
Nada sudah tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya, langsung mengambil seluruh pakaiannya untuk pisah rumah dengan Tian merasa rumah tangga tersebut tidak ada gunanya lagi.
"Oke kita cerai, tetapi jangan bawa anak-anak dari rumah ini." Suara Tian sangat lantang.
Tian dengan siasatnya sangat tahu bahwa kelemahan istrinya adalah jauh dari anak dan Istrinya tidak akan pernah mau pisah jika tidak membawa anak-anak.
"Ahh jangan bawa anak kamu bilang! Aku akan tetap membawa anak, bagaimana pun aku adalah ibunya." Teriak Nada kepada suaminya tersebut.
"Aku tahu kamu ibunya, tetapi aku juga Papa anak-anak." Ucap Tian dengan bangganya.
"Dari dulu kamu tetap egois ia! Aku akan tetap bawa anak-anak."Ucap Nada mengambil Ardian dari ayunan.
Saat mengambil Ardian dari ayunan Tian langsung menghadang tidak memperbolehkan mengambil Ardian, bahwa Ardian akan tetap di jaga olehnya sebagai Papa dari anak-anak.
"Egois."Nada menampar Tian.
"Kamu putuskan mulai sekarang! Mau bercerai dengan syarat pisah dari anak-anak atau tetap mempertahankan rumah tangga ini tidak pisah dari anak-anak." Tian mengancam Nada.
"Kamu mengancam aku?" Tanya Nada kepada suaminya tersebut merasa bahwa itu adalah sebuah ancaman.
"Tidak! Aku tidak mengancam."
Nasa tidak peduli langsung mengemas barangnya, mengambil Ardian namun di tepis oleh suaminya dengan sekuat tenaga Nada mendorong suaminya hingga terjatuh kelantai .
Hingga akhirnya Nada berhasil mengambil Ardian langsung mengambil ketiga anaknya yang lain, di bantu oleh Reno yang sudah menunggu Nada untuk berusaha kabur dari suaminya tersebut.
"Nak masuk cepat."
Akhirnya anak-anak pun masuk kedalam mobil beserta barang bawaan Nada, suaminya tersebut pun berusaha mengejar anak dan istrinya tersebut dengan mobilnya namun Tian kehilangan jejak.
"Sialan, karena mobil yang di depan bisa kehilangan jejak aku begini." Tian ngomong sendiri sambil memukul tangannya ke jendela mobil.
__ADS_1
"Oh aku baru ingat itu mobil Reno, sialan pria itu telah membantu istriku untuk kabur berusaha menceraikan aku."Kata Tian dalam hati.
Tian tahu persis bawa mobil yang membantu istrinya kabur, adalah mobil dari mantan pacar Nada yang telah lama membocorkan rahasia Tian mempunyai istri kedua bernama Seli.
"Mulut pria itu ember juga, pasti dia yang membongkar rahasia ini semua bahwa aku mempunyai istri kedua." Gumam Tian dalam hati merasa dendam kepada Reno.
Nada sebenarnya belum siap pisah dari Reno namun tekadnya sudah bulat, memutuskan bercerai dari suaminya tersebut dari pada hato tersakiti serta terkena ke batin lebih baik cerai kali ini Nada sudah merasa capek.
Namun kini Nada harus siap menjadi seorang Ibu harus kuat demi anak-anak, untunglah ada berapa uang tabungan yang di simpan saat dulu suaminya ngasih uang bulanan kepadanya.
"Aku sekarang harus siap pisah dari Tian, aku tidak tahu lagi harus bagaimana."Jawab Nada menangis meratapi nasibnya.
"Nad sudahlah jangan bersedih, untuk sementara waktu kamu bisa tinggal di rumah keduaku, rumah tersebut sudah lama tidak aku tempati dari pada kosong begitu saja mending kamu yang tempati bersama anak-anak kamu." Kata Reno menawarkan rumahnya menjadi tempat tinggal mantan pacarnya tersebut.
