Mama Kuat Dan Tangguh

Mama Kuat Dan Tangguh
Aku Tersakiti


__ADS_3

Menjadi istri kedua sudah 5 hari Tian tidak datang ke rumah Seli, namun kini kayak merasa kesedihan dan kesepian, menikah dengan Tian menjadi istri kedua dari pria itu namun serasa macam tidak punya suami.


Bahkan semenjak pulang dari honeymoon sudah 5 hari Tian tidak menyempatkan untuk datang kerumah tersebut, setiap Seli menanyakan hal itu Tian selalu memberitahu bahwa waktunya masih sedang bersama anak dan istrinya Nada.


Tian belum bisa menyempatkan diri untuk datang kerumah tersebut karena keluarga Tian sedang berlibur, mungkin akhir pekan Tian dan keluarga akan pulang.


Betapa iri Seli melihat Tian memposting foto kebersamaan libur keluar kota bersama anak dan istri di sosial media, seperti ada kecemburuan di antara Seli karena waktu itu mereka honeymoon ke jepang tetapi suami orang tersebut tidak ada posting tentang mereka waktu honeymoon.


"Astaga, suamiku liburan dengan anak dan istri pertamanya mengapa perlu memposting ke sosial media foto kebersamaan seperti tidak bisa menghargai aku." Gumam Seli merasa kepanasan melihat foto romantis tersebut.


"Romantis banget sih mereka!!" Gumam Seli dalam hati.


Saking kepanasan dan hatinya bergejolak Seli mencoba untuk menenangkan diri dengan menyalurkan hobi berenang tersebut, perempuan itu pun renang dari pagi sampai siang.


Pembantu yang melihat bosnya tersebut tidak seperti biasanya berenang dari pagi sampai siang, mencoba untuk melerai bosnya tersebut takut bosnya sakit.


"Maaf Nyonya, jangan berenang selama ini nyonya, sudah siang nyonya sudah jam 12 siang, berenang nya sudah 6 jam nyonya."Ucap pembantu tersebut.


"Sudah jangan larang aku Bik, aku mau menyalurkan hobiku jadi santai saja urus saja putri kecil ku!!" Ucap Seli menyuruh Bibi tersebut pergi.


Seli tetap berenang tidak peduli lagi, bahwa badan nya menggigil atau kedinginan yang penting bisa melepaskan rasa stress nya karena kepanasan dengan foto keromantisan tersebut.


Seli keluar dari kolam renang, lalu melanjutkan untuk minum alkohol kali ini Seli terasa seperti sudah menggila dengan hal seperti itu, rasanya ingin marah namun Seli sadar menjadi kedua bukan yang pertama.


Yang memaksa Tian untuk menikah pun Seli jadi yang berjuang dalam pernikahan tersebut kebanyakan Seli, pria itu masih menganggap istri pertama lah yang paling spesial dalam hidup nya tersebut.

__ADS_1


Tian liburan bersama Nada dan anak-anak sudah lama mereka tidak pernah liburan bareng, semenjak kedua orangtua Tian meninggal keduanya tidak punya uang untuk liburan.


Dulu ketika orangtua Tian masih hidup bahkan dari biaya hidup rumah tangga mereka banyak diberikan mertua untuk bulanan mereka, pada saat itu Tian tidak bekerja dan masih mengandalkan uang kedua orangtuanya tersebut.


Bahkan Tian terbilang manja bahkan selalu menyepelekan Nada pada waktu itu, bahkan Tian menganggap kedua orangtuanya bisa memberikan lebih dari itu walau pun dirinya tidak bekerja.


Kini Tian mulai sadar bangkit membuka usaha dari hasil uang yang diberikan Seli berapa tahun lalu tanpa sepengetahuan Nada pada waktu itu, mungkin jika Nada tahu bahwa uang tersebut dari selingkuhan suaminya tersebut seumur hidup tidak bakal bisa di terima Nada dalam hidup.


"Papa, Mama indah sekali pemandangan laut ini." Ucap Tian berlarian di tepi pantai.


