
Malam hari saat itu nada,suami dan anak-anak sedang tiduran di kamar,perut nada
Tiba-tiba sakit dan sakitnya ngeri sekali.
Nada waktu di tempat kerja makan pedas-pedas,karena pedas tersebutlah yang membuat ngeri perutnya tersebut dan merasa sangat sakit.
Anak-anaknya yang masih belum tidur itu mempertanyakan mamanya,Zion yang sedang baca buku mengerjakan PR dari sekolah,Nara yang sedang main gambar-gambaran tersebut,nadira yang sedang melukis tiba-tiba saling menatap mamanya tersebut.
Namun tidak dengan Tian yang masih sibuk dengan gadget dan gamenya,sedikit pun menoleh ke istrinya tersebut tidak ada.
"Tolong masak air panas suamiku."Nada
Meminta tolong untuk memasak air panas namun suaminya tersebut masih sibuk dengan gadgetnya.
Karena melihat suaminya tidak ada reaksi,
Nada yang sakit bagian perut itu pun beranjak dari kamarnya untuk memasak air panas.
Tiba-tiba zion berbisik ke telinga papanya,
"Aku mau kasih tahu sama mama apa yang terjadi sebenarnya kalau papa tidak mau gerak."Zion mengancam papanya akan memberi tahu semua pada mamanya,jika papanya tidak peduli seperti itu pada mamanya.
Tian yang sedang main gadget tersebut pun, Berhenti bermain gadgetnya lalu menyuruh istrinya untuk diam saja di kamar,lalu Tian beranjak untuk membuatkan air panas tersebut.
Zion tahu persis papanya tersebut harus
Di ancam dulu oleh dirinya,supaya mau mengerjakan sebagian kerjaan Rumah atau
Mamanya sedang meminta tolong namun tidak di dengar oleh papanya.
"Sini biar aku saja yang buat,mama diam saja Di kamar dan istirahatlah."Tian lalu ke dapur
dan menyuruh istrinya untuk diam saja.
"Tadi kamu tidak mau pa menolong mama."
Tanya nada yang tiba-tiba suaminya mau menolongnya.
"Sudah tidak usah banyak tanya...Aku menolong karena kasihan."Tian berpura-pura kasihan pada istrinya tersebut,sebenarnya Tian takut dengan ancaman dari anak pertama nya yang akan membongkarUca perselingkuhannya dengan seli.
Zion lalu ke dapur dan membuatkan air panas dalam teko listrik,lalu membuatkan teh manis panas untuk istrinya tersebut.
Nada masih kesakitan dan perutnya semakin ngeri,ketika tendangan anak dari dalam semakin menambah rasanya yang campur aduk.
Baru kali ini nada mau menangis karena sakitnya biasa nada adalah perempuan tangguh,yang jarang kesakitan dengan apapun dan kalau sakit pun selalu menyembunyikan rasa sakit itu dari anaknya.
"Mama masih sakit perutnya...kayaknya mama masih kesakitan."Zion mengelus perut mamanya tersebut.
"Tidak lagi nak."Nada pura-pura menahannya demi terlihat baik-baik saja di depan anaknya tersebut.
"Serius jangan bohong sama zion."Zion kasihan melihat mamanya kerja terus.
__ADS_1
"Iya nak jangan kuatir begitu."Ucap Nada pada anaknya tersebut.
Zion lalu mengatakan pada mamanya biar zion saja yang bekerja,mengantikan posisi mamanya karena kasihan lihat mamanya,
Mengandung 8 bulan pun masih bekerja demi
biaya kehidupan sehari-hari dan proses persalinan yang semakin dekat.
"Bagaimana zion tidak kuatir mama!!.Atau gimana zion saja yang cari uang di luar sana."
Zion mengatakan karena kasihan pada mamanya untuk mencari uang.
Sontak nada langsung kaget karena zion tiba-tiba bilang begitu padanya,mau menangis saat anak pertamanya tersebut menawarkan pada nada untuk mencari uang untuk mamanya.
