
Selama mengurus nadira yang sakit di rumah
Sakit,tian tidak pernah mengabari seli sama sekali tentang memberikan kabar karena fokus dengan kesembuhan putrinya tersebut.
Seli sehabis berenang itu merasa kangen terhadap kekasih gelapnya tersebut,seli tahu
untuk posisi sekarang tian tidak bisa mengabarinya karena sedang fokus dengan kesembuhan putrinya serta keluarganya.
"Begini amat jadi orang kedua,menjalin kasih dengan suami orang,kalau rindu tidak bisa Menelpon duluan kalau belum di telpon."
Gumam seli dalam hati memikirkan nasib jadi yang kedua.
Seli sudah tahu menjadi kedua.namun tidak bisa juga melepaskan suami orang tersebut.
sudah terlanjur sayang serta cinta mati pada tian.
"Andai aku yang menjadi pertama dalam hidup dia,mungkin tidak akan aku biarkan yang lain mengambilnya."seli ikut sedih karena merasa menjadi simpanan.
Anaknya terbangun lalu beby sister tersebut memberikan celsi kepada seli karena terus memanggil mamanya yang habis berenang tersebut.
Seli pun mengendong putrinya yang baru bangun tidur tersebut,lalu mencium serta memeluk gemas putrinya yang balita tersebut.
"Hy,anak mama sudah bangun."Seli memasang baju piyamanya lalu mengendong putrinya.
"Mama...mama.!"seru anak seli meminta mamanya untuk menggendongnya.
"Hmm si unyuk-unyuk mama sudah bangun."
Karena saking gemasnya seli mencium rambut anaknya yang masih harum itu karena masih balita.
Seli pun lalu duduk di sofa bareng putrinya. sambil menikmati pagi hari di sekitar kolam renang tersebut karena udara masih sejuk serta dingin,menambah adem sekitar rumah karena banyaknya tanaman hijau.
"Bibi...bibi."Panggil seli pada asisten rumah tangganya tersebut.
Bibi itu pun menghampiri seli yang sedang membersihkan kolam berenang tersebut.
"Tolong buatkan gue salad buah bibi,terus buatin juga sarapan putri ku soalnya aku mau beri makan anakku pagi ini,sebelum aku Mengontrol perusahaan ku."Sebelum bekerja serta mengontrol anak buah nya serta pekerja yang lain kebiasaan rutin seli adalah bermain serta memberikan anak makan dulu.
"Baik nyonya,gue akan buatkan salad buahnya,mohon di tunggu salad buahnya."
Lalu bibi tersebut pergi membuat salad buah ke dapur tinggallah seli dengan anaknya
di sofa dekat tepi kolam renang.
__ADS_1
"Sayang mau makan,bentar ia makanan Sedang di buatkan sama bibi,bentar lagi Makannya."Seli meletakkan anaknya
di pangkuan dirinya.
Seli meminum minuman jus timun namun putrinya merengek untuk meminta minum jus timun tersebut,karena usia celsi masih balita seli tidak memberikan jus tersebut.
"Jangan nak,sabar bentar lagi minumnya. kalau sudah di buatin makanan bubur pada mu sayang."menatapi putrinya yang tidak terasa sudah sudah mulai beranjak dewasa.
Putrinya celsi tetap meminta minuman itu karena saking sayang sama anak,
Seli pun memberikan minuman tersebut karena celsi sudah memintanya.
"Tidak terasa anak gadis mama sudah besar, Udah umur 3 tahun saja."Seli menatap haru perjuangan ketika di tinggal oleh suaminya yang harus berjuang mempertahankan perusahaan tetap jaya serta membesarkan anak.
Suami tuanya sudah meninggal berapa tahun lalu,seli menikah pada suaminya yang beda 25 tahunan tersebut bukan karena cinta namun realistis hinga mendapatkan harta serta kenyamanan.
