Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Tian di marahi nada


__ADS_3

Nada sudah sampai di rumah sakit,lalu menghampiri kamar anaknya yang sedang


Di rawat inap tersebut.nada serta zion pun lalu membuka pintu kamar tersebut.


"Sayang..."Nada langsung menghampiri anaknya serta memeluk putrinya nadira.


Tian panik serta takut kena marah oleh istrinya tersebut.Tian hanya bisa terdiam namun hatinya merasa bersalah karena tidak bisa mengurus anak dengan becus.


"Apa yang terjadi?"Nada meminta meminta penjelasan pada tian mengapa nadira bisa masuk rumah sakit,"Tolong jelaskan padaku


mengapa nadira masuk rumah sakit!"Bentak


Nada pada suaminya tersebut.


zion sudah menangis ketika melihat adiknya sakit,belum sadar juga dari dehidrasi tersebut namun sudah di tangani oleh dokter.


"Maafkan aku istriku...Nadira jatuh sakit itu karena kelalaianku sendiri yang tidak becus menjaga pada saat mama bekerja."Menoleh ke istrinya untuk meminta maaf.


"Kamu lihat apa yang terjadi!!!Karena ulahmu


Yang sibuk dengan kegiatan kamu anak kita sakit dasar suami yang tidak bisa di Andalkan."Nada memarahi suaminya tian tidak kuat menahan emosinya,meredam emosi pun nada tidak sanggup lagi,nada pun


memukul suaminya tersebut dengan kuat.


"Aku tahu salah...bisa kita bahas nanti saja Mengenai hal itu."Tian meredam kan amarah sang istri.


"Kamu sih...tidak bisa mengurus anak,


Aku tanya sama kamu selama di rumah


Apa saja yang bisa kamu urus."Nada mulai


Merasakan lelah.


Usia kandung nada sudah mendekati sembilan bulan,namun nada tidak bisa istrahat karena ada saja permasalahan yang datang menghampiri.


"Aku sibuk dengan game,nadira tadi minta susu pokoknya minta minum namun satu jam kemudian baru aku buatkan minum nadira.


Aku tahu aku salah..."Tian meminta maaf pada nada serta mengakui akan segala kesalahan.


"Mama...Papa tadi tadi video call dengan orang lain,sampai kami berdua tidak diperhatikan oleh papa."lirih anaknya nara.


"Video call sama siapa nak??"tanya nada pada putri keduanya tersebut.


"Kalau tidak salah suara cewek tadi mam...


Tapi papa tidak mau menunjukan wajah cewek itu pas video call."lirih nara pada mamanya berkata dengan jujut.


"Bohong kamu pa,kamu bilang main game tetapi kamu ternyata telponan sama cewek."


Nada menggeleng kepala seakan tidak percaya bahwa suaminya sudah ada hati untuk perempuan lain.

__ADS_1


"Siapa perempuan itu??jelaskan padaku perempuan itu siapa."Nada meminta suaminya untuk menjelaskan siapa cewek yang ada dalam video call tersebut.


"Saya aku tidak ada video call dengan cewek,


mungkin nara salah dengar.Aku video call


Cuman sama kawan cowok."Tian berbohong


pada nada.


Namun nara menentang papanya mengatakan bahwa itu adalah benar suara perempuan."Mama...papa bohong itu suara perempuan,bukan nara yang salah dengar Tetapi papa lah yang berbohong."Nara merajuk di katakan bohong pada papanya.


"Sayang...kenapa merajuk begitu kamu tidak salah,biar mama yang memberikan pelajaran pada papa kamu ini."Nada membujuk anaknya nara supaya tidak merajuk lagi.


"Sayang nanti kita jelaskan semua,ketika kita


sudah berdua,kalau ada anak segan untuk berbicara di depan mereka."tian meminta pada nada untuk menghentikan sejenak tentang terjadinya masalah tersebut.


"Diam kamu..."Nada menyuruh tian untuk diam.


Zion lalu mengelus kepala adiknya nadira serta mengatakan"Cepat sembuh dek,


Semoga adek cepat sadar."Zion lalu mencium Tangan adiknya tersebut.


