
Saat nada menangis tian bertanya pada istrinya mengapa menangis,sontak hal itu langsung membuat tian bertanya dalam hati ada gerangan apa.
"Tolong ceritakan padaku,mengapa engkau menangis seperti ini!"seru tian pada nada saat nada menangis,tian mendengarnya dari kamar.
"Aku tidak menangis,cuman kecapekan saja karena sibuk mengurus anak selama
di rumah sakit."nada pun pura-pura mengambil buku.
"Tidak wajah kamu seperti sembab mungkin Kamu habis menangis."Ucap tian pada istrinya tersebut.
"Aku bilang aku tidak menangis,cuman aku kecapekan,sudahlah tidak usah di bahas,
lagian peduli apa kamu sama aku."Nada
mempertanyakan kepedulian suaminya terhadap nada selama berumah tangga.
"Hy...Kamu ini makin lama makin kurang hajar Sama suami kamu."Ucap tian pada istrinya tersebut namun nada tidak lagi memperdulikan omongan tian.
"Kamu memang tidak peduli sama aku,terus letak salah aku di mana coba??Pikir dong pakai otak kamu letak salah aku itu di mana
...jangan seperti ini lah,capek aku berdebat...
terus sama kamu setiap hari seperti ini!!"seru
nada pada suaminya tersebut.
"Oh...Mantap sudah ada merasa capek sekarang berumah tangga dengan aku,
Baguslah cari sana suami yang lebih dari aku,
yang ganteng dari aku,yang lebih kaya dari orangtuaku,carilah suami yang ganteng,baik,kaya,perhatian pada kamu,
Terus tinggalkan aku seorang diri bahwa anak-anak pergi aku bisa hidup tanpa kamu."
Ucap tian saking kesalnya pada nada karena kesal mendengar kata capek dari mulut nada.
"Suamiku,aku tidak ada capek selama berumah tangga,yang aku bilang capek karena badan pegal semua di tambah aku hamil,itu yang aku capek kan badan aku."
Nada merasa kesakitan saat anaknya aktif
__ADS_1
di dalam perut selama masa kehamilan.
"Aku mau tanya juga sama kamu,biaya rumah
sakit itu dari kamu,terus aku mau tanya itu Pakai uang siapa???"Tanya nada pada suaminya tersebut.
"Nad...Pertanyaan kamu semakin lama semakin menjadi deh,hal seperti itu sebenarnya adalah hal yang tidak perlu kamu tanyakan padaku."tian menggeleng kepala karena istrinya membahas uang perawatan nadira selama di rumah sakit.
Nada merasa heran selama ini tian di rumah saja,nada tidak pernah melihat tian keluar Rumah untuk bekerja.Namun biaya rumah sakit anak sudah di bayarkan oleh tian,tentu
biaya perawatan tersebut di pertanyakan oleh nada kepada tian.
"Itu pakai uang aku,selama ini aku tabung dari hasil tabungan aku,aku menabungnya secara
diam-diam,tanpa sepengatahuan kamu pada saat dulu orangtuaku masih memberikan Uang padaku."Tian pura-pura menabung untuk mengelabui nada supaya tidak curiga uang tersebut dari seli.
"Tian,aku tanya sekali lagi itu uang dari mana tian?Tolong jawab pertanyaanku uang Tersebut dari mana?"Tanya nada lagi pada suaminya tersebut seakan tidak percaya karena selama ini tidak pernah melihat suaminya menabung.
"Kamu itu apaan sih!! aku sudah jawab uang itu dari tabunganku masih saja kamu tanya dari mana lagi,gak habis pertanyaan kamu itu Heran deh sama kamu!"Seru tian pada nada karena tidak percaya dengan omongan suami yang telah di jelaskan berulang kali.
"Bukan aku tidak percaya,namun aku bertanya karena selama ini tidak pernah melihat uang kamu sebanyak itu,patut aku mempertanyakan itu pada kamu,mana tahu
Ucap nada pada tian merasa uang tersebut berasal dari selingkuhan tian.
