
Tian makin menjadi-menjadi sering keluar rumah, selama dua tahun ini Tian lebih banyak stay di rumah, namun hampir 1 bulan belakangan ini Tian jarang ada di rumah.
Nada makin over thinking, namun kini Nada mulai bodoh amat terlalu over protektif mengatur suami juga salah, Mama empat anak ini mencoba untuk tidak memikirkan yang aneh-aneh tentang suami.
"Mama...Nara pingin jalan-jalan ke kebun binatang tetapi Papa tidak ada di toko!" Kata Nara anak yang hobi keluar tersebut.
Nara ingin keluar lagi melihat binatang di kebun binatang, namun belakangan ini Papanya tidak ada waktu untuk mereka lagi bahkan anak-anak ini ingin meluangkan masa weekend nya dengan traveling.
Tian lalu jalan bersama Seli, dengan mengendarai mobil kepunyaan Tian tersebut bahkan pria itu, sering menjemput Seli untuk pergi jalan-jalan.
Bahkan keduanya sudah merencanakan berlibur ke luar negeri, kedua nya hendak traveling namun mereka masih merencanakan negara yang ingin mereka tuju untuk pergi.
Seli dan Tian lalu membawa anak perempuan itu liburan ke kebun teh, saat istri bertanya mau pergi kemana? Tian selalu menjawab mau jumpa dengan klaim.
"Seli, lihat itu cantik sekali kebun teh nya! pasti anak kamu senang kita ajak ketempat seperti ini, mungkin besar nanti anak kamu ini menjadi anak pecinta alam, Hahahaaaaaaaaaaa." Kata Tian sambil mengendong anak Seli.
Kasihan Nada bahagia hanya 2 tahun belakangan ini, namun saat suami benar-benar berubah selingkuhan datang menghancurkan kebahagiaan rumah tangga mereka.
"Cie pulang malam!!" Sahut Nada duduk di sofa ruang tamu.
Tian pulang jam 10 malam, sedangkan anak-anak sudah tidur mereka menunggu Papanya, namun entah kemana pergi Papa nya pada hari ini.
"Maaf sayang tadi ada urusan dengan agen bahan bangunan kita, mereka ngajak nongkrong," jawab Tian agak gemetaran.
"Urusan bisnis dari pagi sama malam begitu Papa! Tidak mungkin dong urusan bisnis sampai larut malam begini!" Nada makin over thinking.
__ADS_1
"Nama nya ngumpul sayang, otomatis bisa seharian dong." Jawab Tian berbohong namun sudah berbohong masih tetap ngegas.
Nada makin curiga dengan ada nya bau menyengat dari baju Tian seperti bau alkohol dan di baju belang Tian seperti ada bekas listip wanita terkena di baju. Nada makin bertanya dalam hati kemana suaminya pergi dalam hati sudah tidak karuan lagi.
"Jelaskan padaku!!! Bahwa mengobrol sampai ada bau menyengat seperti bau minuman alkohol dan di belakang punggung Papa, mengapa ada listip wanita!!! Apa yang sudah Papa lakukan di luar sana?" Ucapan Nada semakin menjebak suami nya untuk jujur.
"Sayang, aku hanya minum alkohol sedikit bareng teman aku," Kata Tian menjelaskan dengan penuh kebohongan.
"Kalau Papa cuman minum saja, ini apa Papa?? Mengapa ada bekas listip wanita di belakang punggung Papa." Menarik suaminya untuk bercermin di kaca melihat listip wanita di punggung baju Tian.
"Astaga, aku tidak tahu ini!"
Nada semakin berpikiran negatif, dalam pikiran nya membayangkan bahwa suaminya jalan dengan perempuan, dalam pikiran Nada tidak mungkin cuman nongkrong saja bareng teman yang terdiri dari cowok semua, ada bekas listip wanita.
"Pa...Tolong jelaskan lagi!! Kalau tidak aku akan selalu berpikiran negatif lagi!" Nada semakin ngegas dengan Tian.
