
Saat tian sudah jujur dan nada menangis rasanya sakit banget di khianati,apalagi dalam kondisi baru 5 hari usai melahirkan anak ke empat.
Di mana masih bahagianya menyambut kelahiran seorang putra datang lah masalah baru, yang membuat hubungan
Rumah tangga di ujung tanduk perceraian.
"Ternyata bukan kamu yang salah pilih istri,ternyata aku yang salah pilih suami."Ucap Nada merasa salah pilih suami.
Nada yang masih mengendong anaknya tersebut karena mendengar suara ribut dari teras rumah,zion sebagai anak pertama Menghampiri orangtuanya yang sedang ribut Tersebut.
"Papa...Mama mengapa ribut-ribut?"Tanya Zion sebagai putra pertama.
Zion menatap ke arah perempuan itu dengan tatapan marah,kali ini perempuan itu tidak bisa menepati janjinya jangan muncul di hadapan kedua orangtuanya namun perempuan itu tetap muncul.
Wajah zion makin berubah menjadi cemberut.Ingin sekali mengusir perempuan itu namun dia pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi.
Jika zion nanti memberi tahu takut menyakiti hati mama nya mengapa dari kemarin tidak bilang,tapi selama ini zion menjaga perasaan mama dan adik yang dalam perut sebelum melahirkan waktu itu.
Kali ini zion diam saja namun dalam hati ingin Menangis,saat mama nya sudah menangis di hadapan papa dan wanita pelakor itu.
"Sayang ini tidak seperti yang kamu bayangkan!"seru tian pada nada memeluk lagi dengan erat istrinya.
"Tian...Tian kamu sadar sudah membohongi Istri kamu selama satu tahun".Sambung seli Sambil menertawai tian.
"Seli kamu pulang saja,biar kami yang mengurus masalah rumah tangga kami."
Ucap tian menyuruh hentikan semua nya karena menjaga kesehatan sang istri habis Melahirkan.
"Gimana aku mau diam...Kamu tidak memberikan status padaku,kamu kan janji mau nikahi aku."Jawab seli merasa bangga.
Seli datang dengan menggunakan tank top hitam dan celana pendek hitam ke rumah nada dengan penampilan seksinya dan kulit mulus.
Nada menatap ke arah wanita itu,dengan perasaan hancur berkeping-keping,nada masih berusaha untuk tenang,tidak terbawa Emosi.
"Hy kamu pelakor,apakah kamu sudah puas merusak hubungan rumah tangga Orang." Ucap nada dengan marahnya lalu Menampar pipi seli.
Lalu nada memberikan putra nya yang baru lahir,untuk di bawa ke kamar oleh zion supaya takut hal yang tidak
di inginkan terjadi pada Ardian bayi kecil itu.
__ADS_1
"Nak...Tolong bawa adik kamu ke dalam pegang dan gendong pelan-pelan iya nak,
Soalnya bagian kepala adik kamu masih Lunak."Ucap Nada lalu memberikan adiknya untuk di bawa ke kamar oleh zion.
"Oke mama."Jawab zion pada mamanya sebenarnya dalam hati menangis tidak kuat dengan keadaan situasi orangtuanya.
"Sayang...Aku tidak bisa membayangkan lagi." Ucap nada lalu geram mendekati pelakor tersebut.
Nada mendekati pelakor itu,lalu menjambak Rambut pelakor tersebut karena tidak bisa lagi menahan amarahnya,hingga baju pelakor
Itu bagian lengan koyak setelah di acak-acak oleh nada rambut dan bajunya di tarik.
"Kamu sudah bikin hati saya berkecamuk.
Gini kamu Rasakan akibatnya."Ucap nada sambil menangis menjambak rambut pelakor itu.
Saat istrinya menjambak rambut pelakor tian Hanya diam saja,tidak membela keduanya saat lengan baju seli koyak tian tidak ngomong apa-apa dan tidak menghentikan Sedikit pun kericuhan itu.
