Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Memulai


__ADS_3

Tian menepati Janji untuk jalan-jalan selama 2 minggu dengan Seli.Merasa bersalah dengan Seli sewaktu dulu,demi memperbaiki kesalahan itu Tian memenuhi syarat itu dan meminta pada Seli untuk menjauhi Tian dan keluarganya.


Seli menyetujui perjanjian itu,tidak akan datang kerumah dan tidak akan menuntut banyak terhadap Tian.Walau pun Tian tidak mau balikan atau memulai hubungan pokoknya Tian harus memenuhi syarat itu.


Seli menghubungi Tian,lalu pria itu mengangkat saat anaknya jalan-jalan bersama istrinya,demi kebahagiaan anak dan Istri,Tian menyuruh istrinya untuk refreshing dan menghabiskan jatah bulanan yang dia berikan.


"Seli tunggu di rumah kamu saja,jangan datang kesini,soalnya karyawan toko saya banyak."Ucap Tian takut ketahuan.


"Oke baiklah."Kata Seli menyetujui semua.


"Rumah kamu masih di tempat lama kan??"tanya Tian pada perempuan yang pernah hadir di masa lalu nya tersebut.


"Masih...Nanti gue tunggu di rumah."


Tian langsung tancap gas kerumah Seli.


Namun sebenarnya Tian tidak ingin lagi kerumah tersebut,namun apa daya Tian tidak bisa menolak persyaratan tersebut,demi kenyamanan dirinya bersama anak dan istri kelak.


Seli pun tampil dengan dandan cantik,agar terlihat menarik di mata Tian dan pria itu kembali nyaman dengan nya lagi,itulah menjadi tujuan utama Seli,menggaet kembali pria itu ke pelukannya dan jangan sampai lepas.


Tian pun sampai ke rumah Seli,perubahan Rumah tersebut sudah banyak sekali dan kini makin besar sekali,rumah itu sudah seperti asing baginya,dulu Tian sering banget nyanyi bareng di rumah tersebut bersama Seli.


Kini untuk masuk pun Tian takut kerumah tersebut karena sudah asing baginya,melihat kondisi rumah itu sangat cantik.Tian juga masih sangat salut sama Seli bisa menghandle harta yang di wariskan suami pada nya hingga bisa berkembang seperti ini.


"Ternyata dia masih sama,masih pintar mengelola keuangan dan bisnis."Gumam Tian dalam hati sambil senyum karena salut.


Tian pun membunyikan bel rumah Seli dan perempuan itu melihat dari layar yang datang ternyata Tian.Bahagia sekali Seli loncat dengan kegirangan seperti anak kecil bahwa pria itu sudah datang.


Seli membuka pintu rumah itu dan melihat dengan rasa bahagia.Pria yang berdiri di depannya sangat ganteng sekali hari ini,salut memuji kegantengan pria empat anak ini.


"Gue salut sama loh,masih tetap ganteng saja sampai sekarang walau sudah punya empat anak." Ucap Seli melihat penampilan Tian sangat Rapi dengan memakai kemeja.

__ADS_1


"Jelas dong berkat istri yang pandai ngurus suami."Jawab Tian membanggakan istri nya di depan Seli.


Seli merasa geram dalam hati saat istrinya Nada yang di banggakan oleh Tian.Seli tidak ingin nama perempuan itu di banggakan saat mereka sedang bertemu,bahkan kini pun


Tian seperti sudah canggung untuk melihat Seli.


Tidak seperti mereka menjalin hubungan diam-diam dulu.Tian begitu romantis pada selingkuhan nya tersebut,namun waktulah yang menentukan bahwa mereka harus pisah.


Tian sudah punya anak,bahkan mau di paksa kan pun dengan Seli tidak akan ada kecocokan di antara mereka untuk sekarang ini,mereka hanya bisa menjalin diam-diam dulu hingga waktu yang memisahkan mereka.


Bahkan mereka tidak sampai ke pelaminan karena Tian sudah punya istri,akhirnya tekad bulat Tian berpisah dengan Seli.


