
Tian menceraikan Seli yang sudah keguguran tersebut, malang sekali nasib Seli di ceraikan suami begitu saja demi memilih menikah dengan pelakor yang telah merusak hubungan mereka selama ini.
Tak henti Seli menangis ketika membaca chat melalui wa tersebut, mengapa suaminya menceraikan begitu saja tanpa bertemu secara langsung seakan tidak mendapat penghargaan dari suami.
Ketika tidak berguna lagi dengan begitu gampangnya Tian mencampakkan Seli yang sudah keguguran tersebut, tak henti menangis menahan sakit yang begitu dalam setega itu Tian kepadanya.
"Setega itu suami aku menceraikan aku, saat aku tidak berguna lagi untuknya."Tangisan Seli saat di samping Dokter Reno yang sedang merawatnya.
Dokter Reno merangkul wanita malang itu dengan penuh kasihan, menatap wajah Seli dengan penuh iba seakan penyesalan datang begitu saja ketika sewaktu dulu logika tidak bisa di gunakan.
..."Seli yang sabar ya kamu begitu kasihan,begitu tega suami kamu mencampakkan kamu."Ucap Dokter Reno....
"Sudahlah Dokter, aku sudah bosan hidup bisa gak anak saya sehat biar saja aku yang mengantikan posisinya."Ucap Seli dengan penuh keputusasaan dalam menjalani hidup.
"Seli kamu tidak boleh begitu, hidup tetap berjalan kamu harus berubah menjadi lebih baik,buat suami kamu menyesal akan semua ini."Ucap Dokter Reno.
"Dia tidak akan menyesal menceraikan saya Dokter, sedangkan pelakor lebih cantik dari saya ini semua karma di masa lalu."Seli menyadari kesalahannya.
"Sudahlah berdamai dengan keadaan sekarang, lihat mantan istri yang kamu sakiti dulu begitu tega kamu dulu, tetapi Nada masih bisa memaafkan kamu dan berdamai dengan masa lalunya."Ucap Dokter Reno supaya belajar dari Nada yang telah di sakiti oleh Seli tersebut.
"Aku salah di masa lalu sekarang aku ingin memperbaiki diri dan bahwa aku tidak ingin di cap buruk lagi."Ucap Seli.
Mendapat pencerahan dari Dokter Reno berupa Nasehat semakin membuat Seli semangat menjalani hidup, hidup akan terus berjalan Dokter Reno ingin wanita itu menjadi kuat atas penderitaan yang terjadi.
"Baik Dokter saya akan kuat, tetapi saya minta tolong pada Dokter tolong berikan arahan ketika saya terjatuh lagi."Seli meminta arahan.
"Saya akan menolong kamu dan tidak ingin melihat kamu terluka."Reno tiba-tiba memeluk Seli.
Reno teringat kembali dengan sosok ibu yang begitu di rindukan, sosok ibu yang sudah tiada wajah ibunya begitu mirip dengan Seli bahkan Reno begitu kagum dengan dua perempuan hebat Nada dan Seli.
Bagi Reno keduanya adalah ibu hebat yang selalu memperjuangkan anak-anak, bahkan diri mereka siap di pertaruhkan demi anak begitu besar pengorbanan ibu kepada anak.
"Kalian berdua perempuan hebat."Ucap Dokter Reno mempunyai perasaan.
__ADS_1
"Hah berdua, siapa satu lagi Dokter?"Tanya Seli.
"Nada."Jawab Reno.
...Mendengar nama Nada perempuan itu seakan bersalah sudah merebut kebahagiaan anak kecil, sudah mengambil sosok seorang ayah dari mereka....
"Dok saya sudah bersalah kepada anak-anak Mbak Nada, jika nanti Olive sudah sembuh saya ingin kerumah Mbak Nada."Seli tulus ingin meminta maaf pada anak-anak Nada.
"Nah begitu dong Seli! Lihat lah Zion semenjak kedua orangtuanya bercerai anak itu menjadi pemurung."Kata Dokter Reno.
"Saya merasa bersalah Dokter."Seli ingin sebuah pelukan hangat.