"Reno kamu baik sekali, aku tidak tahu bagaimana harus membalas budi lagi kepada kamu." Kata Nada menatap ke arah Reno dengan menangis.
Nada menyesali bahwa dulu meninggalkan Reno demi seorang pria bajingan yang kini telah menjadi suaminya tersebut, hingga sampai saat ini walau pun Reno tersakiti namun masih tulus membantu Nada yang sedang kesusahan tersebut.
Walau pun cintanya masih tulus dengan Nada untuk saat ini, namun prinsip Reno tidak untuk kembali kepada ibu empat anak tersebut takut tidak bisa membahagiakan Nada sepenuhnya.
"Aku merasa bersalah, mungkin kalau aku tidak menikah dengan pria bajingan itu mungkin kita akan bahagia." Jawab Nada memandang Reno sambil tersenyum.
Zion baru mengerti ketika mendengar pembicaraan keduanya, bahwa Reno adalah mantan pacar Mamanya dulu sebelum menikah dengan Papanya.
"Oh jadi Om ini mantan pacar Mama dulu?"Tanya Zion kepada Mamanya tersebut.
"Iya nak ini mantan pacar Mama dulu, yang sudah baik sama Mama."Nada mengusap air matanya supaya terlihat tegar di depan anak-anak.
"Kenapa Mama tidak menikah dengan Om ini saja waktu itu? Pasti Mama bahagia dan Om ini kayaknya baik."Zion sambil tersenyum.
"Hy Nak kalau Om menikah dengan ibu kamu tidak akan ada kamu di dunia ini."Sambung Reno sambil bercanda.
__ADS_1
"Iya juga Om."Sambil menggaruk kepalanya.
"Nah itulah." Kata Reno sambil tersenyum.
Sampai Reno mengantarkan Nada di rumah keduanya, yang jarang sangat di tempati oleh Reno dan pria itu meminta kepada Nada untuk tinggal selamanya di sana juga gak apa-apa, rumah tersebut akan di serahkan Reno kepada Nada.
"Nad rumah ini untuk kamu saja tidak apa-apa."Kata Reno.
Nada begitu terkejut ketika Reno memberikan rumah tersebut kepadanya, rumah besar lantai empat tersebut dengan cuma-cuma diberikan Reno kepada Nada menganggap sebagai tanda terimakasihnya karena pernah menemani di masa sulit.
Walau pun di tengah perjuangan Nada berhenti menjadi suport terbaik, namun Reno menganggap Nada lah yang pernah tulus menemaninya di masa sulit walau pun akhirnya Nada menikah dengan yang lain.
"Rumah ini sebagai tanda terima kasih kepada kamu."Ucap Reno.
"Maksudnya? Tanda terima kasih apa Reno?"Tanya Nada balik dengan kebingungan.
"Tanda terima kasih karena pernah menemani di masa sulit dulu, walau pun akhirnya berhenti di tengah jalan."Jawab Reno pria baik hati tersebut.
"Ren, aku heran deh sama kamu!Aku sudah menyakiti hati kamu namun kamu tidak pernah acuh dengan aku." Nada merasa malu dengan keadaannya sekarang.
"Aku tahu kamu baik, sudahlah terima rumah ini sebagai ucapan terimakasih."Reno sambil tersenyum meminta Nada untuk menerima rumah tersebut menjadi miliknya.
"Reno aku tidak pantas menerima rumah ini, aku tidak pernah menemanimu bahkan aku menjadi penghianat."Nada menggelengkan kepala dan menangis.
"Sudahlah jangan menangis besarkan lah anak-anak kamu, jika nanti butuh pertolongan aku akan menolong."Sahut Reno.
"Reno terima kasih."Nada langsung memeluk Reno namun pria itu menghindar.
"Nad hentikan status kamu belum bercerai dengan suami."Kata Reno berusaha menghindar takut ada kabar kurang mengenakkan menghampiri mereka berdua.
Nada pun berusaha untuk mengerti bahwa statusnya belum bercerai masih menjadi istri orang untuk saat ini.
__ADS_1