"Ayo jalan Mau jalan kemana??"Tanya Tian pada Seli.


"Terserah kamu saja kita jalan kemana."Jawab Seli.


"Ya sudah kita cari dulu tempatnya mau makan di mana Cafe atau restoran??"Tanya Tian inisiatif untuk traktir Seli.


Gigi gingsul Seli nampak manis sekali saat tersenyum.Namun kini mereka sudah canggung memanggil dengan sebutan Sayang,sudah tidak ada kata sayang di antara mereka tersebut.


Bahkan dalam mobil pun sudah tidak ada pembicaraan di antara mereka tersebut,bahkan Tian nyaris diam saja selama dalam mobil tersebut bahkan pembicaraan diantara mereka tidak ada.


"Tidak seru banget sih."Gumam Seli dalam hati melihat Tian diam saja tanpa bicara.


"Kamu diam saja,tidak ada mau ngobrol gitu sama aku."ucap Seli pada Tian ingin sekali di obrolin oleh pria itu.


"Kita mau ngobrol apa,masa lalu kita sudah selesaikan!!"


"Walau masa lalu kita sudah selesai,apa tidak ada lagi pembicaraan di antara kita berdua."Ujar Seli berharap ada pembicaraan diantara mereka.


Tian takut jika ada pembicaraan ada di antara mereka,nanti muncul rasa nyaman di antara keduanya tersebut.Rasa sayang yang bisa muncul lagi walau perasaan itu sudah tidak ada lagi di hati Tian.

__ADS_1


"Kamu takut nyaman lagi dengan ku??"Ucap Seli pada Tian.


Hmmmmmmmmmm


Tian mengangguk kepala bahwa takut nyaman dengan Seli.


Sementara Nada yang sudah pulang,melihat suami tidak ada mengontrol anak buah nya bertanya dalam hati kemana suami nya pergi.


Nada curiga dan akhirnya mencoba untuk menghubungi Tian.


Tian menghentikan mobil sejenak karena istri nya menghubunginya.Lalu mengangkat telpon itu takut istrinya curiga pada nya jika telpon itu tidak di angkat.


"Halo sayang."Sapa Tian mengangkat telpon.


"Halo juga sayang,kamu dimana sayang?? Mengapa tidak ada di toko."Tanya Nada penasaran suaminya pergi kemana sekaligus was-was takut suaminya kembali lagi pada mantan selingkuhan nya tersebut.


Rasa ketakutan Nada semakin besar,ketika suaminya sudah berubah itu dan tidak ingin suaminya kembali seperti dulu,bahwa jika suami nya mengulang kembali seperti dulu yang tersiksa adalah batin nya.


"Aku semakin tersiksa jika Tian kembali seperti masa lalu dulu."Gumam Nada dalam hati tersebut.


Nada lalu menghandle karyawan nya bekerja di bawah dan menyuruh anaknya untuk tidur dulu.Nada tidak ingin melepaskan kendali atas usahanya tersebut,jika suaminya tidak ada di toko maka Nada lah yang menjaga sekaligus mengawasi karyawannya.


"Aku lagi cari bahan untuk di taruh di toko kita sayang,aku sudah ketemu dengan agen nya." Jawab Tian berbohong.


"Oh ketemu agen,yaudah lah sayang."Ucap Nada mematikan panggilan tersebut.


"Istri kamu yang nelpon??"Tanya Seli pada Tian.


"Iya."Jawab Tian singkat.


Lalu Tian melanjutkan kembali menyetir mobilnya tersebut.Sedangkan Seli sudah bete kali saat istri Tian menghubungi Tian,pria itu tidak peduli saat Seli terdiam karena bete yang penting Tian menepati janji untuk jalan-jalan bersama Seli.

__ADS_1


Seli semakin bete karena tidak di tanya oleh Tian mengapa dia diam saja.Akhirnya Seli yang merasa capek sendiri seakan tidak di hargai dalam mobil tersebut,sudah di diamkan berapa menit namu inisiatif untuk ngomong tidak ada.


__ADS_2