
Nada menghela nafasnya untuk menyeimbangkan kewarasannya sebagai seorang istri serta ibu dari anak-anaknya.
Ingin membahas tentang perempuan yang video call tersebut secara menerus kepada suaminya tian,namun apa daya suami nada Tidak ingin istrinya bertanya tentang hal itu lagi.
Nada merasa lapar karena dari pagi belum makan,fokus memberikan anak makan lalu anak ketiduran kini giliran ibu yang santai untuk makan,nada makan sendirian di ruang tamu dengan menahan hati yang nyesek.
Saat makan dadanya terasa sakit,perut menendang-nendang serasa ingin marah dengan kehidupan yang sekarang nada jalani,
Nada merasa tidak bahagia dalam pernikahan ingin rasanya nada kembali ke masa gadis yang belum penuh dengan beban derita.
Malam itu saat suami serta anak-anak tidur
Di kamar,nada mengurung diri sendirian
__ADS_1
di ruang tamu dengan sekali-kali melamun serta keluar air mata serta hidung memerah karena selama malam itu nada banyak menangis hingga membuat wajahnya terlihat seduh serta sayup.
"Penuh beban derita serta untuk saat begini kewarasan sebagai seorang ibulah sangat Aku butuhkan untuk saat ini."Nada tak henti menangis di malam tersebut.
Malam tersebut bunyi gemuruh serta hujan turun deras,nada tetap melamun sambil menyandarkan tangannya ke kepala karena pusing dengan biaya sekolah anak-anak,mau
ingin rasanya ngambil libur atau resign ngurus anak-anak namun suaminya tidak bekerja,jika keduanya tidak bekerja,nada masih memikirkan jika suami istri tidak bekerja mereka mau makan apa.
Walaupun terkadang terasa capek,saat sudah mendekati persalinan yang butuh waktu untuk istrahat,nada teringat dengan masa lalunya mengingat mantan kekasih reno yang selalu mengistimewakan nada sewaktu pacaran dulu,bahkan tidak pernah membuat nada terluka sama sekali.
Perempuan yang di miliki reno hanya nada yang sudah di anggap seperti mirip dengan sosok ibu kandungnya.Nada merasa reno selalu menyayangi serta peka pada nada.
"Punya suami begini amat tidak peka dengan aku,tidak seperti sosok mantan yang dulu sedikit pun melihat aku terluka dia kasihan sama aku."nada menangis menyesali masa lalunya karena telah meninggalkan pria yang sangat cinta pada nada,demi pria lain yang lebih tajir darinya.
__ADS_1
"Maafkan aku telah menikah serta meminta putus dari kamu reno demi bisa menikahi pria tajir,sekarang aku sadar bahwa di cintai itu lebih penting dari mencintai,sekarang aku mau menyesali udah lahir anak tiga mau punya anak 4 lagi,bagaimana bisa aku menyesali pernikahan ini."suara tangisan nada pada malam itu.
Saat nada menangis karena sudah merasakan luka begitu dalam selama menikah,tian yang tidur terbangun melihat istrinya menangis di ruang tamu.
"Mengapa kamu menangis?"Tian bertanya pada istrinya mengapa menangis karena tian tidak tahu sebabnya mengapa istrinya menangis.
Nada melihat tian keluar dari kamar,langsung mengusap air mata supaya tidak kelihatan baru selesai menangis serta buru-buru menghapus air mata tersebut.
"Tidak,tidak aku tidak ada menangis."nada mencoba mengambil buku yang ada di meja
tamu supaya tidak kelihatan baru menangis.
"Aku tadi dengar dari kamar kamu menangis,
__ADS_1
terus suara siapa yang aku dengar,suara hantu gitu aku dengar!"seru tian pada istrinya tersebut.