
Zion pulang dari sekolah namun kali ini
Dirinya tidak di jemput oleh ayahnya ataupun ibunya.
Karena Hujan tian tidak bisa menjemputnya pulang sekolah dan di tambah lagi sedang berdua dengan seli di rumah.
Tian pun mendapat boncengan,Ayah temannya mengantarkan zion pulang dengan naik mobil,ketika menjemput putranya tersebut dan ayah teman zion juga sudah mengenal anak itu sebagai sosok yang pintar,
Kalem dan humoris.
Ayah rendra mengantarkan zion sampai
Di rumahnya dan ayah rendra juga mengantar zion sampai teras rumah,agar zion tidak kepeleset oleh lumpur yang licin karena hujan tersebut.
Zion turun dari mobil namun ayah rendra juga
Menyusul turun dari mobil.
"Tunggu nak sebentar,jangan turun sendiri biar bapak yang mengantarkan kamu sampai teras rumah,karena tanah itu licin sekali."
Ayah temannya tersebut memegang tangan
zion dan mengantarkan sampai teras rumah.
"Terimakasih pak."Zion menundukkan kepala sebagai tanda terimakasihnya pada ayah temannya tersebut yang selalu menolong zion saat kesusahan atau sedang tidak di jemput oleh orangtuanya.
"Bye,bye,bye,bye zion."Kata rendra yang ada dalam mobil tersebut dan melambaikan tangan pada zion.
"Ini uang jajan buat kamu."Pak rendra memberikan uang nominal 100 ribu pada zion untuk jajannya.
Pak rendra memang baik sekali pada zion dan
Anaknya juga sangat dekat pada zion dan selalu ada untuk zion.
"Tidak usah repot pak,saya tidak mau menerima uang tersebut,bapak terlalu baik untuk zion."Zion tidak mau menerima uang tersebut namun karena dipaksa oleh bapaknya rendra akhirnya dia mau menerima uang tersebut.
Uang tersebut pun di ambilnya lalu
Di masukkan oleh zion ke saku celananya dan
Bapaknya rendra memegang kepala zion karena bangga anaknya memiliki teman seperti zion yang pintar.
Pak rendra pun masuk dalam mobil,sambil melambaikan tangan pada zion dan tersenyum.
"Semoga kamu kelam menjadi anak yang sukses dengan kondisi orangtua kamu sekarang."Bapaknya rendra berharap zion bisa sukses kelak.
__ADS_1
Bapaknya rendra tahu bahwa anak itu butuh perhatian khusus dan kasih sayang dari orangtuanya,karena zion selalu bercerita pada bapaknya rendra saat menjemput rendra,
Bahwa dia adalah anak broken home,Ayahnya suka main perempuan dan pergi karaoke bersama perempuan.
Sejak saat itulah bapaknya rendra menjadi perhatian pada zion dan merasa prihatin atas hidup zion,karena dulu dirinya juga pernah seperti itu menjadi anak korban broken home.
Dalam lubuk hatinya yang paling dalam bapaknya rendra tidak ingin zion menjadi nakal,karena melihat kedua orangtuanya sering berantam atau ribut.
Pertengkaran yang terjadi dalam rumah tangga,menjadikan psikis seorang anak menjadi hancur lebur dan menjadi nakal.
Karena dari kecil zion sudah melihat orangtuanya sering berantam atau ribut mengajarkan zion untuk lebih kuat dalam menghadapi kehidupan yang penuh tanda tanya ini.
Dulu zion penuh kasih sayang dari kakek
Dan neneknya yang merupakan mantan orang kaya itu atau orangtua dari tian yang selalu
Memberikan perhatian khusus pada cucunya.
Kemana pun mereka selalu di ajak oleh kakek neneknya,mau ke mall tinggal belanja,mau beli ini tinggal ambil saja namun zion tidak pernah puas,zion tidak ingin kebahagiaan sepenuhnya karena harta tapi zion lebih ingin kebahagian jika orangtuanya akur dan merajut ke harmonisan lagi.
