
Mereka berdua sudah menentukan hari pernikahan yang akan berlangsung 2 hari lagi pada saat tidur, menuju kamar tidur dan melihat Nada sudah lebih dulu tidur.
Tian memandangi wajah Nada dengan tatap penuh dengan kesedihan , sebenarnya Tian tidak tega untuk mendua atau menikah diam-diam.
Namun masa lalu belum bisa lepas dari ingatan nya dan bahkan masih penuh penasaran untuk mengulangi kembali, Pria itu menatap istrinya lalu mencium kening istrinya tersebut.
"Sayang, maafkan aku harus mendua, maafkan aku juga mau menikah dengan Seli secara diam-diam dua hari lagi, di mana aku akan menikah dengan Seli dan dia akan menjadi istri keduaku, namun aku mohon jangan benci aku dan tinggalkan aku kelak." Gumam Tian dalam hati dan menangis tanpa bersuara.
Tidak tega namun harus sanggup untuk melakukan semua karena sudah khilaf dan jatuh terlalu dalam, bahkan Tian terus memegang tangan Nada mengelusnya dengan penuh rasa bersalah.
"Aku bersalah sayang, namun aku tahu ini salah, kelak aku tahu konsekuensi yang harus aku hadapi ke depan nya."
Tian lalu memeluk Nada, walau kelak akan lebih banyak waktu bersama Nada ketimbang dengan Seli, namun tersirat kesedihan dalam hati Tian mengingat sudah 12 tahun perjalanan rumah tangga mereka.
12 tahun membina rumah tangga bukan waktu yang sebentar, bahkan selama perjalanan 12 tahun berumah tangga Istrinya lebih banyak mengalah, mencari nafkah, menurunkan ego, handle dalam mengurus anak serta suami, baik, rajin, setia dan semua telah di dapat dari Nada.
Bahkan sabarnya Nada selama 12 tahun berumah tangga tidak akan bisa terganti dengan siapa pun. Bahkan sosok Seli pun tidak akan bisa sesabar Nada dalam menghadapi tingkah suami seperti Tian.
Tiba waktu nya Tian memberitahu pada sang istri bahwa selama satu minggu ini, akan ada liburan bareng bersama teman-teman nya keluar negeri, akhirnya Tian berbohong pada sang istri sebenarnya tidak keluar negeri cuman akan melaksanakan pernikahan dengan Seli.
"Sayang, aku mohon izin sama kamu! Dua hari lagi suami sayang ini mau liburan bareng teman aku!! Sayang tolong dong kamu beri izin pada ku?" Tian meminta izin pada sang istri.
"Rencana liburan dua hari lagi, mengapa sayang baru bilang sekarang, pokoknya rencana liburan itu harus Papa cancel karena
Papa tidak bilang jauh-jauh hari dengan mama," teriak Nada marah-marah.
__ADS_1
Nada marah pada suami, mengapa harus di sampaikan sekarang bahwa akan liburan bersama teman-teman, biasanya suaminya tersebut jauh-jauh hari sebelum menjelang hari nya Tian sudah membahas itu lebih dulu.
Namun kini berbeda menjelang dua hari nya Tian baru mengadu kepada istri, untuk pergi liburan dengan sahabatnya, hingga membuat Nada tidak mengizinkan nya.
"Sayang tolong lah kamu izinkan Papa untuk liburan bersama sahabat Papa!" Jawab Tian memohon untuk di izinkan.
"Tidak Paaaa, mama tidak akan mengizinkan liburan bersama sahabat Papa! Kalau boleh tahu siapa sahabat Papa yang ikut liburan tersebut? Beritahu aku!" bentak Nada semakin penasaran.
"Aduh mampus aku, gimana cara nya aku mencari alasan lagi, istri aku sudah tidak peduli lagi semua perkataan ku." Gumam Tian dalam hati mencari cara.
"Sayang begini, teman papa itu tidak jauh-jauh hari ngomong sama Papa, mereka itu tiba-tiba saja ngomongnya." Jawab Tian kepada sang istri.
