya menjalani rumah tangga bersama suami.
Suami yang tidak berubah membawa nada mulai bosan dalam menjalani pernikahan,
Ingin rasanya cerai,namun kembali lagi ke anak apakah siap orangtuanya bercerai.
Kalau bukan karena anak nada sudah meminta cerai,namun disisi lain nada ingat pesan mertuanya yang berpesan pada nada
tolong ubah anaknya menjadi lebih baik namun sekian tahun nada menunggu suaminya tersebut untuk berubah namun tidak ada perubahan.
Di malam hening ketika nada menangis nyeseknya menjalani kehidupan rumah tangga seperti itu,lalu datanglah panggilan telpon dari mama nada untuk mempertanyakan tentang keadaan anaknya tersebut.
Nada pun mengangkat telpon dari mamanya tersebut lalu mengusap air matanya seakan semua baik-baik saja.
"Halo mama."Nada masih sembab suaranya pun serak karena nangis.
Karena suara anaknya serak serta parau,
Mamanya nada mempertanyakan mengapa suara anaknya tersebut serak.
"Nak,apa kamu baik-baik saja???Kamu sakit
Nak."Tanya mama nada pada saat nelpon tersebut.
Nada terdiam sejenak memulihkan suaranya supaya terlihat baik-baik saja,mencoba tegar Saat telponan dengan mamanya.
"Aku baik-baik saja ma,cuman berapa hari ini badan aku kurang fit ma.."Jawab nada pada mamanya tersebut.
"Jaga kesehatan nak,agar tetap fit kamu punya anak,gimana kabar suamimu nak dan Anak-anak???."Tanya mama nada padanya.
"Baik ma,cucu mama dan suami baik-baik saja."Ungkapnya pada mamanya untuk menyembunyikan sesuatu yang terjadi pada mereka.
Nada dan mamanya bercerita panjang lebar melalui hp,menceritakan keluh kesah serta curahan yang ada dalam hati.
Selesai telponan zion melihat mamanya sedang duduk dan mengurung diri sendiri,
Seperti banyak beban di pikiran serta batin yang tersiksa.
"Mama kasihan,hamil besar begini masih Kerja."Gumam zion dalam hati mau menangis melihat mamanya masih banting tulang saat hamil.
Zion menghampiri mamanya pada malam itu,
Langsung memeluk mamanya yang sedang sendirian.
"Mama mengapa,mama menangis apa mama
__ADS_1
Sakit atau banyak pikiran."Zion ikut menangis
Lalu menghapus air mata mamanya tersebut.
"Nak mengapa kamu menangis???mama Tidak menangis."Nada menghapus dan berusaha tegar seakan semua baik-baik saja.
"Mama jangan bohong sama zion,aku tahu apa yang ada di hati mama,mulai dari perasaan mama serta pikiran mama."Zion
Adalah anak yang peka terhadap mamanya.
Zion tahu kondisi mamanya untuk sekarang,
Mulai dari kondisi batin bahkan kesehatan,
Kadang mamanya mengeluh sakit namun untuk bekerja tetap di paksa.
"Mama jangan banyak pikiran lagi,bentar lagi
Adek kecilku mau lahiran jadi mama harus sehat,aku tidak mau mama dan adik kecilku Yang ada dalam perut mama kenapa-kenapa."
Ucapnya sambil menangis.
"Zion jangan sedih lihat mama,jadi nanti kalau zion memprotes masalah waktu sama mama,
Maafkan mama nak jarang ada waktu untuk zion dan adik-adik."Mencium pipi sang anak sambil ikut menangis karena anaknya lebih peka dari suaminya.
Tian pulang dugem di antar oleh temannya,
"Sayang mengapa di luar,kamu mau Menggoda para pria yang lewat??"Tian mulai
mengira istrinya mendekati pria lain serta kegatalan.