Namun kini anak seusia zion harus melewati
Fase penderitaan,melihat kedua orangtua yang tidak akur lagi adalah patah hati seorang anak,apa lagi sering melihat ibunya tersakiti dan banyaknya beban pikiran karena ulah papanya sendiri.
Nara dan nadira yang sering di tinggal
Di rumah oleh papa dan mamanya,Bahkan
Mereka harus mandiri sendiri,Kadang papanya suka kelayapan bersama wanita dan dugem.
Setiap hari ada masanya tian tidak di rumah,
Saat nada tidak bekerja,nada selalu menitip
Pesan pada suaminya yang tidak bekerja tersebut untuk bisa menjaga anaknya
Di rumah,memberi mereka makan dan memandikan mereka.
Namun tugas tersebut pun tidak bisa
di lakukan tian sebagai papa dari anak-anaknya,tian lebih banyak kelayapan bersama wanita cantik.
Tian sering pergi menjumpai simpanannya seli dan berduaan di rumah seli,karena suruhan dari seli.
Tian selalu menurut apa yang dikatakan seli,
__ADS_1
Karena tian tahu bahwa seli adalah sumber uangnya dan tidak ingin kehilangan sumber uang tersebut.
Nada selalu menahan hati atas tingkah laku suaminya tersebut,yang dibutuhkan oleh nada
Sekarang adalah kewarasan untuk sabar menghadapi suaminya tersebut.
Nada selalu berkata pada diri sendiri untuk lebih sabar dan tabah,serta dalam hati yang paling dalam semua demi anak-anak.
Nada ingin suatu saat berumur panjang itulah keinginannya,agar dapat membesarkan anak-anak hingga dewasa nanti dan sampai menikah masing-masing.
Sebagai orangtua inginnya memberikan yang terbaik pada anak-anak,setidaknya gagal menjadi seorang istri,namun tidak gagal menjadi seorang ibu bagi anak-anak.
Ketika kehadirannya tidak di anggap oleh suaminya,anak lah yang akan menjadi pelipur lara kedua orangtuanya.
Ketika keharmonisan bersama tian tidak terjalin lagi,setidaknya nada bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya,memberikan makanan dan bekerja demi anak-anak.
Dulu nada adalah ibu rumah tangga yang telaten,saat awal menikah dengan tian,fokus
Mengurus rumah tangga,fokus mengajari anaknya membaca dan menulis,fokus mengurus rumah sudah di lakukan olehnya.
Namun karena mertuanya sudah meninggal dunia dan jatuh bangkrut,keadaan lah yang
Memaksanya untuk bekerja kembali,dulu Nada adalah seorang manager,namun nada
Sekarang menjadi karyawan biasa.
Menjadi karyawan nada harus beradaptasi
Lagi,saat dulu dirinya menjabat dalam jabatan Tertinggi.
Walaupun begitu dirinya masih bersyukur,
Masih mendapat pekerjaan demi menyambung hidup dan menyekolahkan anak-anaknya.
Kegigihan bekerja sudah di lakukan,saat Dirinya mendapat pekerjaan tersebut,Demi uang sekolah zion tiap bulan,demi anaknya yang butuh pampers,butuh susu dan biaya lahiran yang harus dirinya pikirkan sendiri.
Suaminya tidak ada pikiran dan sadar untuk membantu istrinya,yang penting di rumah Dirinya bisa makan,duduk,tidur.
...Begitulah kebiasaan tian tiap hari,bahkan nada sudah lelah untuk menasehati suaminya...
Tersebut untuk mencari pekerjaaan.
Karena sudah capek berantem terus pada tian,ketika nada harus membahas masalah pekerjaan mulu sama tian,pria tersebut pernah hampir menunjangnya ketika belum Hamil anak keempat tersebut karena yang Dibahas istrinya hanya itu.
Kesakitan dan kekerasan sudah pernah nada dapatkan dari seorang tian yang kasar tersebut pada perempuan.
__ADS_1