"Jangan nak,kerja kamu sekarang belajar saja Biar jadi orang sukses."Nada menganjurkan agar anaknya tersebut belajar dengan baik.
"Tapi zion kasihan pada mama bekerja terus,
Apa mama sanggup bekerja terus begini."
Zion memprihatinkan mamanya tersebut.
Zion takut mamanya kenapa-kenapa karena
Kandungan mamanya sudah 8 bulan,takut
Jika adiknya yang di dalam kandungan terjadi sesuatu.
Membahayakan mamanya tersebut.
"Terus nanti kalau mama tidak bekerja,
Kita ini mau makan apa."Ucap Nada pada Anaknya tersebut dan mengelus wajah anaknya tersebut.
"Zion tidak tega sama mama,harus bekerja
Seperti ini."Ucap zion sambil memegang perut mamanya.
Zion ingin suatu hari mamanya lahiran dengan selamat,karena harta yang paling Berharga buat zion adalah mamanya.
Tanpa mama dan adiknya-adiknya zion tidak bisa,karena mereka adalah kebahagian zion yang tidak bisa di tukar dengan apa pun.
"Mama zion akan belajar,zion janji akan
Menjadi orang sukses dan akan Membahagiakan mama dan adik-adik."Ucap
Zion pada nada.
"Terimakasih nak,selalu ada buat mama kamu Ini."Ucap nada mengelus kembali rambut anaknya tersebut.
"Hmm mama."Zion langsung memeluk mamanya dengan perasaan bangga memiliki
__ADS_1
Mama seperti nada.
"Anak ku,belajar lah dengan baik dari sekarang,ingat perjuangan mama dalam membesarkan kalian,dalam setiap doa
Mama selalu mama sebut nama kalian,
Supaya kalian menjadi anak yang sukses."
Ucap Nada pada anaknya tersebut.
"Mama bangga pada zion,nara,dan nadira,
Karena kalian adalah anak-hebat dan kuat
Yang selalu ada buat mama."Nada menangis.
Tian datang dan membawa teh manis hangat Tersebut dan berpura-pura manis di depan istrinya tersebut,karena takut Zion mengadu Pada istrinya tersebut bahwa mereka Berselingkuh Di Rumah.
"Ini minum kamu sayang."Tian menghampiri
Nada dan baru kali ini Tian memanggil istrinya dengan kata sayang.
"Tumben papa panggil mama dengan kata sayang."Nara tiba-tiba terheran ketika papanya memanggil dengan kata sayang.
Tian pun memijit punggung istrinya yang masuk angin tersebut.
"Aku pijit sayang iya."Ucap Tian yang tidak ingin rahasianya terbongkar.
"Tidak usah,aku hanya ingin istrahat supaya Aku sembuh."Nada menolak untuk di pijit namun tian tetap memaksa dan akhirnya
Nada mengikuti kemauan suaminya tersebut
Memijitnya.
"Sayang itu harus banyak istrahat,jangan lama-lama tidur."Ucap Tian pura-pura perhatian.
Zion langsung jijik melihat papanya sok romantis tersebut,Tian tahu benar kalau papanya tersebut ada maksud tersendiri supaya rahasianya tidak terbongkar.
"Sok pijat mama...Pada hal modus."Seru zion yang sambil membaca buku.
"Zion tidak boleh begitu,harus sopan ngomong sama papa."Nada menyuruh anaknya tersebut untuk ngomong sopan pada papanya.
Walaupun zion kurang dekat pada papanya,
Namun nada selalu mengajarkan anaknya untuk hormat pada kedua orangtuanya.
Nada masih mengajari zion untuk menghargai papanya,walau pun papanya merupakan papa yang tidak bisa di andalkan.
"Mama,mama kok mau sama papa,sudah malas,pengangguran,mama yang kerja sepatutnya pria yang kerja mama,bukan cowok yang bekerja."Zion tiba mempersalahkan tentang papanya yang Pengangguran tersebut.
"Zion tidak boleh begitu,ini papa kamu tolong hargai."Nada sambil menggeleng kepala.
__ADS_1
Tian hanya terdiam saat anaknya membenci dirinya.