Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Bela Bersama Tian Datang Kerumah Sakit


__ADS_3

Seli mengabari Tian bahwa anaknya Olive sedang sakit, saat itu Tian sedang bersama Bella tidak peduli dengan situasi yang terjadi Tian tetap pergi jalan berdua dengan Bella.


"Siapa itu yang menghubungi kamu sayang?"Tanya Bella kepada Tian.


"Seli sayang."Jawab Tian.


Bella cemburu buta ketika nama istri kedua Tian tersebut di sebut, perempuan itu tidak ingin pacarnya tersebut menjalin hubungan harmonis dengan seluruh istrinya.


"Sudah aku bilang!Jika jalan bersamaku jangan pernah sayang mengangkat telpon terutama dari istri-istri sayang."Teriak Bella marah.


"Mereka istriku,tentu aku harus lebih tahu tentang situasi rumah."Jawab Tian santai.


"Sayang kamu malah membela istri kamu!Sayang itu pacar aku lebih bela aku dong."Ucap Bella ingin menghasut pria itu.


"Kamu bisa seperti ini sayang, tetapi aku punya anak dari istri pertama dan keduaku walau pun anak dari Istri keduaku belum lahir sekarang, kamu tidak ada hak untuk mengatur aku."Tian mulai marah kepada Bella.


"Sayang tega kamu iya."


"Sayang jangan seperti ini dong! Lihat situasi dong kamu sayang."Ucap Tian.


"Ahh harus jaga perasaan istri kamu! Sampai kapan aku harus menjaga perasaan istri kamu sayang!"Ucap Bella merasa tersakiti.


"Seli mengabari bahwa anakku Olive sedang sakit."Ucap Tian.


"Itu bukan anak kamu! Tetapi anak dari Seli jangan pernah anggap anak."Bella cemburu buta.


"Sayang jangan seperti itu dong! Bagaimana pun tetap Olive anak tiriku walau bukan dari darah dagingku."Tian semakin ngegas.


"Bagaimana kamu sudah kerumah sakit sayang?"Tanya Bella.


"Belum."


Muncullah ide Bella untuk mengajak Tian kerumah sakit, untuk memamerkan hubungan tersebut kepada sahabatnya tidak peduli walau pun cara Bella salah merebut suami dari sahabatnya tersebut.


"Ayo kita ke rumah sakit, jangan kita sembunyikan hubungan ini lagi sayang."Ucap Bella.

__ADS_1


"Kamu sudah gila sayang! Anak aku sedang sekarat loh di rumah sakit, bagaimana aku mau memberitahu tentang hubungan ini."Tian menggelengkan kepala mengganggap Bella sedang bercanda.


"Sayang aku ini hanya pacar simpanan kamu yang tidak akan pernah kamu publish ke umum."Bella sedih merasa hubungan tersebut tidak ada harganya.


"Bagaimana aku ingin mempublish hubungan ini sayang, sedangkan aku masih mempunyai istri."Ucap Tian.


"Pokoknya aku ingin di bawa kerumah sakit dan sayang publish hubungan ini."Bella tetap ngotot meminta di bawa kerumah sakit.


"Jahat sekali aku saat anakku sedang sakit mempertunjukan tentang hubungan ini kepada istriku."Jawab Tian tidak tega.


"Sayang pilih putus atau tetap memenuhi permintaanku."Ancam Bella terhadap pacarnya tersebut.


"Baiklah sayang aku akan memenuhi permintaan kamu tetapi jangan mengancam aku seperti ini sayang."Tian langsung mencium pipi Bella di ruangan restoran tersebut.


"Begitu dong sayang harus menuruti permintaanku."Ucap Bella.


Tian sebenarnya tidak tega bercampur rasa kasihan, walau pun tidak ada rasa cinta lagi kepada Seli namun Tian tidak ingin menyakiti hati Seli apalagi Seli sedang mengandung anaknya tersebut.


Walau pun cintanya begitu besar kepada Bella namun Tian tidak ingin sebenarnya ke rumah sakit, sedangkan Seli sedang berjuang dengan kesembuhan anaknya Olive di rumah sakit.


Mereka berdua datang ke rumah sakit, untuk menjenguk anak Seli namun kedatangan mereka hanya menimbulkan luka di hati Seli mengapa harus datang kerumah sakit dalam kondisi sedang terpuruk dan down.