"Aku masih tidak percaya!!" Nada mulai kesel.
"Sayang, terserah kamu deh kalau tidak percaya, aku ngomong berdasarkan fakta semua sayang kapan sih aku bohong sama sayang." Ucap Tian memelas.
Nada tidak tahu bahwa dua hari lagi adalah acara nikahan nya bersama Seli, bahkan dari baju pengantin sudah mereka siapkan,foto prewedding dan resepsi pernikahan yang hanya di hadiri oleh sahabat Seli saja.
Tian sengaja tidak mengundang para sahabat nya karena mereka banyak mengenal Istri Tian bernama Nada, untuk mewaspadai akan terbongkarnya pernikahan itu Tian pun menyembunyikan dari semuanya.
Bahkan di rumah saja firasat Nada tidak enak bahkan dalam hatinya terasa nyut tak karuan, bahkan baru pertama kali jantung Nada berdenyut kencang saat hari pernikahan telah tiba.
Hari pernikahan telah tiba, kedua nya sudah ada binar-binar kebahagiaan, Tian memakai setelah jas dan Seli memakai gaun pengantin sangat indah tampak mereka sama-sama bahagia menikmati hari pernikahan tersebut.
Tian sudah berbohong pada Nada dengan mengatakan akan liburan bareng dengan teman-teman nya, nyata nya Tian melaksanakan pernikahan dengan Seli.
__ADS_1
Kini Tian sudah terjebak kembali dengan wanita yang ada di masa lalu nya tersebut bahkan sudah berani untuk melangkah ke pernikahan dengan Seli, pernikahan yang akan membuat hati Nada sakit, jika mengetahui bahwa suaminya sudah menikah lagi diam-diam.
"Sayang akhirnya kita menikah, kini kita sudah sah menjadi suami istri." Kata Tian pada Seli.
Sungguh terlalu bahkan tega mendua itu lah kata-kata yang pantas untuk Tian, bahkan sahabatnya tidak tahu tentang pernikahan ini karena Tian menyembunyikan rapat-rapat pernikahan tersebut.
Namun saat hari pernikahan jiwa Nada seperti bergejolak bahkan hatinya terasa sakit bahkan tangan Nada pada saat itu juga terasa tidak bisa bergerak.
Namun hari itu ada firasat tidak baik menghampiri dirinya, saat hendak mencuci piring kedua tangan tidak bisa di gerakkan bahkan badan nya terlihat lemas sama sekali.
"Mengapa aku seperti ini, rasanya seperi ada firasat tidak baik." Gumam Nada dalam hati tersebut.
"Sayang selama satu minggu ini kita barengan dan kita honeymoon keluar negeri saja." Kata Seli menggenggam Tian yang sudah sah menjadi suaminya tersebut.
"Baiklah, nanti kita pergi honeymoon gadis manis." Mencubit pipi Seli.
Karena firasat tidak baik, lalu Nada menghubungi suaminya tersebut, Tian menonaktifkan nomor hp nya supaya tidak ada yang menganggu jalan nya acara.
Satu hari full khusus untuk hari pernikahan mereka, tidak boleh ada satu pun yang menggangu jalan nya acara tersebut bahkan istri pertamanya.
"Kita sudah bisa panggil Papi dan Mami dong." Ujar Seli menginginkan suami nya tersebut memanggil nya dengan panggilan Mami.
"Oh jelas dong sayang, sudah bisa jangan sungkan-sungkan untuk memanggil ku dengan sebutan Papa." Kata Tian sambil tersenyum lebar pada istrinya tersebut.
"Hmmmm sayang aku ini."
__ADS_1
Seli memeluk suami nya tersebut, kini bukan Nada saja yang punya Tian, namun dirinya juga ikut mempunyai Tian dalam hidupnya tersebut.
Tian sudah menjadi suami nya untuk saat ini dan tidak akan bisa ada yang mengantikan Tian di dasar lubuk hati yang paling dalam tersebut.