
Nadira pun sudah bisa di bawah pulang
oleh tian dan nada.Karena putrinya sudah sembuh dari dehidrasi,sesudah sampai rumah pada saat ketiga anaknya tidur karena capek serta letih saat berada di rumah sakit,
Nada mulai membahas hal sepele hingga hal terbesar.
"Ini anak kamu sudah sembuh,besok bikin ulah lagi tuh tidak usah urus anak lagi ia pas aku kerja nanti."nada menyindir suaminya tersebut namun tian diam saja tidak berani membantah karena merasa bersalah.
"Nad...sudahlah jangan bahas hal begini saja,
Aku mengerti salah tetapi mohon di maklumi."
Ucap tian pada istrinya tersebut.
"Harap maklumi kamu bilang!!Kamu gila.. Harus di maklumi terus dari semenjak menikah hingga sekarang,aku selalu memaklumi kamu,kurang hal apa aku dalam mengerti kamu,tolong kamu jelaskan Suamiku!"Nada semakin ngegas tidak peduli dengan apa kata suaminya tersebut.
"Nad...Aku tidak gila!"Bentak tian pada istrinya tersebut.
"Kalau kamu tidak gila,mengapa pada saat Anak minta minum,kamu sudah nadira tidak bisa kekurangan cairan tetapi bisa kamu Video call."Nada semakin mencari letak kesalahan suaminya.
__ADS_1
Ketika nada keceplosan tentang video call,
nada mengingat kembali bahwa waktu
Di rumah sakit anaknya pernah mengatakan bahwa papanya di rumah video call kayak ada suara ceweknya.
"Oh...Aku baru ingat kemarin nara bilang sama aku,bahwa kamu video call kayak
ada suara cewek kata nara,sekarang aku mau tanya sama kamu siapa cewek itu?"nada tiba-tiba mengingat perkataan putrinya tersebut.
"Mungkin nara yang salah dengar,"Tian mengalihkan pembicaraan.
"Entahlah,terserah kamu saja mau ngomong apa,aku capek untuk menjelaskan sama kamu,sudahlah lebih baik tidur,capek kayak Begini terus debat sama kamu."Tian menghela nafas capek untuk berdebat dengan istri akan sosok perempuan tersebut.
Saat tian pergi ke kamar tamu nada terus memperdebatkan tentang video call tersebut kepada tian.
"Nih,kamu lari dari kenyataan,mengapa kamu tidak bisa berkutik lagi tentang selingkuhan kamu itu,begini nih kau sudah tidak bisa Berkutik pasti diam."Nada terus berdebat sampai kepala tian pusing karena celotehan istrinya yang mencari tahu tentang selingkuhannya tersebut.
"Sayang,ini masih jam berapa jangan kita bertengkar karena hal sepele seperti ini,
__ADS_1
Apa lagi anak masih sakit,tunggu nadira sembuh dulu baru kita bahas hal seperti ini."
Tian capek bergelut dengan istrinya karena capek selama nadira sakit,tian ikut menjaga nadira di rumah sakit,kurang tidur serta kurangnya waktu untuk istrahat.
"Terus kalau masih jam segini,apa aku tidak bisa mempertanyakan tentang wanita itu??Siapa wanita itu?"Tanya nada pada suaminya tersebut.
"Habis bangun tidur nanti aku perjelas,aku capek dengan seperti ini?"tian mengerutkan
keningnya pertanda bahwa tian sedang capek.
"Aku tidak mau,ingin di perjelas sekarang."
Nada tetap ngeyel meminta penjelasan kepada suaminya tersebut.
"Bisa tidak kita ributnya nanti saja."suara tian mulai meninggi berbicara pada istrinya tersebut sambil menatap tajam mata istrinya tersebut.
"Mana foto cewek itu,tunjukkan ke aku."Nada
meminta hp tian untuk di periksa.
__ADS_1