Seli melihat Tian bersama Bella langsung mempertanyakan tentang hubungan mereka berdua, awalnya Tian tidak jujur dengan hubungan tersebut namun Bella memaksa Tian untuk berterus terang kepada Istrinya tersebut.


"Sayang mengapa kamu bisa barengan berdua dengan Bella kerumah sakit?"Tanya Seli dalam hati memendam kesedihan.


"Kebetulan sayang tadi aku dan Bella ketemu di lobby rumah sakit."Ucap Tian.


Bella kaget atas pernyataan Tian, bisa-bisanya hubungan mereka tidak di akui oleh Tian hanya menganggap sebatas teman tidak ada hubungan.


"Sayang tolong ngomong serius? Aku bertanya sekali lagi ada hubungan apa sayang dengan sahabat aku?"Tanya Seli sudah menangis.


"Tian berbohong."Sambung Bella.


"Maksud kamu Bella?"Tanya Seli.

__ADS_1


"Aku dan Tian pacaran serta hubungan ini akan kami lanjut ke pelaminan."Bella berterus terang.


Sejak saat itu air mata Seli keluar tidak menyangka sahabatnya bisa sejahat itu, menikung dirinya dari belakang merebut suami nya.


"Sayang benarkah pernyataan sahabatku ini?"Tanya Seli menangis.


"Hmm kamu anggap aku sahabatmu! Jangan mimpi kamu aku tidak mau menganggap kamu sahabat."Ucap Bella.


Mereka dulu adalah sahabat akrab namun hubungan tersebut hancur, ketika Bella terpikat dengan Tian dan pacaran secara diam-diam dengan Tian.


Dokter Reno yang sedang masuk ke ruangan tersebut, mendengar kegaduhan di ruang tunggu Dokter Reno segera mendengar percakapan tersebut dari balik dinding dekat ruang tunggu tersebut.


"Astaga sayang gak nyangka aku kamu sejahat ini! Aku ini sedang hamil bahkan aku berjuang dengan kesembuhan Olive tetapi kamu tega mengkhianati aku."Seli tampak tangis dan lemah dihadapan Tian.


"Bel...sudahlah jangan di lanjutkan lagi pikirkan situasi sekarang lagi tidak baik."Ucap Tian meminta kepada Bella untuk meredam omongannya.


Tian ingin memeluk Seli yang sedang menangis namun langsung di hadang oleh Bela, tidak sudi jika pacarnya Tian memeluk Seli selaku istrinya tersebut.


"Bel...Jangan hadang aku memeluk istriku ini bahwa istriku sedang lemah sekarang."Jawab Tian langsung memeluk Seli.


Seli melepaskan pelukan Tian, tidak sudi untuk di peluk ketika sudah di khianati oleh pria itu, sekarang muncullah penyesalan Seli yang tiada arti lagi sudah merebut suami orang bahkan sekarang Seli kena karmanya.


"Aku tidak ingin mengkhianati kamu sayang! Namun aku tergoda dengan perempuan ini sayang."Jawab Tian terus terang.


"Tian bukannya kamu yang takut kehilanganku?"Ucap Bella gak menyangka bahwa Tian bisa berbicara seperti itu.


Ingin sekali rasanya di akui oleh Tian bahwa Bella adalah pacarnya, perempuan itu ingin mendengar bahwa Tian sangat mencintainya namun di hadapan istrinya tersebut Tian tidak mampu berkata-kata.


"Sayang tolong dong kamu ceraikan istri kamu ini."Ucap Bella.


Bella ingin Tian bercerai dari Seli, namun Tian belum mau dengan alasan ada anak, bahkan Tian tidak mau jika anaknya yang dalam kandungan kelak jika lahir akan merasakan kurangnya kasih sayang dari orangtuanya.


"Maaf sayang tolonglah jangan menciptakan kericuhan sekarang."Ucap Tian.


"Jika kamu memintaku bercerai dari Tian aku akan lakukan, aku siap untuk bercerai!"Ucap Seli.

__ADS_1


Seli sebenarnya tidak ingin cerai karena masih sayang, namun jika di pertahankan Seli akan merasa tersiksa batin karena kurangnya kasih sayang suami kepada Seli.


"Sayang kamu mau minta cerai?"Tanya Tian.


__ADS_2