Keempat anaknya bermain pasir di tepi pantai sambil menikmati ombak di tepi pantai tersebut, udaranya sejuk serta pemandangan yang sangat indah tersebut.


Kemudian mereka berlari bermain kejar-kejaran di tepi pantai tersebut, nampak si bungsu Ardian mengejar ketiga kakak nya tersebut bahkan suami istri ini senang melihat keakraban ke empat anaknya tersebut.


Sambil menoleh ke arah Nada, pria itu lalu menggenggam tangan istri dengan erat dan kuat , dalam hati ada kebahagian tersendiri bagi Tian selama ini rumah tangga mereka selalu ada masalah namun mereka mencoba untuk memperbaiki walau Tian khilaf untuk menikahi Seli secara diam-diam.


"Begitulah sayang, aku menginginkan hal itu terjadi dalam hubungan kakak beradik tersebut." Jawab Nada ikut menggenggam balik tangan suami.


Mereka saling menguatkan dan berpelukan di tepi pantai tersebut, sembari tersenyum bahagia kini mereka bisa menikmati liburan dari hasil usaha dan bisnis yang di rintis Tian tersebut.


"Nak jangan ke tengah-tengah pantai, bermain kejar-kejaran nya di tepi pantai saja." Teriak Tian meneriaki keempat anaknya yang hendak ke tengah pantai.


"Iya Pak." Sahut ke empat anak tersebut.


"Tuh lihat anak kita kalau sudah bahagia begitu bahkan orangtua nya pun tidak di lihat lagi."Canda Tian kepada Nada.

__ADS_1


"Hmmm makanya kan mirip bapaknya banget kalau senang-senang lupa istrinya, seperti liburan keluar negeri kemarin lupa sama istri pada saat bareng teman." Sindir Nada terhadap suaminya tersebut.


"Hmmm sudahlah sudah cerita masa lalu,namun di bahas saja sampai sekarang."Kata Tian kepada istrinya tersebut.


"Gimana gak bahas!!! Kamu begitu terus deh kebiasaan begitu." Kata Nada terhadap Tian.


"Sayangku." Kata Tian


"Kamu kan begitu suka lupa kalau sama teman liburan kalau sudah punya istri." Jawab Nada ketawa-ketawa.


"Terus deh nyindir-nyindir gue begitu." Kata Tian pada Nada tersebut.


Seli makin hancur bahkan sudah 5 gelas minuman alkohol tersebut terminum olehnya karena Tian tidak memperdulikan Seli,bahkan saat liburan bareng dengan istri pertama, Tian lupa dengan istri simpanan nya tersebut.


Bahkan Tian tidak ada menghubungi Seli sedikit pun, makin membuat Seli geram dengan semua ini, bahkan perempuan ini mencoba menghubungi Tian namun nomor hp suami orang tersebut nonaktif.


Tian sengaja menonaktifkan nomor nya satu lagi yang merupakan nomor yang Seli ketahui untuk menyimpan rahasianya, bahkan supaya tidak ketahuan oleh istrinya Nara bahwa Tian sudah menikah diam-diam.


"Sialan!! Dia tidak menonaktifkan nomor hpnya."Kata Seli dalam hati sambil melempar gelas ke dinding dekat kolam berenang tersebut.


"Sialan,pria itu sialan banget!!" Kata Seli geram banget.


Selama liburan Tian sama sekali tidak ada di dalam pikiran nya mengingat Seli dalam otaknya tersebut, bahkan Tian hanya menikmati liburan dengan anak dan istri tanpa ada beban sedikit pun dalam hatinya.


Baginya sudah biasa kalau Seli bukan menjadi prioritas utamanya, namun baginya keluarga kecil lah yang menjadi prioritas utama dalam hidupnya tersebut.

__ADS_1


Bahkan Tian juga sudah biasa bahwa urusan kerinduan belakangan sama Seli belakangan untuk masalah hati, pria itu tidak mau ambil pusing dengan semua itu mencoba menyuruh Seli untuk bersabar dan tahu menempatkan diri sebagai istri kedua bagi Tian.


__ADS_2