"Mengapa kamu termenung Pa? Kamu tidak bisa jawab! Kamu tidak punya alasan lagi untuk berbohong padaku!" Ucap Nada makin penasaran.
Nada penasaran membahas lebih dalam tentang listip yang lengket di baju Tian,seperti ada bekas bibir, tidak mungkin jika semua pria yang nongkrong ada bekas listip wanita lengket.
"Sayang tolong percaya padaku! Aku mohon kamu tahu sendiri kan aku sudah berubah 2 tahun belakang ini, mana mungkin aku kembali lagi dengan ulah-ulah ku di masa lalu tidak mungkin sayang," jawab Tian.
"Mau sampai kapan Papa akan bilang tolong percaya??? Sedangkan aku sudah over thinking begini, hati manusia bisa saja di bolak balikan dan sampai kapan pun bisa saja berubah! Sama seperti Papa bisa saja kapan berubah." Sahut Nada makin tidak percayaan.
Listip yang menempel di baju belakang dekat punggung Tian adalah bekas listip Seli,pada saat mereka jalan-jalan tadi, namun Tian tidak sadar bahwa ada bekas listip menempel di baju belakangnya.
__ADS_1
Seli melap kan bibir nya di baju belakang Tian hampir banyak noda listip tersebut, bahkan nampak cerah sekali berwarna merah cabe tersebut.
Hati istri mana yang tidak bergejolak melihat ada bekas listip yang menempel di baju suaminya tersebut, tentu menjadi pertanyaan besar dalam otak Nada sampai sekarang ini.
Tian memeluk Nada sudah semakin berpikiran negatif, saat Tian memegang pipi Nada, ada suatu wangian parfum yang melekat di tangan Tian.
Wangi parfum di tangan suaminya seperti tidak wangi parfum suaminya tersebut, terus mencoba menghirup wangi parfum tersebut dan Nada lalu menarik tangan suami dan mengharumi tangan suami di hidung.
Terlihat jelas bahwa parfum tersebut bukan harum parfum suami yang di pakai dalam sehari-hari, harum parfum itu seperti nya Nada pernah kenal dengan wangian nya.
"Aku mau bertanya sama kamu Papa?" Ucap Nada makin menjadi di buat Over thinking.
"Apa sayang? Kamu mencurigai aku lagi!" Ucap Tian makin was-was.
"Ini wangi parfum siapa? Seperti wangi parfum wanita dan aku seperti mengenal siapa yang pernah memakai parfum wanita ini!" Nada semakin bertanya sampai kedalam-dalam.
"Aduh, mampus aku!" Gumam Tian dalam hati.
Tian keringat dingin, tangan nya makin terasa dingin karena saking cemasnya bahwa semua akan ketahuan, bahkan Tian teledor tidak memperhatikan ke hal-hal seperti itu.
Sedangkan Nada ahli dalam menilai serta jeli memperhatikan semua nya, bahkan dari listip wanita yang terkena di baju suami bahkan wanita ini kuat sekali insting nya, bahkan untuk wangi parfum di tangan walau pun sedikit lagi hilang wangi parfum tersebut Bisa jadi pertanyaan bagi seorang istri.
Wangi parfum suami yang tidak seperti biasa di pakai, wangi parfum itu seperti harum parfum wanita dan kecurigaan semakin menjadi, saat Nada menemukan ikat rambut tipis menempel di pergelangan tangan Tian.
"Ini apa lagi?? Kayak nya Papa ini bukan nongkrong sama teman pria deh, teman wanita lagi yang menemani Papa dari pagi sampai larut malam begini!" bentak Nada semakin marah.
__ADS_1
Fiks dalam hati Nada bahwa suami nya jalan dengan perempuan lain, dari bukti yang di temukan seperti ikat rambut di pergelangan tangan, bekas listip yang menempel dan harum parfum wanita.