"Aduh sakit,kamu berani sekali menjambak Saya."Ucap seli lalu membalas menjambak Nada.
Saat nada di jambak oleh seli,suami nada langsung menghentikan kericuhan itu saat Tahu bahwa istrinya habis lahiran,belum bisa terkena benturan keras.
"Oh kalau begitu rasakan pukulan saya."Ucap Seli.
Dengan spontan seli menendang perut Nada.Lalu tendangan itu mengenai perut bekas Operasi itu,hingga membuat Nada langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Tendangan itu terlalu kuat di rasakan Nada.Hingga membuat nada pingsan,saat istrinya pingsan dan tak sadarkan diri hampir terbentur kelantai,tian langsung buru-buru
Menangkap istrinya agar kepalanya tidak mengenai lantai.
"Sayang...Kamu kenapa??"Tanya tian lalu menepuk wajah istrinya pelan-pelan namun tidak ada jawaban.
Tian langsung memeriksa urat nadi Nada ternyata istrinya cuman pingsan,saat tendangan kaki seli mengenai perut yang habis operasi tersebut lalu keluar lah darah Lumayan banyak dari bawah paha Nada.
Tian menjadi ketakutan lalu menghubungi Taksi untuk membawa istri nya kerumah sakit,lalu tian menatap wajah seli dengan penuh rasa marah.
"Kamu itu gak ada otak dan pikiran."Bentak Tian menghampiri seli.
Plakkkkkkk
__ADS_1
Tian menampar pipi kiri dan kanan seli dengan kuat,hingga perempuan pelakor itu Merasakan sakit saat pipinya di tampar.
"Hmm itulah balasan untuk kamu dan istri kamu,mengapa saat istri kamu sudah melahirkan,kamu tidak memberi tahu aku,
...Ingat janji kamu mau menikahi aku ...
Gimana??Ucap Seli merasa di permainkan.
Dalam hati seli senang dan bahagia saat istri Nya Tian jatuh pingsan saat di tendang olehnya,rasa ingin memiliki tian semakin Membuat seli menjadi jahat sekali.
"Aku sudah bilang sama kamu...Jangan Pernah menemui aku,kalau aku sedang bersama istri aku di rumah."Bentak tian pada Seli.
"Mengapa kamu membentak ku,kamu tidak pantas berbicara seperti itu padaku."Jawab nada dengan enteng nya.
"Kamu dengar ia...Mulai sekarang aku tahu Siapa yang akan aku pertahankan,mulai sekarang hubungan kita cukup sampai sini dan jangan pernah temui aku lagi."Ucap tian
Mengambil keputusan untuk pisah.
"Kamu minta pisah sama aku,sadar kamu tian Aku telah memberikan bantuan uang persalinan dan aku sudah memberikan uang 200 juta pada kamu."Ucap seli menyinggung
Uang 200 juta tersebut.
"Terus."Jawab Tian.
"Terus kalau kamu ingin mengakhiri hubungan ini tolong balikkan uang 200 juta yang telah aku berikan."ucap seli meminta uang tersebut.
"Uang 200 juta tersebut di bayar lunas."Jawab Tian.
"Maksud kamu apa??"Tanya seli kepada tian.
"Uang 200 juta itu lunas saat kamu Menghancurkan keluargaku dan menyakiti Istriku,kalau kamu meminta uang itu kamu bisa saya laporkan pada yang berwajib karena Sudah membuat istri ku seperti ini."Ancam
Tian pada nada.
"Dasar tidak berotak kamu,mengancam ku seperti ini,sedangkan kamu sudah janji mau Menikahi ku."Kata Seli marah besar terhadap Tian tidak menepati janjinya.
"Janji yang di tepati sudah tidak ada sekarang,silahkan pergi dari rumah Saya"Ancam balik tian lagi pada seli.
Seli benci dengan ancaman itu mengapa Dulu. Mengapa dulu tian memberikan janji pada seli kalau tidak untuk di tepati.
__ADS_1