Karena seperti tidak biasa nada serta zion
Berada di luar,tian sangat cemburu jika istrinya di goda pria lain,biarlah yang selingkuh hanya dia jangan istrinya,biar ada
Yang mengurus anak-anaknya di rumah,
Supaya hidup anak-anaknya jangan hancur.
"Sudah masuk ke dalam jangan keluar."
Tian menyuruh masuk istri dan anaknya tersebut.
Tian dari pagi keluar ketika mereka bertengkar tadi baru pulang malam malam seperti ini.
"Kamu baru pulang,kemana saja kamu dari pagi tadi???."Tanya nada pada suaminya tersebut.
"Kamu jangan mempertanyakan aku!!!,Yang Penting kamu beres-beres saja mengurus anak di rumah."Jawab tian ketus langsung
__ADS_1
Menyuruh istrinya masuk takut di goda pria lain.
"Kamu ini sepatutnya kamu menjawab pertanyaan istri,apa salahnya istri bertanya seperti itu sama suami,kamu tahu anak-anakmu mencari mu dari pagi tadi."Ucap
Nada pada tian.
Tian pun memegang pundak istrinya supaya
Masuk kerumah,nada melihat seperti bau minuman dari baju tian.
"Kamu tadi minum sama teman kamu???."
Nada mencium baju suaminya karena sepertinya ada bau alkohol.
"Tidak aku pergi bersama teman-temanku,
Jadi cuman kawan aku saja yang minum lalu Minuman tersebut tumpah ke aku."Tian menjawab tidak jujur.
"Terus siapa yang menelpon kamu tadi,itu
selingkuhan kamu kan,berulang kali cewek itu menelpon ke hp kamu,dari nama contacts nya
Andi ternyata suara perempuan sehebat itu kah kamu menyembunyikan sesuatu pada istrimu ini."Ucap nada nangis-nangis karena
Nyesek.
"Itu mungkin istrinya teman aku."Jawabnya singkat lalu beralih ke hp.
"Kamu jawab dengan jujur atau aku minta cerai."Nada mengancam suaminya tersebut supaya berkata jujur padanya.
"Kamu sekarang ini sudah berani Mengancam-ngancam aku."Tian terkejut istrinya sudah berani mengancam dirinya.
"Kalau kamu tidak jujur tinggal pilih saja kamu pisah dengan istri kamu ini."Nada mengancam lagi suaminya tersebut.
"Baiklah kalau kamu sudah mengancam,
Aku jawab jujur itu adalah perempuan yang Suka sama aku mengejar-ngejar aku,"Tian
Berbohong karena takut di tinggal oleh istrinya tersebut.
"Yakin cuman perempuan itu yang mengejar kamu,mengapa dia mengatakan sayang sama kamu???."Nada mempersalahkan panggilan sayang dari perempuan yang menelpon tadi.
"Istriku mengapa kamu tidak percaya lagi padaku,apa kamu sudah tidak menyayangi Suami kamu lagi."Ucap Tian ingin istrinya mempercayai perkataan tersebut walaupun bohong.
"Bagaimana aku bisa percaya dengan perkataanmu,perempuan itu yang mengejar kamu,mengapa mengatakan dengan panggilan sayang itu adalah hal tidak wajar,ketika perempuan suka dan kamu tidak suka terus mengatakan sayang padamu,itu hal yang sangat luar biasa bagiku nekatnya perempuan tersebut."Nada mulai curiga pada suaminya tersebut.
"Istriku tolonglah percaya aku sebagai suamimu."Tian menyakinkan nada yang mulai curiga padanya yang selingkuh tersebut.
"Aku tidak percaya lagi dengan kamu,gimana
__ADS_1
Mau ngomongnya sama kamu sulit banget rasanya."Ucap nada mulai nyesek karena mengingat panggilan kata sayang dari perempuan yang menghubungi tian tersebut.
Tian berlutut pada istrinya untuk meminta maaf karena panggilan tersebut,namun nada masih merajuk serta timbul kekecewaan yang mendalam dari dasar hatinya yang paling dalam.