Dokter Reno pun peka akhirnya memeluk Seli yang begitu rindu pelukan suaminya tersebut bahkan sangat rindu Tian, kali ini Seli membayangkan bahwa Reno adalah Tian.
"Aku jadi membayangkan Dok bahwa kamu adalah Tian suamiku."Sambil memeluk Dokter Reno.
Reno lalu memeluk balik Seli dengan penuh haru dan kehangatan, kali ini jantung Reno berdebar entah tanda apa ini saat berduaan dengan sosok Seli.
Seli juga begitu saat memeluk Dokter Reno jantungnya berdenyut kencang, saat itu juga Seli tidak tahu mengapa dengan hatinya yang tiba-tiba aneh lalu menatap Dokter Reno.
Mereka pun melepaskan pelukan itu, namun sesaat terdiam dengan situasi seperti itu kembali menegang tidak tahu mau berbicara apa lagi.
"Hmm sudah makan?"Tanya Dokter Reno menjadi salah tingkah.
"Dokter bukankah makanan dari rumah sakit belum datang? Bagai mana saya mau cari makan sedangkan kondisi saya masih lemah sekarang?"Ucap Seli.
"Baik saya akan suruh perawat kesini."Jawab Dokter Reno.
Dokter Reno menghubungi perawat untuk membawakan makanan keruangan rawat inap Seli tersebut, pria itu menjadi tidak fokus serta salah tingkah saking kelaparan nya Dokter Reno ingin makan duluan namun kasihan dengan Seli akhirnya tidak jadi makan duluan.
Saat perawat datang membawakan makanan barulah Dokter Reno bisa tenang, saking laparnya Dokter Reno tersebut.
"Seli makannya sudah datang, tolong kamu makan iya."Kata Dokter Reno.
__ADS_1
Akhirnya asisten rumah tangga Seli datang ke ruangan untuk menyuapi Nyonyanya yang susah makan tersebut, kesulitan bergerak sendiri karena infus masih terpasang di tangannya.
"Baik Reno pasti kamu sudah lapar? Banyak Makan Reno supaya ada tenaga."Kata Seli.
"Baik Seli, saya tinggal dulu selamat makan Seli."Ucap Dokter Reno.
"Baik."
Dokter Reno pergi dan tinggalkan ruangan kali ini hatinya merasa dag dik duk serta salah tingkah ketika menatap Seli, ketika Seli sedang makan Tian datang ke kamar Seli untuk menyampaikan akan cerai.
Seli berhenti sejenak makan tidak berselera untuk makan, melihat suami datang bawaan Seli menjadi sedih kembali seakan dunianya sudah hancur di buat Tian.
"Hidupku sudah hancur! Mau ngapain kamu kesini?"Bentak Seli namun hatinya hancur.
^^^"Seli tenang gue datang kesini bukan untuk menjenguk kamu,melainkan untuk memberikan surat cerai."Kata Tian memberi surat cerai.^^^
"Begitu gampangnya kamu menceraikan aku Tian! Aku ini ibu dari anak kamu."Ucap Seli menangis tidak sanggup untuk berkata-kata.
"Ibu kamu bilang! Kamu sudah buat aku kecewa tidak bisa memberikan keturunan kepadaku."Ucap Tian merasakan kecewa.
"Karena anak kita keguguran kamu mengatakan seperti itu? Tega kamu! Lihat lah dulu aku begitu mempertahankan anak itu dalam kandunganku."Seli menangis.
"Mempertahankan mengapa bisa keguguran sekarang?"Kata Tian tanpa perasaan.
"Sakit banget ia kamu begini kan! Kalau aku tahu seperti ini dulu sifatmu mungkin aku tidak akan menikah denganmu dulu!"Ucap Seli menangis.
"Sudahlah tidak perlu menangis! Kamu harus terima dong jadi janda! Sebelumnya kamu juga janda kan?"Ucap Tian dengan kasar.
"Aku dulu memang janda! Namun setelah kamu nikahi aku tidak janda dong."Jawab Seli.
"Sekarang kamu harus siap jadi janda lagi."Tian pergi langsung tinggalkan Seli.
Seakan tidak peduli dengan Seli lagi dan tanpa ada rasa cinta lagi dengan sosok Seli tersebut.
__ADS_1