"Hmm begini dong nak,kita di tinggalkan harta yang banyak oleh papa kamu,jadi kita bisa senang-senang dengan uang yang
di tinggalkan papa kamu.Supaya kita tidak Menderita!"Seru seli pada anaknya saat menikmati cuaca yang adem tersebut.
Seli beruntung dengan kehidupannya sekarang,ketika merebut suami pertamanya dari istri pertamanya tersebut karena dari situ lah kehidupannya mulai berubah.
"Nyonya ini minuman sudah bibi buatkan."
"Terimakasih bibi."Ucap seli pada bibi tersebut lalu seli menyampaikan bahwa nanti ada pekerjaan dari kantor,"Oh iya bibi,nanti
ada pekerjaan yang harus saya urus di kantor
habis anak saya suapi tolong mandikan celsi."
Ucap seli pada asisten rumah tangga tersebut.
"Baik nyonya."Bibi tersebut menuruti apa kata seli.
Seli lalu memberikan celsi sarapan pagi dengan salad buah lalu menyuap ke putrinya tersebut.
"Sayang buka mulutnya lebar-lebar ini mama mau kasih kamu makan dengan salad buah."
Ucap seli pada putrinya.
Celsi pun membuka mulut lalu meminta pada mamanya buah naga untuk di cicip sama celsi.
Seli pun memberikan buah naga tersebut,
__ADS_1
seli memotongnya kecil-kecil supaya anaknya tidak ke sedak dengan buah naga itu.
"Hmm enak mami buahnya."celsi kesenangan
ketika mencoba jenis buah yang ada dalam salad buah tersebut ada apel,anggur,naga serta jeruk.
"Hmm enakan sayang,besok begini lagi makannya biar kulit adik itu makin cerah serta Bersinar."Seli lalu memberikan anggur pada anaknya tersebut.
Celsi sangat suka dengan buah,jika mamanya memberikan buah celsi tidak pernah menolak dengan senang hati celsi menerima buah tersebut.
Nada juga sedang berada di rumah sakit dan
hari ini adalah hari terakhir anaknya putrinya Nadira di rawat di rumah sakit.Nada yang kurang tidur itu berusaha tegar di depan putrinya yang sakit walaupun kondisi sedang hamil.
"Sayang hari ini adalah hari terakhir kamu
Di rawat rumah sakit,nanti kita bisa pulang bareng sama mama."Nada memegang tangan kedua tangan nadira seakan menahan sedih serta haru bahwa putrinya bisa sembuh.
"Mama...aku sudah bosan sebenarnya berada
Di rumah sakit ini,kalau nadira tidak sakit mungkin nadira tidak mau berada di sini,
nadira tidak bisa main-main,nadira tidak bisa lari-lari sama kawan."nadira merasa terkekang serta tidak bebas berada di rumah sakit.
Nada mengelus pundak putrinya,"Sabar sayang nanti kita bakal pulang kerumah,"
Nada mengelus terus pundak nadira karena anak ketiganya tersebut sangat dekat serta manja padanya.
"Hmm ia mama."Nadira memeluk mamanya serta mengungkapkan takut pada jarum suntik.
"Mama adik itu takut sama jarum suntik demi kesembuhan makanya adik mau saja
Di suntik,sebenarnya takut mama."Nadira
langsung bersandar di bahu mamanya tersebut.
"Sabar sayang,besok adik jangan sakit seperti ini lagi,kalau papa tidak berikan adik minum atau mengambil minum adik,ambil sendiri Minumnya iya sayang."Nada mencium kening sang putri.
Perawat masuk ke kamar nadira untuk memberitahu pada nada,bahwa nadira bisa untuk pulang 1 jam lagi.
"Permisi...saya akan memberitahukan pada ibu bahwa anak ibu yang bernama nadira sekitar 1 jam lagi sudah bisa pulang."ucap
perawat tersebut pada nada.
__ADS_1
Nada merasa bahagia karena anaknya bisa pulang satu jam lagi,namun nada kebingungan akan biayanya selama anaknya di rawat di rumah sakit tersebut.