"Dik,semoga kamu cepat sembuh.Kakak mu


selalu mendoakan kamu."Ucap nara pada adiknya tersebut dalam keinginan nara ingin adiknya cepat sembuh.


Nada juga menyalahkan suaminya tersebut,


karena tidak bisa luwes dalam mengurus anak,serta nada sudah tidak ada rasa kepercayaan terhadap tian.


"Siapa perempuan itu?"Tanya nada lagi pada suaminya.


"Perempuan yang mana!"Seru tian pada nada pura-pura tidak tahu.


"Perempuan yang ada dalam video call tadi.


Tolong kamu jelaskan di depan anak-anak


Supaya anak juga dengar bagaimana kelakuan papanya,"nada menyuruh suaminya untuk jujur di depan anak-anaknya.


"Aku tidak bisa jelaskan hal tersebut di depan


Anak-anak,nanti kita perjelas semua ketika Nadira sudah sembuh".Tian meminta istrinya untuk menghentikan dulu pembahasan mengenai kesana.


"Aku tidak mau...aku ingin kamu menjelaskan


semua di depan anak-anak."nada tetap memaksa suaminya untuk terbuka di depan


anak-anak.

__ADS_1


"Nada!"seru tian sambil menggelengkan kepala untuk memberikan kode supaya istrinya tidak membahas hal begitu lagi.


"Kenapa,kamu malu mengakui di depan


anak-anak kamu,bahwa perempuan itu adalah simpanan kamu atau kamu mau menganti posisiku sebagai ibu dari anak-anakku !"seru


nada yang mulai berani kepada suaminya tersebut.


"Sayang,tolong jangan bicarakan hal itu


di depan anak-anak,kasihan anak kita."


Tian merasakan kasihan ketika tentang perempuan di bahas di depan anak-anaknya.


"Kamu tahu itu...tetapi mengapa kamu Berulah pa?"Tanya nada pada tian karena merasa gondok dengan suaminya tersebut.


"Sayang,sekarang ini kita fokus dengan kesembuhan anak kita."tian menyuruh istrinya untuk fokus terhadap kesembuhan anaknya.


"Baiklah nanti ketika nadira sudah sembuh,


Aku akan membahas hal ini padamu."Nada


merasa kasihan pada anaknya namun perempuan yang menelponnya tadi menjadi tanda tanya bagi nada.


"Hmmm."Ucap tian.


Nadira pun sadar lalu memanggil mamanya serta mencari sosok mamanya.


"Mama,mama,mama."Panggil nadira 3 kali.


Nada merasa bahagia penuh haru ketika anaknya tersebut sadar lalu langsung di peluk oleh nada karena saking bahagianya.


"Sayang ini mama nak."nada mengelus kepala anaknya tersebut.


"Sayang kamu sudah sadar,maafkan atas kelalaian papa,sudah tahu kamu tidak bisa kurang minum atau terlambat minum namun


Papa tidak peka."Tian mengakui kesalahannya terhadap anaknya tersebut.


Nadira demam tinggi juga,lalu nada mengompres kepala anaknya tersebut supaya tidak panas lagi.


"Sayang mama kompres semoga cepat sembuh,biar kita bisa kumpul bareng lagi."


Nada mengambil mangkok lalu mengambil baju anaknya yang sudah di sediakan dalam tas.


"Dik kamu sudah sadar,nanti kalau kamu sudah sembuh kita ke pasar malam sama Mama!"Seru zion menatap wajah adiknya dengan penuh kasihan.


"Nanti kita beli boneka juga dek,biar kamu Semakin semangat."Nara juga memberikan


hiburan pada nadira.


Nadira merasa terhibur oleh kakak,papa serta mamanya tersebut,baru kali ini nadira merasakan kehangatan serta keharmonisan keluarga biasa papa serta mamanya sibuk dengan urusan masing-masing.

__ADS_1


"Mama baru kali ini kita bisa kumpul seutuh ini,biasa papa sama mama sibuk dengan urusan masing-masing."nadira sedih.


__ADS_2