"Hey...Kamu sekarang makin kurang hajar banget aku lihat."Tian ngegas hampir saja menampar istrinya tersebut.
"Apa kamu mau tampar,ini tampar tian,tidak takut aku sekarang mau kamu tinggalkan atau Gimana aku tidak peduli lagi."Nada semakin marah menyuruh suaminya untuk menamparnya namun tian diam saja takut terbawa emosi nanti.
"Mulai berani bilang bisa hidup sendiri tanpa aku sekarang,kamu pikir hebat sendirian mengasuh anak serta mengurus anak,kamu
Pikir sudah hebat dengan semua itu."Ucap Tian makin emosi ketika istrinya berani bilang bisa hidup sendiri.
"Aku berani pergi dari kamu,aku bisa cari Uang dari pada punya suami,namun tidak Bisa di andalkan buat apa!!!"Bentak nada pada suaminya tersebut.
"Oh hebat sekarang,aku akui kamu mulai berani berkata seperti itu karena dari dulu Pintar cari uang,hebat sekali kamu!"bentak tian balik lagi pada istrinya.
"Sudahlah aku mau istrahat,hari kelahiran anak ke empat kamu semakin dekat,jadi aku
cuman mau bilang,kamu cari uang untuk biaya persalinan aku nanti,kalau kamu tidak bisa menyediakan biaya persalinan nanti,
__ADS_1
jangan harap kita bersatu lagi dalam ikatan pernikahan."Ucap nada pada suaminya tersebut untuk memberi pelajaran pada tian.
Nada sebenarnya merasa kasihan pada tian,
namun kali ini nada ingin memberikan pelajaran pada suaminya tersebut,supaya belajar bagaimana bisa mendapatkan uang untuk biaya persalinan nanti.
Nada sudah merasa muak dengan keadaan selama berumah tangga dengan suaminya tersebut,untuk melepaskan nada belum bisa karena masih cinta serta juga bertahan demi anak-anak untuk sekarang ini.
Nada tidak ingin anak merasa kurang kasih sayang.Semenjak perceraian terjadi suatu saat nanti,nada ingin betul-betul mempertahankan semua itu demi anak.
"Jadi kalau aku tidak bisa mendapatkan uang untuk bersalin,kamu mau apa???Kamu mau pisah dari aku,sudah terlalu hebat istri mandiri ku sekarang,sudah mulai berani Untuk meminta pisah dariku."Tian memegang kuat tangan nada seakan tian marah pada nada,karena sudah mengancam dengan kata sebuah perpisahan.
"Kita lihat saja nanti,jika aku sudah terlalu muak berumah tangga dengan kamu,karena
Sikap kamu,harus siap aku ceraikan tidak ada kata balik untuk kita."Ucap nada pada suaminya tersebut.
"Kamu benar-benar sekarang,merasa kayak kurang hajar banget aku lihat,sebagai seorang Istri."Tian menunjukkan jarinya pada istrinya tersebut karena dongkol melihat istrinya yang sudah berani membantahnya untuk sekarang ini.
Nada hanya memberi sebuah ancaman saja,
Supaya kelak suaminya tersebut berubah menjadi lebih baik,jika nanti nada melahirkan anak ke empatnya tersebut.
"Aku boleh minta tolong tidak sama kamu."
Nada memohon pada suaminya tersebut.
"Apa?"Tanya tian pada nada.
"Aku harap setelah melahirkan anak ke empat,
Tolong tingkatkan kualitas dirimu sebagai seorang bapak dari anak-anak,serta seorang Suami yang berkualitas untuk istri."Nada
Memohon pada suaminya untuk berubah ke arah yang lebih baik.
"Kamu,jangan paksa aku untuk berubah."Tian
Semakin marah pada nada karena nada memaksa tian untuk melakukan hal lebih baik.
"Aku masih ingin ke tempat diskotik atau pun yang lain,jangan larang aku untuk pergi kemana pun yang aku ingin."Ucap tian pada nada merasa tidak ingin di kekang.
__ADS_1